Perjalanan Inspiratif Dr. Annisa Himmatul A. Meraih Gelar Dokter di FK UNDIP

Must read

educare.co.id, Semarang – Dr. Annisa Himmatul A. resmi menyelesaikan studinya di Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro (UNDIP) dengan hasil yang membanggakan. Berasal dari keluarga sederhana, Annisa membuktikan bahwa kerja keras dan dukungan lingkungan akademik yang baik dapat membawa seseorang mencapai impiannya. Pada Rabu, 5 Februari 2025, ia mengikuti wisuda UNDIP ke-177 di Muladi Dome dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) hampir sempurna, yakni 3,96.

Sebagai anak pertama dari tiga bersaudara, Annisa tumbuh dalam keluarga yang sangat menghargai pendidikan. Ayahnya bekerja sebagai buruh di sebuah toko meubel, sementara ibunya menjalani profesi sebagai penjahit. Sejak kecil, Annisa bercita-cita menjadi dokter, namun kondisi ekonomi keluarganya sempat membuatnya meragukan mimpinya. Baru pada saat duduk di bangku kelas 10, ia kembali termotivasi setelah melihat seorang kakak kelasnya berhasil memperoleh beasiswa kedokteran.

Annisa akhirnya diterima di Fakultas Kedokteran UNDIP dan mendapatkan beasiswa Bidikmisi—kini dikenal sebagai Kartu Indonesia Pintar (KIP). Beasiswa ini membantunya menanggung biaya kuliah serta biaya hidup. Meski demikian, ia tetap harus berhemat, termasuk berjalan kaki dari tempat tinggalnya di Rusunawa UNDIP ke kampus, hingga akhirnya perkuliahan beralih ke sistem daring akibat pandemi COVID-19.

Selama berkuliah, Annisa merasakan lingkungan akademik yang inklusif dan suportif. Ia mendapatkan dukungan dari teman-temannya serta para dosen yang senantiasa memberikan motivasi. “Alhamdulillah, saya bersyukur bisa kenal dengan banyak teman yang selalu mendukung saya, baik secara emosional maupun dalam hal lain. Tidak ada perbedaan meskipun latar belakang ekonomi saya sangat berbeda dengan teman-temannya. Dosen-dosen juga sangat mendukung, mengajar kami dengan sepenuh hati, dan memotivasi kami untuk bisa melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya, baik S2 maupun spesialis,” ujarnya dalam siaran tertulis undip (13/2).

Annisa juga mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada berbagai pihak yang berperan dalam proses belajarnya. “Tanpa bimbingan dari para dosen, pengalaman belajar dari pasien, serta cadaver dalam praktik kedokteran, saya dan teman-teman tidak akan bisa menjadi dokter,” katanya penuh syukur.

Saat ditanya mengenai kunci suksesnya, Annisa menekankan pentingnya mengenali kemampuan diri dan menerapkan strategi belajar yang efektif. “Setiap orang harus tahu kapasitas dirinya, belajar sesuai kebutuhan, dan tentunya banyak berdoa,” tuturnya.

Sejak masa SMA, Annisa dikenal sebagai siswa yang tekun dan aktif dalam berbagai kegiatan akademik maupun non-akademik. Setelah lulus, ia kini tengah menunggu penempatan program internship dari Kementerian Kesehatan, sebuah tahap penting bagi lulusan kedokteran sebelum dapat berpraktik secara profesional. “Setelah internship, saya berencana bekerja sembari mempersiapkan diri untuk melanjutkan studi ke jenjang S2,” tambahnya.

Kisah Annisa menjadi bukti nyata bahwa Fakultas Kedokteran UNDIP tidak hanya memberikan pendidikan berkualitas, tetapi juga mendukung mahasiswa dalam berbagai aspek, mulai dari beasiswa hingga fasilitas pembelajaran yang memadai. UNDIP terus berkomitmen mencetak lulusan yang kompeten, berintegritas, dan memiliki dedikasi tinggi dalam dunia medis.

- Advertisement -spot_img

More articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img

Latest article