EDUCARE.CO.ID – Tim mahasiswa lintas fakultas Universitas Indonesia (UI) meraih Juara 1 dalam kompetisi nasional UI Hackathon 2026. Tim #KuatJadiWNI membawa inovasi InfraGuard AI, sistem berbasis kecerdasan buatan untuk mendukung inspeksi dan pemeliharaan infrastruktur.
Kompetisi bertema “Securing the Digital Frontier & Automating the Future Supply Chain” berlangsung pada 17–18 September 2026. Acara tersebut mengambil tempat di Ballroom Hotel RA Suites Simatupang, Jakarta.
InfraGuard AI memadukan Artificial Intelligence (AI), Building Information Modeling (BIM), dan inspeksi drone. Teknologi ini membantu proses pemeriksaan jembatan agar lebih efisien, terukur, dan aman.
Tim Lintas Fakultas UI Kembangkan InfraGuard AI
Tim #KuatJadiWNI terdiri atas mahasiswa dengan latar belakang ilmu komputer, teknik sipil, teknik mesin, dan akuntansi. Kolaborasi ini melibatkan lima mahasiswa program doktor di lingkungan UI.
Berikut anggota tim pengembang InfraGuard AI:
- Hafidza S. Zahratunnisa, mahasiswa S3 Ilmu Komputer Fasilkom UI, dengan bimbingan Prof. Harry Budi Santoso.
- Naufal Budi Laksono, mahasiswa S3 Teknik Sipil FT UI.
- Amirah Salsabila W. P., mahasiswa S3 Teknik Mesin FT UI.
- Ryananda Putra I., mahasiswa S3 Teknik Mesin FT UI.
- Brilian Shella R. A. S., mahasiswa S3 Akuntansi FEB UI.
Latar belakang akademik yang beragam memperkaya pengembangan solusi ini. Tim memadukan rekayasa infrastruktur, pengolahan data, dan pengelolaan aset dalam satu pendekatan.
InfraGuard AI Bantu Inspeksi Jembatan Lebih Efisien
Pemeriksaan jembatan menuntut ketelitian dan prosedur yang tepat. Petugas juga menghadapi risiko ketika harus menjangkau bagian struktur yang sulit diakses.
InfraGuard AI menawarkan pendekatan digital untuk menjawab tantangan tersebut. Sistem ini menggabungkan drone dengan BIM yang didukung kecerdasan buatan.
Drone membantu mengambil gambar bagian jembatan yang perlu diperiksa. Selanjutnya, AI mendukung analisis kondisi struktur. Sementara itu, BIM membantu menyatukan informasi infrastruktur dalam model digital.
Integrasi teknologi tersebut membantu insinyur mengenali indikasi kerusakan. Mereka juga dapat menentukan bagian yang membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut.
Meski menggunakan AI, sistem ini tetap menempatkan insinyur struktur sebagai pengambil keputusan akhir. Teknologi berfungsi sebagai alat bantu analisis, bukan pengganti penilaian profesional.
Tim Targetkan Inspeksi Jembatan 70 Persen Lebih Cepat
Tim #KuatJadiWNI menargetkan InfraGuard AI mampu mempercepat proses inspeksi jembatan hingga 70 persen. Target ini menjadi salah satu manfaat utama dari pemanfaatan teknologi digital tersebut.
Selain menghemat waktu, sistem ini diharapkan membantu mendeteksi indikasi kerusakan sejak dini. Penggunaan drone juga berpotensi mengurangi kebutuhan petugas untuk menjangkau area berisiko secara langsung.
Tim turut merancang rekam digital terintegrasi untuk setiap aset yang dipantau. Data tersebut dapat membantu pengelola melacak kondisi infrastruktur dari waktu ke waktu.
Informasi yang tersusun secara sistematis memudahkan perencanaan inspeksi dan pemeliharaan. Dengan pemantauan yang lebih terarah, pengelola juga dapat merencanakan perawatan berdasarkan kondisi aset.
Dalam jangka panjang, pendekatan ini berpotensi mendukung perpanjangan usia pakai infrastruktur. Namun, tim tetap perlu menguji target percepatan 70 persen dalam penerapan nyata.
Hasil pengujian dapat bergantung pada kondisi jembatan, kualitas data, dan metode pemeriksaan. Karena itu, pengukuran langsung diperlukan untuk memastikan manfaat sistem.
Inovasi Mahasiswa UI untuk Infrastruktur Nasional
Kemenangan dalam UI Hackathon 2026 memperlihatkan upaya mahasiswa UI memanfaatkan teknologi untuk menjawab persoalan nyata. Melalui InfraGuard AI, tim #KuatJadiWNI mengangkat pemeliharaan infrastruktur sebagai salah satu bidang penerapan kecerdasan buatan.
Pengembangan sistem ini juga menegaskan pentingnya kolaborasi lintas disiplin. Solusi infrastruktur membutuhkan kemampuan rekayasa sekaligus pengelolaan data dan perencanaan aset.
Berdasarkan sumber laman resmi Fakultas Ilmu Komputer UI, InfraGuard AI menargetkan proses inspeksi jembatan yang lebih cepat, deteksi dini kerusakan, dan pemantauan melalui rekam digital terintegrasi.
Tahap pengujian dan penerapan lapangan akan menentukan sejauh mana sistem ini memenuhi kebutuhan operasional. Jika hasilnya sesuai harapan, InfraGuard AI berpotensi mendukung pengelolaan infrastruktur yang lebih aman, efisien, dan berkelanjutan.

