Dari Seminar ke Strategi: Kolaborasi PKPLK–KRIVET Perkuat SMK di Era AI

EduNews EduSchool

EDUCARE.CO.ID , Jakarta – Perkembangan teknologi Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan kian mengubah wajah dunia kerja dan industri secara cepat. Transformasi ini menuntut pendidikan vokasional, khususnya Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), untuk beradaptasi secara strategis agar mampu menyiapkan lulusan yang tidak hanya siap kerja hari ini, tetapi juga tangguh menghadapi industri masa depan yang dinamis dan berbasis teknologi.

Integrasi AI dalam pendidikan SMK menjadi semakin krusial karena berpotensi meningkatkan efektivitas pembelajaran, akurasi asesmen kompetensi, hingga efisiensi pengelolaan satuan pendidikan. Berangkat dari kebutuhan tersebut, Direktorat SMK, Ditjen Pendidikan Vokasi, Pendidikan Khusus, dan Pendidikan Layanan Khusus (PKPLK) Kemendikdasmen bekerja sama dengan Korea Research Institute for Vocational Education and Training (KRIVET) menggelar Seminar Internasional bertema “The Integration of Artificial Intelligence (AI) in TVET and Future Strategies” sebagai ruang berbagi praktik baik dan perumusan strategi masa depan.

Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi PKPLK, Tatang Muttaqin, menyambut baik kolaborasi ini dan menegaskan peran strategis pendidikan vokasi dalam mendukung pertumbuhan ekonomi, daya saing industri, serta inklusi sosial. Menurutnya, integrasi AI dalam pendidikan dan pelatihan vokasi bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan strategis untuk membangun sumber daya manusia yang terampil, adaptif, inovatif, sekaligus bertanggung jawab secara etis dalam memanfaatkan teknologi.

Sementara itu, perwakilan KRIVET, Kim Young Saing, menekankan pentingnya kolaborasi berkelanjutan di tengah perubahan besar yang dipicu oleh AI. Pendidikan vokasi dinilai harus mampu menyesuaikan kurikulum dengan kebutuhan industri global tanpa mengabaikan aspek keterampilan, karakter, dan peran sosial peserta didik. Sinergi Indonesia–Korea ini pun dipandang sebagai peluang besar untuk menghadirkan sistem TVET yang relevan, inklusif, dan berdampak nyata bagi masa depan.

BACA JUGA:  Kemendikbudristek Serahkan 13.809 Mahasiswa Pendidikan Profesi Guru ke 72 LPTK

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *