EDUCARE.CO.ID – Tren belanja online yang terus berkembang menginspirasi dua murid Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) 3 Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) untuk menciptakan robot pengangkut barang. Berbekal pengetahuan elektronika dan pemrograman, Alfino M. Pratama dan Muhammad Zidan Alfarizky merancang robot yang mampu mengambil serta memindahkan barang menggunakan mekanisme pencapit.
Inovasi tersebut mengantarkan keduanya meraih Juara Harapan 2 kategori robotika dalam Olimpiade TIK, Informatika, dan KKA Nasional (OTN) 8 Tahun 2026. Kompetisi berlangsung pada 29 Oktober hingga 1 November 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Senayan, Jakarta.
Robot karya Alfino dan Zidan mengandalkan gripper atau pencapit untuk mengambil dan memindahkan barang. Mereka menghubungkan perangkat dengan telepon seluler melalui koneksi Bluetooth, sedangkan mikrokontroler ESP32 berfungsi sebagai pusat pengendali sistem.
Gagasan ini berangkat dari pengamatan sederhana terhadap meningkatnya aktivitas belanja daring. Pertumbuhan transaksi online turut mendorong kebutuhan pengiriman dan pemindahan barang dalam kegiatan logistik.
“Alasan kami membuat ini karena sekarang kan banyak belanja online, jadi pasti kebutuhan logistik untuk pengiriman barang makin tinggi. Kami membuat robot yang bisa memindahkan barang lewat capitannya, dan ini dikontrol lewat handphone via mikrokontroler (ESP32) yang tersambung koneksi bluetooth,” ujar Alfino seusai kompetisi.
Robot Dirancang dengan Pencapit dan Mikrokontroler ESP32
Dalam pengembangan robot tersebut, Alfino dan Zidan memadukan komponen elektronika dengan pemrograman. Mereka merancang mekanisme pencapit agar robot dapat mengambil objek, kemudian memindahkannya sesuai perintah dari telepon seluler.
Penggunaan ESP32 memungkinkan sistem menerima perintah melalui koneksi Bluetooth. Dengan demikian, pengguna dapat mengendalikan pergerakan robot tanpa harus mengoperasikannya secara langsung melalui rangkaian tombol pada perangkat.
Proyek ini memperlihatkan penerapan pembelajaran teknologi dalam bentuk karya nyata. Kedua murid tidak hanya mempelajari teori elektronika, tetapi juga mencoba menghubungkan berbagai komponen agar robot dapat menjalankan fungsi yang mereka rancang.
Kompetisi Robotika Pertama, Langsung Raih Penghargaan Nasional
Penghargaan di OTN 8 memiliki arti tersendiri bagi Alfino dan Zidan. Sebab, kompetisi tersebut menjadi pengalaman pertama mereka mengikuti perlombaan robotika.
Sebelum mengikuti kompetisi, Alfino sudah menaruh minat pada dunia elektronika sejak duduk di bangku SMP. Namun, kesempatan untuk mengembangkan ketertarikan tersebut semakin terbuka setelah ia bergabung dengan SNT 3 OIKN.
Menurut Alfino, sekolah menyediakan fasilitas untuk merakit robot sekaligus membuka kesempatan mengikuti kompetisi. Guru pembimbing juga mendampingi proses belajar dengan memberikan arahan mengenai tahapan dan skema rangkaian.
“Pas masuk SNT, kami dapat fasilitas penuh untuk merangkai robot dan ikut kompetisi. Guru pembimbing juga sangat sabar mendampingi; kami diarahkan urutan dan skema rangkaiannya, tapi perakitan tetap kami kerjakan mandiri,” ungkap Alfino.
Pola pendampingan tersebut memberi ruang bagi keduanya untuk terlibat langsung dalam proses perakitan. Guru memberikan arahan teknis, sementara Alfino dan Zidan mengerjakan rangkaian serta menguji fungsi robot secara mandiri.
Hadapi Tantangan Rangkaian Kabel dan Pemrograman
Proses merakit robot tidak selalu berjalan mulus. Alfino dan Zidan perlu memastikan setiap komponen terhubung dengan benar agar sistem dapat bekerja sesuai rancangan.
Zidan mengungkapkan bahwa penyusunan sambungan kabel menjadi salah satu tantangan yang membutuhkan ketelitian. Kesalahan pada rangkaian dapat mengganggu fungsi perangkat sehingga keduanya harus memeriksa kembali setiap sambungan dan melakukan pengujian.
Mereka juga perlu memahami hubungan antara perangkat keras dan program yang mengendalikan robot. Ketika satu bagian tidak bekerja sebagaimana mestinya, keduanya harus menelusuri penyebabnya sebelum mencoba kembali.
Melalui proses tersebut, Alfino dan Zidan belajar menyelesaikan persoalan teknis secara bertahap. Pengalaman ini sekaligus melatih ketekunan, kemampuan memecahkan masalah, dan kerja sama dalam mengembangkan sebuah karya.
Ingin Kembangkan Robotika hingga Kompetisi Internasional
Keikutsertaan dalam OTN 8 membuka pengalaman baru bagi kedua murid. Mereka dapat memperkenalkan hasil karya, bertemu peserta dari berbagai daerah, serta mengukur kemampuan dalam bidang robotika.
Selain robotika, lingkungan sekolah juga memberi kesempatan kepada murid untuk mengeksplorasi minat lain, seperti pencak silat dan seni tari. Dukungan fasilitas serta pendampingan guru menjadi salah satu faktor yang membantu murid mengembangkan potensi mereka.
Meski sudah membawa pulang penghargaan tingkat nasional, Alfino dan Zidan masih ingin melanjutkan perjalanan di bidang robotika. Keduanya bercita-cita mengembangkan kemampuan dan suatu hari mengikuti kompetisi internasional, termasuk di Jepang.
Alfino juga berpesan agar murid lain terus mengembangkan kemampuan dan tidak mudah menyerah ketika menghadapi kesulitan.
“Kuncinya menjaga konsistensi. Saya tidak boleh cepat puas, ilmu yang ada harus terus dikembangkan. Buat teman-teman yang sedang menggali potensi diri, manfaatkan fasilitas yang ada sebaik mungkin dan jangan mudah menyerah,” pesan Alfino.
Prestasi Alfino dan Zidan menunjukkan bagaimana pengamatan terhadap kebutuhan sehari-hari dapat menjadi titik awal sebuah inovasi. Dengan dukungan fasilitas, bimbingan guru, dan kesempatan untuk bereksperimen, murid dapat mengubah gagasan sederhana menjadi karya teknologi yang kompetitif.

