Limbah Jantung Pisang Disulap Jadi Randang, Inovasi Mahasiswa UIN IB Padang Tembus OASE

Must read

EDUCARE.CO.ID – Mahasiswa UIN Imam Bonjol (IB) Padang menghadirkan inovasi pangan bernama RANJAPI (Randang Jantung Pisang) dalam ajang Olimpiade Agama, Sains, dan Riset (OASE). Inovasi ini mengolah limbah jantung pisang menjadi produk pangan bernilai tambah sekaligus mengintegrasikan teknologi untuk mendukung ketertelusuran informasi halal.

Tim RANJAPI berkompetisi pada cabang riset teknologi produk halal dan ketahanan pangan. Dalam sesi presentasi yang berlangsung pada 5 Oktober 2026, tim mendapat urutan ketiga untuk memaparkan hasil inovasinya di hadapan dewan juri dan peserta dari berbagai perguruan tinggi.

Tim tersebut terdiri atas Muhammad Helmi dari Program Studi Manajemen Bisnis Syariah, Miftahul Hasanah dari Program Studi Ekonomi Syariah, dan Aldo Rizona dari Program Studi Hukum Tata Negara. Roni Andespa bertindak sebagai pelatih yang membimbing pengembangan inovasi mereka.

Olah Limbah Jantung Pisang Menjadi Produk Pangan

RANJAPI berangkat dari persoalan limbah jantung pisang yang masih memiliki potensi untuk diolah menjadi produk pangan. Alih-alih membiarkannya menjadi sisa yang kurang termanfaatkan, tim mahasiswa UIN IB Padang mengembangkan bahan tersebut menjadi randang.

Pengembangan produk ini mengacu pada hasil riset dan literatur terdahulu. Tim memanfaatkan pendekatan pengolahan pangan untuk menghadirkan alternatif produk yang memiliki nilai tambah dari bahan yang selama ini belum banyak dimanfaatkan.

Inovasi tersebut juga mengangkat potensi bahan pangan lokal. Dengan mengolah jantung pisang menjadi randang, tim berupaya memperluas pemanfaatan sumber daya pangan sekaligus menawarkan gagasan pengolahan limbah yang lebih produktif.

Gabungkan Produk Pangan dengan Teknologi Ketertelusuran Halal

Keunikan RANJAPI tidak hanya terletak pada bahan bakunya. Tim juga mengembangkan sistem ketertelusuran halal yang memanfaatkan kode QR dan teknologi berbasis blockchain sederhana.

Melalui sistem tersebut, konsumen dapat menelusuri informasi produk dengan memindai kode QR. Pendekatan ini bertujuan mendukung transparansi informasi dan memudahkan konsumen mengakses keterangan terkait kehalalan produk.

Integrasi teknologi tersebut memperlihatkan upaya tim dalam menghubungkan inovasi pangan dengan kebutuhan konsumen terhadap informasi produk halal. Namun, penggunaan sistem ketertelusuran tetap perlu didukung data yang akurat serta proses verifikasi sesuai ketentuan sertifikasi halal yang berlaku.

Berdasarkan sumber laman resmi UIN Imam Bonjol Padang, inovasi ini menggabungkan pengolahan jantung pisang menjadi randang dengan pemanfaatan kode QR dan blockchain sederhana. Tim mengembangkan pendekatan tersebut untuk menjawab persoalan pemanfaatan limbah sekaligus mendukung transparansi informasi kehalalan produk.

Tampilkan Inovasi di Hadapan Dewan Juri OASE

Dalam sesi penilaian, tim memperoleh waktu 10 menit untuk menjelaskan RANJAPI melalui presentasi slide dan demonstrasi lima fitur pada website. Setelah itu, dewan juri memberikan waktu 10 menit untuk sesi tanya jawab.

Muhammad Helmi, Miftahul Hasanah, dan Aldo Rizona menjawab pertanyaan juri sebelum melanjutkan ke tahap demonstrasi produk. Rangkaian penilaian tersebut memberi kesempatan kepada tim untuk menjelaskan konsep, cara kerja, serta keunggulan inovasi yang mereka tawarkan.

Urutan ketiga dalam sesi presentasi menjadi bagian dari pengalaman kompetisi tim RANJAPI bersama peserta dari berbagai perguruan tinggi. Melalui ajang ini, mereka memperkenalkan gagasan pengolahan pangan yang menggabungkan pemanfaatan bahan lokal dan teknologi informasi.

RANJAPI Tawarkan Gagasan Inovasi Pangan Berbasis Halal

Pengembangan RANJAPI menunjukkan bagaimana mahasiswa dapat mengangkat persoalan di sekitar masyarakat menjadi gagasan inovasi berbasis riset. Limbah jantung pisang menjadi bahan utama, sementara randang menjadi bentuk produk pangan yang mereka kembangkan.

Di sisi lain, integrasi kode QR dan blockchain sederhana memperluas inovasi tersebut ke aspek transparansi informasi halal. Kombinasi ini mempertemukan isu ketahanan pangan, pengolahan limbah, dan kebutuhan konsumen terhadap informasi produk.

Ke depan, pengembangan RANJAPI masih dapat diperkuat melalui pengujian mutu produk, evaluasi daya simpan, serta validasi sistem ketertelusuran. Langkah tersebut penting agar inovasi tidak hanya menarik dari sisi konsep, tetapi juga memiliki kesiapan untuk diterapkan dan menjangkau konsumen secara lebih luas.

Partisipasi tim UIN Imam Bonjol Padang dalam OASE menjadi ruang bagi mahasiswa untuk memperkenalkan hasil riset sekaligus menguji gagasan di hadapan publik. RANJAPI pun membawa pesan bahwa bahan pangan yang kerap dianggap sebagai limbah masih menyimpan peluang untuk menghasilkan produk bernilai tambah.

More articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Latest article