Mahasiswa UM Kembangkan EDUKIT BloodTrack, Siswa Bisa Simulasikan Aliran Darah dan Ukur Denyut Nadi

Must read

EDUCARE.CO.ID – Materi sistem peredaran darah manusia kerap menjadi tantangan dalam pembelajaran IPA karena peserta didik sulit mengamati langsung proses yang berlangsung di dalam tubuh. Menjawab persoalan tersebut, mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM) mengembangkan EDUKIT BloodTrack, media pembelajaran interaktif yang menggabungkan simulasi aliran cairan dengan teknologi sensor.

Tim pengembang terdiri atas Ana Azimatul Ulwiyah sebagai ketua, bersama Dela Nuratika Sari dan Fahra Nafilah Alifia. Mereka mengembangkan perangkat tersebut dengan pendampingan dosen Eka Nurul Qomaliyah, S.Pd., M.Si., serta dukungan Lina Amelia selaku account representative.

EDUKIT BloodTrack mengusung pendekatan Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM). Melalui pendekatan ini, tim ingin membantu siswa memahami mekanisme peredaran darah melalui kegiatan pengamatan dan eksplorasi, bukan hanya mengandalkan penjelasan guru atau gambar dalam buku pelajaran.

Berangkat dari Kesulitan Siswa Memahami Peredaran Darah

Tim UM mengembangkan EDUKIT BloodTrack setelah menemukan kendala dalam pembelajaran sistem peredaran darah manusia. Materi ini tergolong abstrak karena siswa tidak dapat melihat secara langsung bagaimana darah mengalir melalui jantung dan pembuluh darah.

Akibatnya, sebagian peserta didik kesulitan memahami hubungan ant organ serta membedakan mekanisme peredaran darah besar dan kecil. Padahal, pemahaman terhadap kedua proses tersebut menjadi bagian penting dalam mempelajari sistem sirkulasi manusia.

Tim kemudian melakukan observasi dan analisis kebutuhan di sekolah mitra, SMP Negeri 25 Malang. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa pembelajaran masih banyak mengandalkan buku paket, ilustrasi dua dimensi, dan metode ceramah.

Kondisi tersebut mendorong tim untuk merancang media yang dapat menghadirkan gambaran lebih konkret. Mereka ingin siswa tidak hanya membaca penjelasan, tetapi juga melihat simulasi dan mencoba fitur yang tersedia secara langsung.

Simulasikan Aliran Darah dengan Pompa Mini

EDUKIT BloodTrack menghadirkan simulasi sederhana mekanisme peredaran darah melalui aliran cairan di dalam selang. Tim menyusun jalur selang menyerupai lintasan peredaran darah manusia, kemudian menggunakan pompa mini untuk menggerakkan cairan.

Melalui simulasi tersebut, siswa dapat mengamati pergerakan cairan sebagai gambaran proses sirkulasi. Media ini juga membantu guru menjelaskan perbedaan jalur peredaran darah besar dan kecil melalui visualisasi yang lebih mudah diamati.

Selain simulasi aliran cairan, perangkat ini memiliki fitur pengukuran denyut nadi. Pengguna cukup meletakkan jari pada sensor detak jantung agar sistem dapat membaca frekuensi denyut nadi.

Perangkat kemudian menampilkan hasil pengukuran pada layar dalam satuan beats per minute (BPM) atau denyut per menit. Buzzer juga memberikan tanda suara ketika hasil pembacaan berada di bawah atau di atas rentang normal yang telah ditentukan dalam sistem.

Fitur tersebut memberi kesempatan kepada siswa untuk mengenal hubungan antara aktivitas jantung dan frekuensi denyut nadi. Dengan demikian, EDUKIT BloodTrack menggabungkan pembelajaran konsep sirkulasi darah dengan pengenalan teknologi sensor.

Lengkapi Media dengan LKPD Berbasis STEM

Tim UM tidak hanya mengembangkan perangkat fisik. Mereka juga menyiapkan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) berbasis STEM dan panduan penggunaan EDUKIT BloodTrack.

LKPD tersebut membantu siswa menjalankan kegiatan pengamatan, mencatat hasil simulasi, dan menganalisis informasi yang mereka peroleh. Sementara itu, panduan penggunaan membantu guru dan peserta didik mengoperasikan perangkat sesuai tahapan pembelajaran.

Integrasi STEM terlihat dari penerapan empat bidang ilmu dalam satu media. Sains hadir melalui materi sistem peredaran darah manusia. Teknologi muncul melalui penggunaan sensor dan mikrokontroler.

Selanjutnya, unsur rekayasa terlihat dalam proses perancangan serta perakitan perangkat. Adapun matematika berperan ketika siswa mengamati dan menginterpretasikan data hasil pengukuran denyut nadi.

Perangkat ini menggabungkan simulasi peredaran darah, pengukuran denyut nadi, LKPD berbasis STEM, dan panduan penggunaan. Kombinasi tersebut menjadi upaya tim untuk menghadirkan pembelajaran IPA yang lebih interaktif dan kontekstual.

Pengujian Awal Pastikan Komponen Berfungsi

Dalam proses pengembangan, tim menjalankan beberapa tahapan. Mereka memulai dengan mengidentifikasi kebutuhan pembelajaran, merancang desain media, menyiapkan alat dan bahan, serta membuat prototipe.

Setelah merakit perangkat, tim melakukan pengujian awal untuk memeriksa fungsi setiap komponen. Mereka memastikan pompa mini mampu mengalirkan cairan melalui selang dan sensor dapat membaca denyut nadi pengguna.

Tim juga memeriksa kemampuan layar dalam menampilkan hasil pengukuran serta fungsi buzzer sebagai indikator suara. Hasil pengujian awal menunjukkan bahwa komponen utama EDUKIT BloodTrack dapat bekerja sesuai fungsi dasarnya dan terintegrasi dalam satu perangkat.

Meski demikian, pengembangan media ini masih memerlukan tahapan lanjutan. Tim perlu melakukan validasi ahli dan uji coba terbatas untuk menilai kelayakan, kepraktisan, serta tanggapan pengguna terhadap perangkat tersebut.

Tahapan lanjutan itu penting sebelum tim dapat menilai efektivitas EDUKIT BloodTrack dalam meningkatkan pemahaman siswa. Pengujian fungsi alat saja belum cukup untuk membuktikan peningkatan hasil belajar.

Dorong Pembelajaran IPA Lebih Aktif dan Kontekstual

Melalui EDUKIT BloodTrack, tim UM ingin mengubah pengalaman belajar sistem peredaran darah menjadi kegiatan yang lebih aktif. Siswa dapat mengamati simulasi aliran cairan, mencoba sensor denyut nadi, dan menghubungkan hasil pengamatan dengan materi yang mereka pelajari.

Pendekatan ini juga membuka ruang bagi guru untuk mengembangkan kegiatan belajar yang melibatkan siswa secara langsung. Guru dapat mengarahkan peserta didik untuk mengamati, mengajukan pertanyaan, mencatat hasil, dan membahas hubungan antara fungsi jantung dengan proses sirkulasi darah.

Tim berharap EDUKIT BloodTrack dapat menjadi alternatif media pembelajaran IPA di sekolah. Mereka juga ingin perangkat ini membantu guru menyampaikan materi abstrak melalui pengalaman belajar yang lebih konkret.

Inovasi tersebut menunjukkan upaya mahasiswa Universitas Negeri Malang dalam menghubungkan perkembangan teknologi dengan kebutuhan pembelajaran. Melalui integrasi simulasi, sensor, dan pendekatan STEM, EDUKIT BloodTrack menawarkan cara lain untuk mengenalkan sistem peredaran darah manusia kepada peserta didik.

More articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Latest article