EDUCARE.CO.ID – Mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU), M. Ghozi Muzakki, mengeksplorasi potensi jamur tiram sebagai bahan dasar vegan mushroom patty dalam penelitian di Universiti Sains Malaysia (USM). Riset ini mengkaji pengembangan produk patty nabati melalui formulasi, optimasi hidrokoloid, pengujian karakteristik, hingga evaluasi sensoris.
Ghozi merupakan mahasiswa Program Studi Teknologi Pangan USU angkatan 2023. Ia menjalankan penelitian tersebut selama November 2025 hingga Februari 2026 sebagai bagian dari eksplorasi pengembangan pangan alternatif berbasis tumbuhan.
Dalam penelitian ini, jamur tiram menjadi bahan utama untuk mengembangkan produk patty tanpa daging. Pemilihan bahan tersebut membuka peluang pemanfaatan komoditas nabati dalam bentuk olahan pangan yang memiliki karakteristik berbeda dari produk konvensional.
Namun, pengembangan patty nabati bukan sekadar mengganti daging dengan bahan tumbuhan. Peneliti juga perlu memperhatikan tekstur, struktur, kestabilan, dan cita rasa agar formulasi menghasilkan karakteristik produk sesuai tujuan penelitian.
Jamur Tiram Dieksplorasi sebagai Bahan Patty Nabati

Jamur tiram memiliki potensi sebagai bahan baku dalam pengembangan berbagai produk olahan pangan. Melalui riset ini, Ghozi mengkaji karakteristik jamur tersebut untuk mengetahui kesesuaiannya sebagai bahan dasar vegan mushroom patty.
Proses pengembangan dimulai dengan penyusunan formulasi. Tahapan ini menjadi penting karena komposisi bahan dapat memengaruhi karakteristik fisik maupun kualitas produk akhir.
Peneliti juga perlu memahami sifat setiap bahan yang digunakan. Perbedaan karakteristik bahan baku dapat memengaruhi proses pengolahan sehingga formulasi membutuhkan penyesuaian berdasarkan hasil pengujian.
Pendekatan tersebut memperlihatkan bahwa inovasi pangan berbasis tumbuhan memerlukan proses penelitian yang sistematis. Peneliti tidak cukup hanya mengandalkan kombinasi bahan, tetapi juga perlu mengevaluasi hasil pengolahannya melalui sejumlah parameter.
Optimasi Hidrokoloid Jadi Tahapan Penting Penelitian
Salah satu fokus riset Ghozi terletak pada optimasi hidrokoloid. Dalam teknologi pangan, hidrokoloid merupakan kelompok bahan yang dapat memengaruhi sifat fisik produk, seperti tekstur, kekentalan, dan kestabilan struktur.
Penggunaan hidrokoloid dalam vegan mushroom patty berkaitan dengan upaya mengatur karakteristik produk berbahan dasar jamur tiram. Peneliti perlu menentukan komposisi yang sesuai agar bahan tambahan tersebut mendukung tujuan formulasi.
Selain itu, proses optimasi membantu peneliti memahami hubungan antara komposisi bahan dan karakteristik produk. Setiap perubahan formulasi dapat memengaruhi hasil pengolahan sehingga pengujian menjadi bagian penting dalam proses pengembangan.
Riset ini mencakup formulasi, optimasi hidrokoloid, pengujian karakteristik produk, dan evaluasi sensoris. Seluruh tahapan tersebut saling berkaitan untuk mengkaji potensi jamur tiram sebagai bahan pangan alternatif.
Uji Karakteristik dan Sensoris Evaluasi Kualitas Produk
Setelah menyusun formulasi, penelitian berlanjut pada pengujian karakteristik produk. Tahapan ini membantu peneliti mengevaluasi sifat produk berdasarkan parameter yang digunakan dalam riset.
Pengujian tersebut menjadi dasar untuk melihat bagaimana komposisi bahan dan penggunaan hidrokoloid memengaruhi hasil pengolahan. Dengan demikian, peneliti dapat menilai kesesuaian karakteristik produk terhadap tujuan pengembangan.
Ghozi juga melakukan evaluasi sensoris. Berbeda dari pengujian karakteristik fisik, uji sensoris berfokus pada penilaian terhadap atribut yang dapat dirasakan oleh panelis, seperti tekstur, aroma, rasa, dan penampilan produk sesuai rancangan pengujiannya.
Aspek ini memiliki peran penting dalam pengembangan pangan alternatif. Produk tidak hanya perlu memenuhi pertimbangan teknis, tetapi juga perlu memperhatikan penerimaan konsumen.
Kombinasi kedua jenis pengujian tersebut memberikan gambaran lebih menyeluruh mengenai proses pengembangan vegan mushroom patty. Meski demikian, hasil dan tingkat penerimaan produk tetap perlu merujuk pada data penelitian yang diperoleh.
Penelitian di Malaysia Perluas Pengalaman Akademik Mahasiswa USU
Pelaksanaan riset di Universiti Sains Malaysia memberikan pengalaman akademik bagi Ghozi di luar lingkungan kampus asal. Selama empat bulan, ia terlibat dalam proses eksplorasi bahan baku dan pengembangan formulasi produk berbasis jamur tiram.
Pengalaman tersebut mempertemukan teori yang dipelajari di bangku kuliah dengan praktik penelitian. Ghozi berkesempatan memahami tahapan pengembangan produk secara langsung, mulai dari mengenali karakteristik bahan hingga mengevaluasi hasil pengolahan.
Bagi mahasiswa Teknologi Pangan, pengalaman seperti ini penting untuk memperdalam pemahaman mengenai pengembangan produk secara ilmiah. Proses penelitian juga melatih ketelitian dalam menentukan formulasi, menjalankan pengujian, dan membaca karakteristik hasil percobaan.
Di sisi lain, riset lintas negara membuka ruang pertukaran pengetahuan dan pengalaman akademik. Mahasiswa dapat mengenal lingkungan penelitian yang berbeda sekaligus memperluas wawasan mengenai perkembangan teknologi pangan.
Vegan Mushroom Patty Buka Peluang Eksplorasi Pangan Nabati
Penelitian Ghozi menunjukkan salah satu cara mahasiswa Teknologi Pangan mengeksplorasi bahan nabati menjadi produk olahan alternatif. Melalui pemanfaatan jamur tiram, riset ini mengkaji hubungan antara karakteristik bahan, komposisi formulasi, dan kualitas produk.
Pengembangan vegan mushroom patty juga memperlihatkan bahwa inovasi pangan membutuhkan lebih dari sekadar gagasan kreatif. Proses formulasi, optimasi bahan tambahan, serta pengujian karakteristik dan sensoris menjadi rangkaian penting untuk mengevaluasi produk.
Riset lanjutan masih diperlukan untuk memperkuat hasil pengembangan, termasuk mengkaji mutu, konsistensi formulasi, daya simpan, dan penerimaan konsumen berdasarkan pengujian yang terukur.
Melalui penelitian tersebut, Ghozi menambah pengalaman dalam bidang inovasi pangan berbasis tumbuhan. Riset ini sekaligus memperlihatkan peran mahasiswa dalam mengeksplorasi potensi bahan pangan melalui pendekatan ilmiah dan pengembangan teknologi pengolahan.

