Dari Dapur Pesisir ke Pelestarian Hutan, IKTJ dan UNJ Ubah Mangrove Jadi Produk Bernilai

Must read

EDUCARE.CO.ID – Upaya menjaga hutan mangrove di Muara Gembong, Kabupaten Bekasi, kini tidak hanya mengandalkan penanaman pohon. Institut Kesehatan dan Teknologi PKP DKI Jakarta (IKTJ) bersama Universitas Negeri Jakarta (UNJ) mengembangkan usaha pesisir berbasis mangrove agar pelestarian lingkungan berjalan seiring dengan peningkatan ekonomi warga.

Berdasarkan sumber IKTJ dan UNJ, program pengabdian masyarakat tersebut berlangsung pada 8–9 Agustus 2026. Tim pelaksana menggandeng Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Mina Bakti Bersama Muara Gembong.

Program bertajuk Penguatan Eco-entrepreneurship Masyarakat Pesisir Muara Gembong Bekasi untuk Mendukung Indonesia’s FOLU Net Sink 2030 mendorong warga memanfaatkan hasil hutan non-kayu mangrove menjadi produk bernilai jual. Karena itu, masyarakat dapat memperoleh manfaat ekonomi tanpa merusak fungsi ekologis hutan.

Konservasi Perlu Dukungan Ekonomi Warga

Ketua Tim Pengabdian kepada Masyarakat sekaligus Dekan Fakultas Sains dan Teknologi IKTJ, Dr. Faisal M. Jasin, S.T., M.Si., menilai banyak program konservasi berhenti pada tahap penanaman.

“Selama ini banyak program konservasi mangrove berhenti di penanaman. Padahal ancaman terbesar justru datang dari tekanan ekonomi masyarakat sekitar hutan,” kata Faisal.

Menurutnya, warga membutuhkan alternatif penghidupan agar tidak bergantung pada pemanfaatan kawasan mangrove secara merusak.

“Kalau warga tidak memiliki alternatif penghidupan, cepat atau lambat kawasan mangrove akan tergerus. Karena itu, kami memberi nilai ekonomi pada buah dan daun mangrove agar masyarakat memiliki alasan nyata untuk menjaga hutan,” ujarnya.

Perempuan Pesisir Olah Mangrove Jadi Produk Bernilai

Sebanyak 20 perempuan pesisir mengikuti pelatihan pengolahan buah pidada, daun, dan kulit kayu mangrove. Mereka belajar membuat dodol, sirup, keripik, stik, dan pewarna alami batik.

Selain meningkatkan keterampilan, pelatihan tersebut membuka peluang usaha baru bagi keluarga pesisir.

Pelestarian Hutan Jadi Lebih Mudah

Ketua LMDH Mina Bakti Bersama Muara Gembong, AAn, mengatakan masyarakat akan lebih mudah menjaga hutan ketika mereka merasakan manfaat langsung.

“Kami menjaga kawasan mangrove dari kerusakan. Namun pelestarian akan lebih kuat ketika warga sekitar ikut merasakan manfaatnya. Sekarang masyarakat punya alasan tambahan untuk merawat mangrove karena hutan ini juga mendukung penghidupan mereka,” katanya.

Muara Gembong Disiapkan Jadi Model Nasional

IKTJ dan UNJ akan melanjutkan pendampingan usaha bersama masyarakat dan LMDH. Selanjutnya, kedua perguruan tinggi tersebut menargetkan Muara Gembong menjadi contoh konservasi mangrove berbasis ekonomi masyarakat.

Model ini diharapkan dapat diterapkan di wilayah pesisir lain di Indonesia. Dengan demikian, pelestarian mangrove dapat berjalan bersamaan dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat sekaligus mendukung target Indonesia’s FOLU Net Sink 2030.

- Advertisement -spot_img

More articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Latest article

spot_img