Mahasiswa UNS Raih Dua Penghargaan Nasional Lewat Inovasi Daur Ulang Kosmetik

Must read

EDUCARE.CO.ID – Dua mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) mencetak prestasi dalam kompetisi bisnis tingkat nasional. Ardina Rizki Ikawati dan Nafissa Kayla Alima Shamim meraih Juara 3 serta penghargaan khusus Best Market Potential di National Business Plan Competition PENA 8.0.

Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menyelenggarakan kompetisi tersebut. Ardina dan Nafissa merupakan mahasiswa Program Studi S1 Ekonomi Pembangunan, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UNS.

Keduanya mengusung Beauture, sebuah platform yang mendorong masyarakat mengumpulkan kemasan kosmetik bekas untuk proses daur ulang. Gagasan ini memadukan konsep ekonomi sirkular dengan sistem penghargaan bagi pengguna.

Beauture Tawarkan Solusi untuk Limbah Kemasan Kosmetik

Beauture berangkat dari persoalan limbah kemasan kosmetik yang belum terkelola secara optimal. Sebagian kemasan sulit terurai dan menambah beban sampah di tempat pemrosesan akhir (TPA).

Melalui Beauture, Ardina dan Nafissa menawarkan sistem pengumpulan kemasan berbasis aplikasi. Pengguna dapat mengakses platform ini melalui perangkat Android maupun iOS.

Masyarakat bisa memilih dua cara untuk menyetorkan kemasan kosong. Pertama, mereka dapat mendatangi Smart Drop-off Box yang bernama BeauBox. Kedua, mereka bisa menggunakan layanan penjemputan ke rumah atau Home Pick-up.

Setelah tim memverifikasi kemasan, sistem akan memberikan poin kepada pengguna. Beauture menamai poin tersebut Beau Points. Pengguna dapat menukarkannya dengan saldo dompet digital (e-wallet) atau voucher diskon.

Sistem penghargaan ini bertujuan meningkatkan partisipasi masyarakat. Melalui insentif tersebut, Beauture ingin menjadikan pengumpulan kemasan bekas sebagai kebiasaan yang lebih praktis dan menarik.

Ubah Kebiasaan Konsumsi Menjadi Ekonomi Sirkular

Ketua tim, Ardina Rizki Ikawati, menjelaskan tujuan pengembangan Beauture. Tim ingin mengubah pola konsumsi yang berakhir dengan pembuangan sampah menjadi sistem yang lebih berkelanjutan.

“Kami ingin mengubah rantai konsumsi linier (take-use-dispose) menjadi ekosistem sirkular yang berkelanjutan. Lewat motto ‘Glow with care, for Earth we share’, Beauture memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk merawat diri sekaligus berkontribusi menjaga kelestarian lingkungan,” jelas Ardina.

Konsep ekonomi sirkular mendorong masyarakat memanfaatkan kembali material yang masih memiliki nilai guna. Karena itu, kemasan bekas tidak harus langsung berakhir sebagai sampah.

Beauture ingin menghubungkan konsumen dengan pihak yang mengelola limbah. Konsumen dapat mengumpulkan kemasan, sedangkan produsen kosmetik dan industri daur ulang berpotensi mendukung proses pengolahan.

Kolaborasi tersebut dapat membantu membangun rantai pengelolaan kemasan yang lebih terintegrasi. Namun, pelaksanaannya tetap memerlukan mitra, fasilitas pengumpulan, dan proses daur ulang yang sesuai dengan jenis material.

FEB UNS Dukung Inovasi Bisnis Mahasiswa

Program Studi S1 Ekonomi Pembangunan FEB UNS menyambut positif prestasi tim Beauture. Ketua program studi, Muhammad Yusuf Indra Purnama, S.E., M.Rech., Ph.D., menyampaikan kebanggaannya atas gagasan kedua mahasiswa tersebut.

“Prodi EP sangat bangga dan mendukung penuh inovasi serta prestasi yang diraih oleh tim Beauture. Gagasan yang diusung tidak hanya menunjukkan kekuatan analisis ekonomi, tetapi juga kepedulian sosial dan lingkungan yang selaras dengan prinsip-prinsip pembangunan berkelanjutan. Kami berkomitmen untuk terus memfasilitasi dan mendorong mahasiswa agar aktif melahirkan pemikiran serta inovasi yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan industri,” ungkapnya.

Menurutnya, gagasan Beauture menggabungkan analisis ekonomi dengan kepedulian terhadap lingkungan. Pendekatan ini juga sejalan dengan prinsip pembangunan berkelanjutan.

Dukungan perguruan tinggi dapat mendorong mahasiswa mengembangkan ide menjadi solusi yang relevan. Selain menghitung peluang pasar, mereka juga perlu memahami kebutuhan masyarakat dan tantangan lingkungan.

Penghargaan Best Market Potential menyoroti potensi pasar dari gagasan Beauture. Untuk mengembangkan konsep tersebut, tim perlu memperkuat kemitraan dan merancang sistem operasional yang sesuai.

Beauture Dukung Tiga Tujuan SDGs

Beauture juga mengacu pada tiga tujuan Sustainable Development Goals (SDGs). Ketiganya mencakup konsumsi dan produksi bertanggung jawab, aksi iklim, serta kemitraan.

Pertama, SDG 12: Responsible Consumption and Production. Tujuan ini mendorong pola konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab. Beauture mendukung upaya tersebut melalui pengumpulan kemasan kosmetik setelah konsumen menggunakannya.

Kedua, SDG 13: Climate Action. Tujuan ini berfokus pada upaya menghadapi perubahan iklim. Pengelolaan limbah yang lebih baik dapat mendukung upaya menjaga lingkungan, bergantung pada proses pengumpulan, pengangkutan, dan daur ulang.

Ketiga, SDG 17: Partnerships for the Goals. Tujuan ini menekankan pentingnya kemitraan untuk mencapai pembangunan berkelanjutan. Beauture mengusung kolaborasi antara konsumen, produsen kosmetik, dan industri daur ulang lokal.

Dalam konsepnya, Beauture juga mengacu pada skema Extended Producer Responsibility (EPR). Skema ini mendorong produsen mengambil tanggung jawab lebih besar terhadap dampak lingkungan dari produk dan kemasannya.

Melalui kolaborasi tersebut, tim ingin membangun ekosistem pengelolaan kemasan kosmetik yang lebih terintegrasi. Pelaksanaannya memerlukan dukungan para mitra, sistem pengumpulan yang efektif, dan kapasitas pengolahan material.

Beauture Buka Peluang Bisnis Ramah Lingkungan

Berdasarkan sumber laman resmi Universitas Sebelas Maret, Ardina Rizki Ikawati dan Nafissa Kayla Alima Shamim mengembangkan Beauture sebagai gagasan bisnis yang menggabungkan peluang pasar dengan kepedulian lingkungan.

Prestasi mereka di PENA 8.0 menunjukkan upaya mahasiswa menerapkan ilmu ekonomi untuk menjawab persoalan nyata. Mereka tidak hanya menawarkan layanan pengumpulan kemasan, tetapi juga merancang insentif agar masyarakat tertarik berpartisipasi.

Ke depan, pengembangan Beauture memerlukan kerja sama antara konsumen, produsen kosmetik, dan pelaku industri daur ulang. Dukungan tersebut dapat membantu tim membangun sistem yang lebih praktis dan berkelanjutan.

Melalui Beauture, kedua mahasiswa UNS berharap masyarakat semakin peduli terhadap kemasan kosmetik setelah pemakaian. Inovasi ini juga membuka peluang pengembangan bisnis yang menghubungkan nilai ekonomi dengan tanggung jawab terhadap lingkungan.

More articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Latest article