Delegasi FH UNAIR Raih Juara di ALSA Indonesia Negotiation Competition
Surabaya (educare.co.id) – Delegasi Fakultas Hukum (FH) Universitas Airlangga (UNAIR) sukses meraih prestasi dalam ajang ALSA Indonesia Negotiation Competition 2025. Tim yang terdiri dari Rachel Rumiris Benedicta dan Stefani Oentario Wijaya ini berhasil menyabet juara II serta penghargaan negosiator terbaik dalam kompetisi bergengsi tersebut. Lomba negosiasi tahunan ini digelar di Universitas Indonesia pada 24-25 Januari 2025 dan diikuti oleh berbagai perguruan tinggi dari seluruh Indonesia.
Pada kompetisi kali ini, peserta dihadapkan pada tema negosiasi “Proyek Public Private Partnership pada Sektor Waste to Energy.” Rachel, selaku ketua delegasi, menjelaskan bahwa setiap tim dituntut untuk mengembangkan kasus posisi yang berangkat dari studi nyata. Kasus yang mereka angkat terinspirasi dari proyek Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) di Bantargebang, Bekasi. Dalam proses negosiasi, peserta harus mempertimbangkan berbagai perspektif, seperti pemerintah, perusahaan swasta, investor, dan PLN.
“Sebagai negosiator, kami harus mengembangkan kasus posisi public private partnership dalam mewujudkan proyek Waste-to-Energy. Bukan hal yang mudah, kami juga harus berperan sebagai perwakilan dari stakeholders, baik sebagai legal counsel ataupun principal,” jelas Rachel dalam siaran tertulis unair (12/2).
Meski ini merupakan pengalaman pertama mereka dalam kompetisi negosiasi, Rachel dan Stefani mampu menunjukkan performa yang luar biasa. Dengan waktu persiapan yang hanya sekitar empat hari, mereka harus melakukan riset mendalam guna menyusun strategi negosiasi yang efektif. “Kemampuan riset yang baik sangat diperlukan agar dapat menghasilkan negosiasi yang optimal meskipun dengan keterbatasan waktu,” ungkap Rachel.
Keberhasilan ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi tim FH UNAIR. Rachel mengungkapkan bahwa selain sebagai ajang prestasi, kompetisi ini juga menjadi bekal berharga bagi mereka dalam meniti karier di bidang hukum. Ia pun berharap pencapaian ini bisa menjadi motivasi bagi delegasi UNAIR di masa mendatang.
“Do your best and let God do the rest. Semoga keberhasilan ini dapat menjadi inspirasi bagi delegasi berikutnya. Terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung kami. Rasanya sangat bersyukur bisa berada di lingkungan yang mendorong kami untuk terus berkembang,” tutupnya.
