Baru Belajar Coding, Murid SNT 5 Tidore Langsung Juara 1 Nasional Lewat Game Penjaga Pulau

Must read

EDUCARE.CO.ID – Belum genap beberapa bulan mengenal pemrograman, Nahjul Tazkiyyah sudah berhasil menciptakan permainan digital yang membawanya meraih juara pertama kompetisi nasional. Murid kelas VII Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) 5 Tidore Kepulauan, Maluku Utara, itu mengembangkan game bertema lingkungan dan kebencanaan melalui pembelajaran coding di sekolahnya.

Karya berjudul Tidore AI Quest: Misi Penjaga Pulau mengantarkan Nahjul meraih juara pertama kategori Coding Membuat Game jenjang SMP dalam Olimpiade TIK Informatika KKA Nasional (OTN) 8 Tahun 2026. Kompetisi tersebut berlangsung pada 29 Oktober hingga 1 November 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Senayan, Jakarta.

Pencapaian ini menjadi pengalaman istimewa bagi Nahjul. Sebab, sebelum mengikuti pembelajaran di SNT, ia belum mengenal coding maupun proses pembuatan permainan digital.

Berawal dari Tidak Mengenal Coding

Perjalanan Nahjul di dunia pemrograman bermula ketika ia mulai belajar di SNT. Pada awalnya, ia menganggap coding sebagai materi yang sulit karena harus memahami berbagai kode dan logika pemrograman.

Namun, rasa ingin tahu membuatnya terus mempelajari hal baru. Dengan mengikuti pembelajaran dan arahan guru, Nahjul perlahan memahami cara kerja pemrograman hingga mampu membuat permainan digital sendiri.

“Saya melihat coding seperti sesuatu yang sulit karena kode-kodenya. Tetapi, semakin hari setelah dipelajari ternyata gampang jika sudah mengerti,” ungkap Nahjul.

Pengalaman tersebut menunjukkan bahwa keterampilan teknologi tidak selalu harus berawal dari kemampuan yang sudah dikuasai. Kesempatan belajar, kemauan mencoba, dan pendampingan yang tepat dapat membantu murid membangun kemampuan secara bertahap.

Tidore AI Quest Angkat Isu Lingkungan dan Kebencanaan

Nahjul tidak sekadar membuat game untuk menghadirkan hiburan. Ia memilih persoalan yang dekat dengan kehidupan masyarakat Tidore Kepulauan sebagai inti permainan.

Melalui Tidore AI Quest: Misi Penjaga Pulau, pemain menjalankan tiga misi utama, yaitu mitigasi kebakaran, kesiapsiagaan menghadapi tsunami, serta membersihkan pantai dan memilah sampah.

Pemilihan tema tersebut berkaitan dengan kondisi lingkungan tempat tinggal Nahjul. Sebagai wilayah kepulauan yang dikelilingi laut, Tidore memiliki kebutuhan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap potensi bencana, termasuk tsunami.

Selain kebencanaan, Nahjul juga mengangkat persoalan sampah di kawasan pesisir. Melalui misi membersihkan pantai dan memilah sampah, ia mengajak pemain mengenali pentingnya menjaga lingkungan serta mengelola sampah dengan lebih bertanggung jawab.

Gagasan tersebut memperlihatkan bagaimana teknologi dapat menjadi media pembelajaran yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Coding tidak hanya membantu Nahjul menciptakan permainan, tetapi juga memberinya ruang untuk menyampaikan pesan mengenai keselamatan dan kepedulian lingkungan.

Nahjul mengembangkan Tidore AI Quest: Misi Penjaga Pulau setelah mengenal coding melalui pembelajaran di sekolah. Game tersebut mengangkat tiga tema utama, yakni mitigasi kebakaran, kesiapsiagaan tsunami, serta kebersihan dan pengelolaan sampah di wilayah pesisir.

Dukungan Guru dan Keluarga Bantu Nahjul Berkembang

Dalam proses belajar, Nahjul tidak berjalan sendiri. Guru di SNT memperkenalkan dasar-dasar pemrograman sekaligus mendampinginya ketika menghadapi materi yang belum ia pahami.

Nahjul juga memanfaatkan kesempatan untuk bertanya dan mencoba kembali saat menemui kesulitan. Dukungan orang tua turut mendorongnya agar tetap percaya diri dalam mengembangkan kemampuan.

Menurut Nahjul, suasana belajar yang menyenangkan membuatnya semakin berani mencoba hal baru. Guru yang ramah, teman-teman yang saling mendukung, serta kesempatan mengeksplorasi berbagai bidang menjadi pengalaman berharga selama bersekolah di SNT.

Pendekatan pembelajaran SNT mengintegrasikan sains, teknologi, rekayasa, seni, matematika, dan olahraga melalui konsep STEAMS. Sekolah juga mendorong murid menjadikan potensi serta persoalan lokal sebagai sumber inspirasi dalam proses belajar.

Melalui pendekatan tersebut, murid tidak hanya mempelajari teori di kelas. Mereka juga mendapat kesempatan menghubungkan pengetahuan dengan persoalan nyata, kemudian menuangkannya dalam bentuk karya.

Direktur Sekolah Terintegrasi Apresiasi Prestasi Nahjul

Direktur Sekolah Terintegrasi, Nandana Aditya Bhaswar, mengapresiasi pencapaian murid SNT dalam kompetisi coding dan robotika tingkat nasional. Ia menilai kompetisi dapat menjadi ruang bagi murid untuk mengenali kemampuan sekaligus mengukur perkembangan diri.

“Yang paling penting, adik-adik semua bisa menilai dirinya sendiri. Mungkin sebelumnya belum pernah mengikuti kompetisi seperti ini, tetapi sekarang sudah berada di posisi ini. Kemajuan itulah yang harus dipertahankan,” ujarnya.

Apresiasi tersebut menekankan bahwa pengalaman mengikuti kompetisi memiliki nilai lebih dari sekadar hasil akhir. Murid juga belajar menghadapi tantangan, membangun kepercayaan diri, dan mengenali potensi yang sebelumnya belum mereka sadari.

Prestasi Nahjul menjadi salah satu capaian awal SNT sejak sekolah tersebut memulai kegiatan pembelajaran pada Agustus 2026. Dalam waktu kurang dari tiga bulan, ia berhasil mempelajari keterampilan baru, mengembangkan sebuah game, dan meraih penghargaan tingkat nasional.

Dari Tidore, Nahjul Ingin Terus Kembangkan Kemampuan Coding

Bagi Nahjul, kemenangan di OTN 8 bukan hanya tentang membawa pulang penghargaan. Pengalaman tersebut memberinya pelajaran bahwa keberanian memulai dan konsistensi belajar dapat membuka kesempatan untuk berkembang.

“Prestasi itu bukan sekadar memenangkan lomba, tetapi juga berusaha dan berani mencoba,” tuturnya.

Ke depan, Nahjul ingin memperdalam kemampuan coding dan mengikuti lebih banyak kompetisi, termasuk di tingkat internasional. Ia juga mengajak teman-temannya agar tidak ragu mempelajari hal baru meskipun pada awalnya terasa sulit.

“Teman-teman jangan takut untuk mencoba. Kalau tidak mencoba, kita tidak bisa menjadi apa-apa,” pesannya.

Dari sebuah pembelajaran coding yang baru dikenalnya, Nahjul berhasil menciptakan karya dengan pesan yang dekat dengan kehidupan masyarakat. Tidore AI Quest sekaligus memperlihatkan bahwa persoalan lingkungan dan kebencanaan di daerah dapat menjadi sumber inspirasi bagi inovasi teknologi generasi muda.

More articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Latest article