Belajar Sambil Bermain, InFunTive Hadirkan Cara Kreatif Kembangkan Bahasa Anak Usia Dini

Must read

EDUCARE.CO.ID – Mengajak anak usia dini berbicara dan berinteraksi tidak selalu harus melalui kegiatan belajar formal. Mahasiswa Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD), Universitas Al-Falah As-Sunniyyah (UAS), menghadirkan pendekatan InFunTive (Interaktif, Fun, dan Kreatif) melalui permainan pasar buah di RA Bustanul Ulum Krai, Rabu (21/10/2026).

Inovasi ini mengajak anak kelompok B berusia 5–6 tahun mengembangkan kemampuan komunikasi melalui kegiatan bermain peran dengan tema profesi dan subtema pedagang buah. Anak mendapat kesempatan menjadi pedagang, pembeli, maupun penata buah sambil berlatih berbicara dalam situasi yang menyerupai kehidupan sehari-hari.

Hanif Ayuni Rahma, salah satu mahasiswa PPL PIAUD UAS yang terlibat dalam penelitian tersebut, menjelaskan bahwa kegiatan ini berangkat dari pengamatan terhadap kemampuan komunikasi anak. Sebagian anak masih kurang percaya diri ketika berbicara, memiliki kosakata terbatas, dan belum aktif menyampaikan pendapat.

Menurut Hanif, komunikasi menjadi bagian penting dalam perkembangan anak usia dini. Kemampuan ini tidak hanya mencakup keterampilan berbicara, tetapi juga keberanian mengungkapkan gagasan dan perasaan, mendengarkan orang lain, serta merespons percakapan.

“Melalui pendekatan InFunTive, kami ingin menghadirkan suasana pembelajaran yang menyenangkan dan memberi kesempatan kepada anak untuk terlibat langsung dalam komunikasi. Anak tidak hanya mendengarkan penjelasan guru, tetapi juga belajar berbicara dan berinteraksi melalui pengalaman bermain,” jelasnya.

Ubah Ruang Kelas Menjadi Pasar Buah Sederhana

Untuk menghadirkan pengalaman bermain yang lebih nyata, mahasiswa bersama guru menata ruang kelas menyerupai pasar buah. Mereka menyiapkan berbagai media konkret, seperti replika buah, keranjang, timbangan mainan, dan uang mainan.

Anak-anak kemudian memilih peran sesuai minat masing-masing. Ada yang bertugas menawarkan buah sebagai pedagang, membeli buah, hingga menata dagangan.

Mahasiswa memulai kegiatan dengan mengenalkan tema profesi dan membagikan peran kepada anak. Setelah itu, mereka mengajak anak menjalankan aktivitas jual beli sederhana.

Dalam permainan tersebut, anak berlatih menawarkan dagangan, menanyakan harga, menyebutkan nama buah, dan membangun percakapan antara pedagang dengan pembeli. Situasi bermain memberi mereka kesempatan untuk menggunakan bahasa secara langsung, bukan sekadar menghafal kosakata.

Anak Mulai Berani Berbicara dan Mengenal Kosakata Baru

Hanif mengungkapkan bahwa pada awal kegiatan, sebagian anak masih tampak pasif dan ragu untuk berbicara. Namun, selama permainan berlangsung, mereka mulai menunjukkan keterlibatan yang lebih aktif.

Anak mulai berani menawarkan dagangan, mengajukan pertanyaan, menyampaikan pendapat, serta merespons ucapan teman. Mereka juga menggunakan kalimat sederhana sesuai peran yang dimainkan.

Salah satu contoh percakapan muncul ketika seorang anak menawarkan buah kepada pembeli dengan mengatakan, “Bu, beli jeruknya, manis loh.”

Selain melatih keberanian berbicara, permainan ini memperkenalkan kosakata baru kepada anak. Beberapa kata yang muncul selama aktivitas antara lain timbangan, harga, manis, dan masak. Anak juga belajar menyebutkan berbagai jenis buah.

Kegiatan jual beli turut melatih komunikasi dua arah. Anak belajar menunggu giliran berbicara, mendengarkan lawan bicara, dan melanjutkan dialog sederhana melalui proses tawar-menawar.

Penelitian Libatkan 12 Anak Kelompok B

Berdasarkan sumber laman resmi Universitas Al-Falah As-Sunniyyah, penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif.

Tim melibatkan 12 anak kelompok B dan satu guru kelas. Mereka mengumpulkan data melalui observasi, wawancara dengan guru, serta dokumentasi berupa foto, rekaman aktivitas, dan catatan percakapan anak.

Hanif menjelaskan bahwa tim menganalisis data menggunakan model Miles dan Huberman. Proses tersebut mencakup reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.

Untuk memeriksa keabsahan temuan, tim juga menerapkan triangulasi sumber dan teknik. Tahapan ini membantu peneliti membandingkan informasi dari berbagai sumber dan metode pengumpulan data.

Tiga Unsur InFunTive Dorong Keterlibatan Anak

Menurut Hanif, setiap unsur dalam pendekatan InFunTive memiliki peran dalam membangun pengalaman belajar anak.

Unsur interaktif mendorong anak terlibat dalam percakapan dan aktivitas bersama teman. Mereka tidak hanya menerima arahan, tetapi juga mengambil bagian dalam permainan dan merespons situasi yang muncul.

Unsur fun menghadirkan suasana belajar yang menyenangkan. Lingkungan bermain membantu anak merasa lebih nyaman ketika berbicara dan mengekspresikan diri.

Sementara itu, unsur kreatif memberi ruang bagi anak untuk berimajinasi. Mereka dapat menentukan peran, mengembangkan situasi permainan, dan menyusun dialog sesuai pengalaman masing-masing.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan bermain peran melalui pendekatan InFunTive membantu menstimulasi kemampuan komunikasi anak. Selama kegiatan, anak menunjukkan keaktifan, keberanian berbicara, penggunaan kosakata yang lebih beragam, dan kemampuan membangun percakapan dua arah.

InFunTive Jadi Alternatif Pembelajaran PAUD

Hanif berharap pendekatan InFunTive dapat menginspirasi pendidik PAUD dalam merancang kegiatan belajar yang berpusat pada anak. Menurutnya, permainan dan penggunaan media konkret dapat membuka lebih banyak kesempatan bagi anak untuk berkomunikasi.

“Kami berharap inovasi pembelajaran ini dapat menjadi alternatif bagi para pendidik PAUD dalam menciptakan kegiatan belajar yang berpusat pada anak. Dengan memanfaatkan permainan dan media konkret, proses pembelajaran diharapkan tidak hanya menyenangkan, tetapi juga mampu menstimulasi perkembangan bahasa dan keterampilan sosial anak secara optimal,” pungkasnya.

Inovasi permainan pasar buah ini memperlihatkan bagaimana kegiatan sederhana dapat menjadi sarana stimulasi komunikasi anak usia dini. Melalui pengalaman bermain, anak berkesempatan melatih kemampuan bahasa sekaligus membangun keterampilan sosial bersama teman dan guru.

More articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Latest article