Campurkan Ikan Lumi-Lumi dan Daun Kelor, Mahasiswa UTU Ciptakan NALUMI

Must read

EDUCARE.CO.ID – Tiga mahasiswa Universitas Teuku Umar (UTU) mengubah potensi ikan lumi-lumi menjadi peluang bisnis melalui produk penyedap rasa alami bernama NALUMI. Inovasi tersebut membawa mereka meraih dua penghargaan nasional dalam 2026 InspireX Summit Fest Competition di Universitas Brawijaya, Malang, pada 10 Oktober 2026.

Tim NALUMI meraih Juara 2 Business Plan National Competition dan Gold Medal Best Paper kategori Kuliner dan Fashion Business Plan. Ketiga inovatornya adalah Friska Ayu Amelia, Hestie Royani, dan Reva Alfiani dari Program Studi Ilmu Administrasi Negara UTU.

Mereka memanfaatkan ikan lumi-lumi, salah satu hasil tangkapan nelayan di Aceh Barat yang memiliki harga jual relatif rendah. Selanjutnya, tim memadukan ikan tersebut dengan daun kelor untuk menghasilkan alternatif penyedap masakan berbahan alami.

NALUMI membawa dua tujuan sekaligus. Selain menawarkan produk pangan inovatif, tim ingin meningkatkan nilai ekonomi hasil tangkapan nelayan. Mereka juga melihat peluang usaha bagi masyarakat pesisir melalui pengolahan komoditas lokal.

Berawal dari Masalah Nelayan, Mahasiswa UTU Kembangkan NALUMI

Gagasan NALUMI muncul dari pengamatan tim terhadap kondisi nelayan di Aceh Barat. Selama ini, ikan lumi-lumi kurang menarik minat pasar sehingga nelayan kerap kesulitan menjualnya dengan harga layak.

Hestie Royani menjelaskan bahwa kondisi tersebut mendorong mereka mencari cara baru untuk mengolah ikan lumi-lumi. Mereka kemudian melihat peluang untuk mengubah komoditas tersebut menjadi produk yang memiliki nilai jual lebih tinggi.

“Ikan lumi-lumi di sekitar kami dianggap biasa saja dan harganya murah. Kami lalu berpikir bagaimana jika diolah menjadi penyedap rasa alami. Ternyata, olahan ini mampu menaikkan nilai jual ikan tersebut,” kata Hestie.

Berangkat dari gagasan itu, tim mengembangkan NALUMI dengan memadukan ikan lumi-lumi dan daun kelor. Mereka ingin menghadirkan produk yang memanfaatkan sumber daya lokal sekaligus memiliki peluang untuk bersaing di pasar.

Selain itu, tim merancang NALUMI agar kelompok pengolah ikan skala rumah tangga dapat mengembangkannya. Jika pengembangan berjalan sesuai rencana, produk ini berpotensi membuka usaha baru dan memperluas pemanfaatan hasil tangkapan nelayan.

Dengan demikian, NALUMI tidak hanya berfokus pada inovasi pangan. Produk ini juga membawa peluang ekonomi bagi masyarakat pesisir, khususnya nelayan dan pelaku usaha pengolahan ikan di Aceh Barat.

Dua Penghargaan Nasional Jadi Hasil Perjuangan Tim NALUMI

Perjalanan menuju prestasi tersebut tidak selalu berjalan mulus. Friska Ayu Amelia, ketua tim NALUMI, mengaku bahwa mereka pernah mengalami kegagalan dalam sejumlah kompetisi sebelumnya.

Meski demikian, pengalaman itu tidak menghentikan langkah mereka. Ketiga mahasiswa tersebut terus mencoba dan mengembangkan gagasan hingga akhirnya meraih dua penghargaan di Universitas Brawijaya.

“Jujur, kami tidak menyangka bisa sampai di titik ini. Dulu kami sering gagal dan pulang tanpa hasil. Sempat terpikir apakah kami memang belum cocok di dunia lomba. Tapi kami terus mencoba lagi. Saat nama kami dipanggil, rasanya campur aduk, senang, lega, dan haru,” ujar Friska.

Bagi tim, pencapaian ini menjadi hasil dari proses belajar dan usaha yang berkelanjutan. Selain merayakan kemenangan, mereka juga memperoleh pengalaman dalam menyusun gagasan bisnis dan mengembangkan produk berbasis potensi daerah.

Prestasi tersebut sekaligus menunjukkan bahwa mahasiswa dapat menghubungkan kreativitas dengan persoalan nyata di masyarakat. Melalui NALUMI, tim mencoba mengubah tantangan pemasaran hasil tangkapan nelayan menjadi peluang usaha.

Dosen UTU Bantu Tim Matangkan Produk dan Rencana Bisnis

Dalam proses pengembangan NALUMI, tim mendapat pendampingan dari dosen pembimbing Agatha Debby Reiza Macella, S.A.P., M.Si. Pendampingan tersebut mencakup riset bahan baku, formulasi produk, dan penyusunan analisis kelayakan bisnis.

Melalui tahapan itu, tim tidak hanya berfokus pada gagasan produk. Mereka juga menyusun pertimbangan bisnis untuk melihat peluang pengembangan NALUMI secara lebih terarah.

Selain kualitas produk, aspek kelayakan usaha menjadi bagian penting dalam rencana pengembangan. Pasalnya, tim ingin membawa NALUMI melampaui kompetisi dan mengarahkannya menjadi produk yang memiliki nilai jual.

Karena itu, riset dan pendampingan dosen berperan dalam membantu mahasiswa menyusun dasar pengembangan produk. Langkah berikutnya ialah menyempurnakan NALUMI agar semakin siap menjangkau calon konsumen.

Mahasiswa UTU Ingin NALUMI Menjangkau Pasar Lebih Luas

Reva Alfiani menegaskan bahwa dua penghargaan nasional tersebut bukanlah akhir perjalanan tim. Sebaliknya, pencapaian itu menjadi motivasi untuk melanjutkan pengembangan NALUMI.

“Kemenangan ini bukan akhir bagi kami. Kami ingin NALUMI terus dikembangkan, produknya disempurnakan, dan dikenal lebih luas, supaya orang tahu bahwa Aceh Barat memiliki potensi sebesar ini,” kata Reva.

Ke depan, tim ingin menyempurnakan produk dan memperluas jangkauan pasarnya. Mereka juga berharap NALUMI dapat membuka peluang bagi masyarakat yang ingin mengembangkan usaha pengolahan hasil perikanan.

Namun, pengembangan menuju pasar yang lebih luas tetap membutuhkan tahapan lanjutan. Tim perlu mematangkan produk dan menilai kesiapan usaha agar NALUMI dapat berkembang secara berkelanjutan.

Berdasarkan sumber laman resmi Universitas Teuku Umar, inovasi penyedap rasa berbahan ikan lumi-lumi dan daun kelor tersebut meraih Juara 2 Business Plan National Competition serta Gold Medal Best Paper dalam 2026 InspireX Summit Fest Competition. Tim mengembangkan gagasan ini untuk meningkatkan nilai ekonomi komoditas lokal dan membuka peluang usaha bagi masyarakat pesisir Aceh Barat.

Pada akhirnya, prestasi NALUMI memperlihatkan upaya mahasiswa UTU dalam menghubungkan inovasi pangan dengan potensi ekonomi daerah. Melalui riset, pendampingan, dan perencanaan bisnis, mereka berharap ikan lumi-lumi dapat memiliki nilai tambah serta memberi manfaat lebih luas bagi masyarakat.

More articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Latest article