EDUCARE.CO.ID – Dosen dan mahasiswa Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Pontianak mengembangkan inovasi makanan tambahan bernama FeBean Choco sebagai salah satu upaya mendukung pencegahan anemia pada remaja putri. Produk berbahan dasar cokelat dan kacang hijau ini mengandung fortifikasi zat besi yang dirancang sebagai alternatif camilan bergizi bagi pelajar.
Tim memperkenalkan FeBean Choco melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (Pengabmas) di SMP Negeri 2 Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat. Program tersebut menggabungkan edukasi kesehatan, pemeriksaan hemoglobin (Hb), serta pengenalan makanan tambahan yang dapat mendukung pemenuhan kebutuhan zat besi.
FeBean Choco memadukan cokelat dengan kacang hijau (Vigna radiata L.). Tim juga menambahkan zat besi jenis Ferrous Fumarate untuk memperkaya kandungan mikronutrien produk tersebut.
Melalui pendekatan ini, tim ingin menghadirkan pilihan makanan tambahan yang lebih menarik bagi remaja putri. Dengan begitu, upaya pemenuhan asupan zat besi dapat berjalan berdampingan dengan edukasi mengenai pentingnya pencegahan anemia.
FeBean Choco Jadi Alternatif Makanan Tambahan untuk Remaja Putri
Anemia masih menjadi salah satu persoalan kesehatan yang perlu mendapat perhatian pada kelompok remaja putri. Kekurangan zat besi dapat memengaruhi kondisi fisik dan konsentrasi sehingga berpotensi mengganggu aktivitas belajar sehari-hari.
Karena itu, tim Pengabmas Poltekkes Kemenkes Pontianak menghadirkan FeBean Choco sebagai alternatif Pemberian Makanan Tambahan (PMT). Produk ini mengombinasikan bahan pangan yang akrab dengan keseharian anak sekolah dan fortifikasi zat besi.
Tim berharap pendekatan tersebut dapat membuat remaja lebih tertarik mengonsumsi makanan bergizi. Namun, FeBean Choco tetap berperan sebagai pendukung pemenuhan gizi, bukan pengganti Tablet Tambah Darah (TTD) atau penanganan medis bagi siswi yang mengalami anemia.
Pihak SMP Negeri 2 Sungai Raya menyambut positif program tersebut. Sekolah juga mengapresiasi keterlibatan dosen dan mahasiswa dalam memberikan edukasi serta dukungan pemeriksaan kesehatan bagi para siswi.

Edukasi Anemia Disertai Pemeriksaan Hemoglobin
Selain memperkenalkan FeBean Choco, tim memberikan edukasi mengenai anemia dan dampaknya terhadap kesehatan remaja putri. Para siswi mempelajari gejala 5L, yakni lesu, lelah, letih, lemah, dan lalai.
Materi edukasi juga membahas pentingnya asupan zat besi serta kebiasaan mengonsumsi TTD secara rutin sesuai anjuran tenaga kesehatan. Dengan pemahaman tersebut, para siswi diharapkan lebih mengenali risiko anemia dan memahami langkah pencegahannya.
Tim kemudian melengkapi kegiatan edukasi dengan skrining kesehatan melalui pemeriksaan kadar hemoglobin (Hb) darah. Pemeriksaan ini membantu mengidentifikasi siswi yang memerlukan perhatian lebih lanjut dari tenaga kesehatan.
Berdasarkan sumber Poltekkes Kemenkes Pontianak, program ini mengusung tema “Pembinaan Kesejahteraan Keluarga Dalam Upaya Pencegahan Anemia Melalui Diversifikasi Olahan Pangan Dengan Fortifikasi Zat Besi Sebagai Alternatif PMT Anak Sekolah”.
Mulyanita selaku ketua tim Pengabmas menjelaskan bahwa kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah memiliki peran penting dalam memperkuat upaya pencegahan anemia sejak usia remaja.
“Melalui sinergi antara perguruan tinggi dan institusi pendidikan dasar, langkah nyata pencegahan anemia di sekolah tidak hanya menjadi agenda kesehatan semata, melainkan fondasi kokoh dalam mencetak generasi putri yang sehat, tangguh, dan siap menyongsong masa depan bangsa yang gemilang,” ungkap Mulyanita.
Program Berlangsung dalam Dua Tahap
Tim Pengabmas melaksanakan kegiatan ini melalui dua kali pertemuan. Pertemuan pertama berlangsung pada 17 Juni 2026.
Sementara itu, tim semula menjadwalkan tahap kedua pada awal Juli. Namun, kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menyelimuti Kalimantan Barat membuat aktivitas sekolah terhenti sementara.
Setelah kegiatan belajar mengajar kembali aktif pada awal Oktober, tim melanjutkan program pada Jumat, 16 Oktober 2026. Tahap kedua tersebut menjadi kesempatan bagi tim untuk melanjutkan pembinaan sekaligus melaksanakan rangkaian pemeriksaan kesehatan bagi para siswi.
Kegiatan ini dipimpin oleh Mulyanita bersama dua dosen, yaitu Ayu Rafiony dan Septiana M. Deba Ginting. Ahli Gizi dari Puskesmas Sungai Raya Dalam, Suyanti, turut mendampingi pelaksanaan program.
Kolaborasi tersebut mempertemukan unsur perguruan tinggi, sekolah, dan fasilitas pelayanan kesehatan. Ketiganya berperan dalam mendukung edukasi gizi serta meningkatkan perhatian terhadap kondisi kesehatan remaja putri.
Poltekkes Pontianak Serahkan Peralatan Penunjang UKS
Tim Pengabmas juga memberikan dukungan berupa sejumlah peralatan kesehatan untuk Unit Kesehatan Sekolah (UKS) SMP Negeri 2 Sungai Raya. Bantuan ini bertujuan menunjang kegiatan pemeriksaan kesehatan di lingkungan sekolah.
Peralatan yang diserahkan meliputi:
- Satu unit tensimeter digital.
- Satu unit termometer inframerah (thermogun).
- Satu set alat pemeriksaan hemoglobin (Hb) lengkap.
- Satu unit alat ukur tinggi badan (microtoise).
- Satu unit timbangan berat badan.
Ketersediaan peralatan tersebut dapat membantu sekolah mendukung kegiatan pemantauan kesehatan siswa. Selain itu, dukungan ini memperkuat keberlanjutan program setelah rangkaian Pengabmas selesai.
Melalui edukasi anemia, skrining hemoglobin, pengenalan FeBean Choco, dan dukungan peralatan UKS, Poltekkes Kemenkes Pontianak mendorong pendekatan pencegahan anemia yang melibatkan berbagai pihak.
Upaya tersebut juga menegaskan pentingnya perhatian terhadap kesehatan remaja putri sejak usia sekolah. Dengan dukungan keluarga, sekolah, perguruan tinggi, dan tenaga kesehatan, para siswi dapat membangun kebiasaan hidup sehat serta lebih memahami kebutuhan gizi tubuhnya.

