EDUCARE.CO.ID – Mahasiswa Universitas Panca Sakti Bekasi menghadirkan SAKIA (Panca Sakti Bekasi Knowledge & Information Assistant), sebuah inovasi robot asisten cerdas yang memadukan perangkat robotik dengan teknologi chatbot. Melalui karya ini, mahasiswa mencoba mengubah pengetahuan di bidang teknologi menjadi produk yang berpotensi mendukung layanan informasi.
SAKIA mampu merespons pertanyaan pengguna berdasarkan pengetahuan yang tersimpan dalam sistem. Robot ini juga dapat menyampaikan jawaban melalui suara sehingga pengguna bisa berinteraksi secara lebih langsung.
Meski begitu, SAKIA masih berada pada tahap pengembangan awal. Pengguna mengendalikan pergerakan robot melalui remote control, sedangkan sistem chatbot menjawab pertanyaan berdasarkan pola tanya jawab yang telah ditentukan sebelumnya.
SAKIA Gabungkan Robotika dan Chatbot

SAKIA memadukan beberapa bidang teknologi dalam satu perangkat, mulai dari robotika, pemrograman, sistem kendali, hingga interaksi manusia dengan komputer. Integrasi tersebut menjadi bagian dari upaya mahasiswa untuk menghadirkan robot yang tidak hanya bergerak secara fisik, tetapi juga mampu berkomunikasi dengan pengguna.
Melalui fitur chatbot, SAKIA dapat memberikan informasi sesuai dengan pengetahuan yang tersedia dalam sistem. Robot ini juga menyampaikan jawaban dalam bentuk suara untuk mendukung interaksi dengan pengguna.
Kombinasi fitur tersebut membuka peluang pengembangan asisten informasi yang lebih interaktif. Namun, kemampuan SAKIA saat ini masih bergantung pada basis pengetahuan dan pola pertanyaan yang telah disiapkan.
Karena itu, mahasiswa dapat mengembangkan sistem ini lebih lanjut agar chatbot mampu mengenali variasi pertanyaan dan memberikan respons yang lebih sesuai dengan kebutuhan pengguna.
Mahasiswa Terapkan Ilmu Teknologi melalui Proyek Nyata
Pengembangan SAKIA menunjukkan bagaimana mahasiswa dapat menerapkan teori perkuliahan melalui proyek teknologi. Mereka perlu menghubungkan berbagai keterampilan untuk merancang, merakit, memprogram, dan menguji perangkat tersebut.
Proses ini juga memberi mahasiswa kesempatan untuk memahami hubungan antara perangkat keras dan perangkat lunak. Ketika menghadapi kendala teknis, mereka dapat mengasah kemampuan analisis serta mencari solusi yang sesuai.
Selain keterampilan teknis, proyek robotika seperti SAKIA turut mendorong kreativitas dan kemampuan bekerja sama. Mahasiswa juga belajar mengembangkan gagasan, menyusun rancangan, dan mengintegrasikan berbagai komponen menjadi satu sistem.
Dengan pendekatan tersebut, kegiatan perkuliahan tidak hanya berfokus pada pemahaman konsep. Mahasiswa juga memperoleh pengalaman untuk mengembangkan produk teknologi yang berangkat dari ide dan kebutuhan tertentu.
SAKIA Berpotensi Bantu Layanan Informasi Kampus
SAKIA memiliki peluang untuk mendukung layanan informasi di lingkungan Universitas Panca Sakti Bekasi. Mahasiswa dapat memperluas basis pengetahuan robot ini agar mampu menyediakan informasi tentang layanan akademik, program studi, penerimaan mahasiswa baru, dan berbagai kebutuhan informasi kampus lainnya.
Selain menambah materi informasi, pengembang juga dapat meningkatkan kemampuan chatbot dalam memahami beragam pertanyaan. Pengembangan tersebut dapat membantu pengguna berinteraksi dengan sistem secara lebih fleksibel.
Meski demikian, pemanfaatan SAKIA untuk layanan kampus masih membutuhkan pengembangan dan pengujian lebih lanjut. Pengelola perlu memastikan ketepatan informasi, kesiapan sistem, dan kemampuan robot dalam menangani berbagai pertanyaan sebelum memperluas penggunaannya.
Berdasarkan sumber laman resmi Universitas Panca Sakti Bekasi , mahasiswa Universitas Panca Sakti Bekasi merancang robot asisten cerdas yang menggabungkan perangkat fisik, chatbot, dan respons suara. Sistem tersebut memanfaatkan pengetahuan yang tersimpan untuk menjawab pertanyaan pengguna.
Inovasi ini menunjukkan peluang penerapan teknologi dalam mendukung kegiatan pendidikan dan layanan informasi. Melalui pengembangan berkelanjutan, SAKIA berpotensi menjadi salah satu contoh karya mahasiswa yang menghubungkan pembelajaran di kampus dengan kebutuhan nyata.
Ke depan, penyempurnaan fitur dan peningkatan kemampuan sistem dapat membuka peluang pemanfaatan SAKIA secara lebih luas. Upaya ini juga memberi ruang bagi mahasiswa untuk berperan sebagai pencipta teknologi yang menawarkan manfaat bagi lingkungan pendidikan dan masyarakat.

