EDUCARE.CO.ID – Tagihan listrik yang membengkak dapat menggerus keuntungan pelaku usaha, terutama UMKM yang mengandalkan peralatan listrik dalam kegiatan sehari-hari. Berangkat dari persoalan tersebut, tim mahasiswa yang terdiri dari Hafidz, Aira, dan Fayad mengembangkan CERDAYA (Smart Energy Management System), solusi pemantauan dan efisiensi energi berbasis Internet of Things (IoT) dan kecerdasan buatan (AI).
Inovasi tersebut mengantarkan tim CERDAYA meraih Silver Medal dan predikat Best Idea dalam kategori Business Plan Competition pada ajang nasional InspireX Summit Fest.
Berdasarkan sumber laman resmi Fakultas Teknik Universitas Syiah Kuala, inovasi ini menyasar pelaku usaha yang ingin mengendalikan konsumsi listrik tanpa harus mengeluarkan biaya besar untuk layanan audit energi profesional.
CERDAYA Bantu UMKM Pantau Konsumsi Listrik
Bagi UMKM, biaya listrik menjadi salah satu komponen operasional yang memengaruhi keuntungan usaha. Penggunaan peralatan berdaya besar tanpa pemantauan yang memadai juga dapat membuat pelaku usaha kesulitan mengenali sumber pemborosan energi.
Hafidz menjelaskan bahwa layanan audit energi profesional masih membutuhkan biaya yang cukup tinggi bagi sebagian pelaku usaha kecil. Sementara itu, perangkat smart plug yang tersedia di pasaran belum tentu cocok untuk menangani beban peralatan berat.
“Bagi para pelaku usaha, tagihan listrik bukan sekadar angka di atas kertas, melainkan penentu utama keberlanjutan margin keuntungan,” ujar Hafidz.
Tim CERDAYA kemudian merancang sistem yang membantu pengelola usaha memantau penggunaan listrik dan memahami potensi penghematan. Mereka menargetkan usaha komersial yang membutuhkan solusi efisiensi energi dengan biaya lebih terjangkau.
Gabungkan IoT dan AI untuk Audit Energi Otomatis
CERDAYA menggunakan teknologi CT clamp untuk mengukur beban listrik dari sejumlah peralatan berdaya besar. Sistem kemudian mengolah data konsumsi energi menggunakan algoritma AI Predictive Analytics untuk menghasilkan analisis dan rekomendasi efisiensi.
Tim juga merancang penyampaian laporan yang praktis. CERDAYA mengirimkan informasi penggunaan energi, hasil analisis, dan rekomendasi dalam nominal rupiah melalui aplikasi WhatsApp.
Dengan mekanisme tersebut, pengelola usaha dapat memahami biaya listrik dengan lebih mudah tanpa harus mencatat penggunaan daya secara manual setiap hari.
Fayad menjelaskan bahwa sistem ini membantu pelaku usaha menghemat waktu dalam memantau konsumsi energi. Analisis AI juga memberikan rekomendasi yang dapat menjadi bahan pertimbangan untuk mengendalikan biaya operasional.
“Dengan CERDAYA, pengelola usaha tidak perlu lagi melakukan pemantauan atau pencatatan daya secara manual yang menyita waktu,” jelas Fayad, dikutip dari sumber rilis.
CERDAYA Menjangkau Usaha Laundry hingga Tambak Udang
Tim CERDAYA menyebut mereka telah menerapkan sistem tersebut pada dua jenis usaha dengan kebutuhan listrik yang berbeda. Salah satunya ialah usaha laundry lokal di Jakarta Barat.
Selain sektor jasa, tim juga menerapkan CERDAYA pada usaha tambak udang milik Ananta Group di Meulaboh. Penerapan pada kedua sektor tersebut menunjukkan sasaran penggunaan CERDAYA, mulai dari usaha perkotaan hingga kegiatan budidaya perikanan.
Kebutuhan listrik pada kedua sektor itu memiliki karakteristik berbeda. Usaha laundry menggunakan berbagai mesin untuk menunjang operasional, sedangkan tambak udang membutuhkan dukungan listrik bagi peralatan budidaya.
Melalui penerapan tersebut, tim ingin memperluas penggunaan sistem pemantauan energi ke berbagai jenis usaha produktif. Namun, besaran penghematan pada setiap lokasi tetap bergantung pada pola konsumsi listrik, jenis peralatan, dan hasil pengukuran di lapangan.
Tawarkan Langganan Mulai Rp179 Ribu per Bulan
Untuk menjangkau pelaku usaha dengan modal terbatas, CERDAYA menawarkan skema Hardware-as-a-Service (HaaS) atau Rent-to-Own. Skema ini mematok biaya Rp179 ribu per bulan tanpa kebutuhan modal awal.
Aira menyebut biaya langganan tersebut dapat memberikan peluang penghematan bagi pelaku usaha. Menurutnya, penghematan tagihan listrik rata-rata mencapai Rp500 ribu per bulan.
“Penghematan tagihan listrik yang dihasilkan rata-rata mencapai Rp500 ribu per bulan. Dengan biaya langganan Rp179 ribu, pelaku usaha justru memperoleh tambahan margin keuntungan bersih setiap bulannya,” terang Aira dalam sumber rilis.
Angka tersebut merupakan klaim tim CERDAYA. Pelaku usaha tetap perlu mempertimbangkan kondisi operasional, konsumsi energi, dan hasil pemantauan masing-masing sebelum memperkirakan penghematan yang akan mereka peroleh.
Skema berlangganan ini menjadi bagian dari pendekatan CERDAYA untuk menekan hambatan biaya awal. Dengan demikian, pelaku UMKM tidak harus langsung membeli perangkat dengan pengeluaran besar untuk mulai mempertimbangkan pengelolaan energi yang lebih terukur.
Bidik 10.000 Titik UMKM dalam Tiga Tahun
Ke depan, tim CERDAYA menargetkan perluasan layanan hingga 10.000 titik UMKM komersial di berbagai kota besar di Indonesia dalam tiga tahun mendatang.
Target tersebut mencerminkan ambisi tim untuk membawa teknologi pengelolaan energi ke lebih banyak pelaku usaha. Jika pengembangan berjalan sesuai rencana, CERDAYA berpotensi menjadi salah satu alternatif bagi UMKM yang ingin memahami pola konsumsi listrik dan mengendalikan biaya operasional.
Inovasi ini juga mengangkat peran teknologi digital dalam menjawab persoalan sehari-hari di sektor usaha. Melalui perpaduan IoT dan AI, tim CERDAYA berupaya membantu pelaku UMKM mengambil keputusan berdasarkan data penggunaan energi.
Mereka berharap inovasi ini dapat memperluas akses terhadap solusi efisiensi energi sekaligus mendukung praktik usaha yang lebih hemat dan berkelanjutan.

