EDUCARE.CO.ID – Mahasiswa Kalla Institute, Uwais Abdullah, meraih Juara 1 kategori Qabaq Style dalam ajang Southeast Asian Horseback Archery Warrior Knight Championship (SEAHAWK) 2026 di Terengganu, Malaysia. Prestasi tersebut menjadi pencapaian internasional bagi mahasiswa Program Studi Bisnis Digital sekaligus membawa nama Indonesia dalam kompetisi panahan berkuda tingkat Asia Tenggara.
Kompetisi berlangsung pada 1–4 Oktober 2026 dan mempertemukan atlet dari berbagai negara. Dalam kategori Qabaq Style, Uwais menunjukkan kemampuan memadukan ketepatan memanah, kecepatan berkuda, konsentrasi, dan penguasaan teknik untuk mencapai posisi tertinggi.
Keberhasilan ini menambah catatan prestasi mahasiswa Kalla Institute di tingkat internasional. Uwais juga membuktikan bahwa mahasiswa dapat mengembangkan minat dan kemampuan di luar bidang akademik.
Qabaq Style Uji Kecepatan dan Ketepatan Atlet
Panahan berkuda atau horseback archery merupakan olahraga yang menuntut koordinasi antara atlet, kuda, dan sasaran. Atlet harus menjaga keseimbangan saat berkuda sekaligus melepaskan anak panah dengan akurat.
Kategori Qabaq Style menghadirkan tantangan tersendiri karena atlet perlu menggabungkan kecepatan, ketepatan, dan penguasaan gerak dalam satu rangkaian pertandingan. Konsentrasi dan kesiapan teknik turut menentukan performa selama kompetisi.
Bagi Uwais, persaingan di SEAHAWK 2026 menjadi kesempatan untuk menguji hasil latihan sekaligus menghadapi atlet dari berbagai negara. Persiapan dan konsistensi menjadi bagian penting dalam perjalanannya hingga meraih gelar juara.
Uwais Bersyukur Bawa Nama Indonesia di Ajang Internasional
Uwais mengaku bersyukur atas pencapaian yang ia raih di Malaysia. Ia memandang SEAHAWK 2026 bukan semata-mata sebagai ajang untuk mengejar kemenangan, tetapi juga kesempatan menguji kemampuan dan menjaga fokus dalam situasi kompetitif.
“Alhamdulillah, saya sangat bersyukur bisa meraih Juara 1 di SEAHAWK 2026. Bagi saya, kompetisi ini bukan hanya tentang memenangkan pertandingan, tetapi juga tentang bagaimana kita bisa menguji kemampuan, menjaga fokus, dan memberikan yang terbaik di setiap kesempatan. Saya juga merasa bangga bisa membawa nama Kalla Institute dan Indonesia di ajang internasional,” ujar Uwais.
Ia ingin menjadikan pencapaian tersebut sebagai dorongan untuk terus meningkatkan kemampuan. Uwais juga berharap dapat kembali mengikuti kompetisi internasional dan meraih hasil yang lebih baik.
“Prestasi ini menjadi motivasi bagi saya untuk terus berlatih dan berkembang. Saya berharap ke depannya bisa kembali mengikuti kompetisi di tingkat internasional dan meraih prestasi yang lebih baik. Saya juga ingin teman-teman mahasiswa Kalla Institute berani mengembangkan potensi dan mengejar prestasi di bidang yang mereka minati,” lanjutnya.
Prestasi Nonakademik Perluas Pengalaman Mahasiswa
Keberhasilan Uwais memperlihatkan bahwa mahasiswa memiliki ruang untuk berkembang melalui berbagai bidang, tidak hanya kegiatan perkuliahan. Kompetisi internasional juga memberi kesempatan untuk membangun kepercayaan diri, melatih mental, dan memperluas pengalaman.
Pengalaman bertanding bersama atlet dari negara lain turut membuka ruang pertemuan dan pertukaran pengalaman. Hal tersebut menjadi bekal bagi mahasiswa untuk mengenali kemampuan diri sekaligus menghadapi tantangan baru.
Sebagai institusi pendidikan yang berfokus pada bidang bisnis dan teknologi, Kalla Institute berupaya mendukung pengembangan kemampuan mahasiswa secara menyeluruh. Dukungan tersebut mencakup kesempatan untuk mengeksplorasi minat, mengikuti kegiatan kompetitif, dan membangun pengalaman di luar ruang kelas.
Juara SEAHAWK 2026 Jadi Motivasi bagi Mahasiswa Kalla Institute
Prestasi Uwais di Malaysia menambah pencapaian mahasiswa Kalla Institute dalam kompetisi internasional. Keberhasilan tersebut juga membawa kebanggaan bagi almamater dan Indonesia.
Uwais berharap pengalamannya dapat mendorong mahasiswa lain untuk lebih berani mengembangkan kemampuan. Setiap mahasiswa memiliki kesempatan untuk mengejar prestasi melalui bidang yang sesuai dengan minat dan potensinya.
Pencapaian ini sekaligus menunjukkan bahwa perjalanan akademik dapat berjalan beriringan dengan pengembangan bakat. Dengan latihan, konsistensi, dan keberanian mengambil peluang, mahasiswa dapat membawa kemampuan mereka ke panggung kompetisi yang lebih luas.

