Kemen PPPA Dorong Kemandirian Perempuan, dari Pertanian hingga Kerajinan Bambu

Must read

EDUCARE.CO.ID – Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Wamen PPPA) Veronica Tan mendorong perempuan mengakses lahan produktif. Melalui langkah ini, perempuan dapat meningkatkan pendapatan sekaligus membantu menjaga ketahanan pangan keluarga.

Karena itu, Veronica mengajak pemerintah daerah mengembangkan program Kebun Pangan Perempuan sesuai kebutuhan warga. Program ini menghubungkan akses lahan dengan pendampingan pertanian dan peluang usaha. Dengan demikian, perempuan dapat mengembangkan potensi lokal sekaligus memperkuat ekonomi keluarga.

Berdasarkan sumber rilis Kemen PPPA, Veronica menyampaikan ajakan tersebut saat menghadiri Festival 11 Tahun Hikayat Bambu dan peluncuran Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) NUN. Kegiatan berlangsung di Lingkungan Papring, Kelurahan Kalipuro, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, pada Jumat (9/10).

“Ketika ibu-ibu memiliki akses terhadap lahan, mereka bisa mendapatkan penghasilan dari hasil yang dikelola sendiri. Karena itu, Kebun Pangan Perempuan menjadi salah satu program yang bisa kita dorong bersama pemerintah daerah. Kita ingin program ini tumbuh dari kebutuhan masyarakat, bukan sekadar dari pemerintah, sehingga potensi dan penggerak lokal yang sudah ada bisa berkembang,” ujar Veronica.

Kebun Pangan Perempuan Buka Peluang Usaha bagi Petani

Selain mendorong akses lahan, Veronica mengapresiasi gerakan Kampoeng Batara yang telah berjalan selama 11 tahun. Komunitas ini menyediakan ruang belajar dan berekspresi bagi anak-anak. Pada saat yang sama, Kampoeng Batara membantu perempuan mengembangkan potensi diri.

Menurut Veronica, pemerintah perlu mendengar aspirasi warga sebelum menentukan bentuk dukungan. Dengan cara itu, program pemberdayaan dapat menjawab kebutuhan masyarakat. Ia juga mengingatkan agar kegiatan pemberdayaan tidak berhenti setelah acara selesai.

“Kita perlu duduk bersama untuk mendengarkan apa yang dibutuhkan masyarakat dan mencari solusi yang bisa segera dilaksanakan. Jangan sampai kegiatan hanya berlangsung sesaat. Ruang yang sudah ada harus terus dimanfaatkan oleh anak-anak untuk berekspresi dan oleh ibu-ibu untuk berdiskusi serta mengembangkan usaha. Pemerintah perlu hadir untuk membuka akses dan menghubungkan mereka dengan pihak-pihak yang bisa mendukung,” ungkap Veronica.

Salah satu kebutuhan warga berkaitan dengan akses lahan bagi perempuan petani, termasuk petani jagung. Menanggapi aspirasi tersebut, Kemen PPPA mendorong kerja sama dengan pemerintah daerah, kementerian, lembaga, dan pemangku kepentingan terkait.

Melalui kolaborasi itu, perempuan dapat memperoleh akses lahan dan pendampingan pertanian. Selanjutnya, mereka bisa mengembangkan kegiatan produktif sesuai kondisi lingkungan. Langkah ini juga membuka peluang untuk menambah pendapatan keluarga.

Kerajinan Bambu dan Kuliner Lokal Perlu Dikembangkan

Papring memiliki potensi ekonomi yang beragam. Selain pertanian, warga dapat mengembangkan kerajinan bambu, Batara Batik Papring, dan kuliner tradisional.

Berbagai produk tersebut dapat menjadi sumber pendapatan bagi masyarakat. Di sisi lain, pengembangan usaha lokal juga memberi ruang bagi perempuan untuk memanfaatkan keterampilan yang mereka miliki.

Untuk mendukung potensi tersebut, Kemen PPPA mendorong kerja sama lintas sektor. Pemerintah dan pemangku kepentingan dapat menghubungkan pelaku usaha dengan pendampingan serta peluang pemasaran. Dengan begitu, produk lokal memiliki kesempatan untuk menjangkau pasar yang lebih luas.

Pemkab Banyuwangi Dukung Wisata Berbasis Potensi Lokal

Wakil Bupati Banyuwangi, Mujiono, turut mendukung rencana pengembangan Papring sebagai destinasi wisata berbasis potensi lokal.

Menurut Mujiono, bambu, produk warga, dan tradisi setempat dapat menjadi daya tarik wisata. Oleh sebab itu, pemerintah daerah menggagas pengembangan ruang terbuka, panggung kegiatan, dan pasar untuk memperkenalkan produk serta atraksi budaya masyarakat.

“Kami melihat Papring memiliki potensi lokal yang luar biasa, terutama bambu dan beragam produk masyarakat. Kami ingin setiap tempat menjadi destinasi dan setiap kegiatan menjadi atraksi, sehingga potensi lokal dapat berkembang dan manfaatnya dirasakan masyarakat. Untuk itu, diperlukan kolaborasi pemerintah pusat, provinsi, kabupaten, hingga kecamatan dan desa,” ujar Mujiono.

Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antartingkat pemerintahan. Melalui kerja sama tersebut, masyarakat dapat mengembangkan produk lokal sekaligus memperluas manfaat kegiatan budaya. Dengan demikian, pengembangan wisata tidak hanya memperkenalkan Papring, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi warga.

Sekolah Keaksaraan Bantu Lebih dari 500 Ibu Rumah Tangga

Selain sektor ekonomi, Kampoeng Batara juga memberi perhatian pada pendidikan perempuan. Melalui Sekolah Keaksaraan Perempuan Desa, komunitas ini telah membantu lebih dari 500 ibu rumah tangga mengatasi buta aksara. Mereka juga memperoleh Sertifikat Melek Aksara (SUKMA).

Selanjutnya, peluncuran PKBM NUN dan Sekolah Keaksaraan Usaha Mandiri (KUM) memperluas kesempatan belajar bagi masyarakat. Kedua inisiatif ini membuka ruang bagi perempuan untuk meningkatkan keterampilan dan mengembangkan kemandirian ekonomi.

Pendidikan juga membantu perempuan mengelola usaha dan berperan dalam kehidupan bermasyarakat. Oleh karena itu, akses belajar menjadi bagian penting dari upaya pemberdayaan perempuan di Papring.

Festival Hikayat Bambu Rawat Tradisi Lokal

Festival Hikayat Bambu 2026 mengangkat tema “SEWELAS: Menjaga Tanah, Melestarikan Budaya Nusantara”. Melalui festival ini, masyarakat mengenal kembali tradisi Mamaca dan Mocoan Lontar.

Selain itu, festival tersebut memperkenalkan seni dan kerajinan berbasis bambu. Kegiatan ini memberi ruang bagi warga untuk menunjukkan kreativitas sekaligus mengenalkan warisan budaya kepada generasi muda.

Pengembangan wisata budaya juga berpotensi membuka peluang usaha bagi pelaku kerajinan dan masyarakat setempat. Karena itu, pelestarian tradisi dapat berjalan seiring dengan penguatan ekonomi lokal.

Kemen PPPA Ajak Berbagai Pihak Perkuat Pemberdayaan Perempuan

Kemen PPPA mendorong berbagai pihak melanjutkan dukungan terhadap inisiatif masyarakat Papring. Fokus kerja sama mencakup pemberdayaan perempuan, pendidikan, pelestarian budaya, dan pemenuhan hak anak.

Kegiatan tersebut turut menghadirkan Monica Tanuhandaru, Ketua Yayasan Bambu Lingkungan Lestari (YBLL), perwakilan Kementerian Kebudayaan, perwakilan Dinas Kehutanan Banyuwangi, serta jajaran Pemerintah Kabupaten Banyuwangi.

Melalui kolaborasi berkelanjutan, pemerintah, lembaga, dan masyarakat dapat mengembangkan potensi Papring secara lebih luas. Dukungan yang sesuai kebutuhan warga juga dapat memperkuat kegiatan pertanian, pendidikan, kerajinan, dan wisata budaya.

Dengan demikian, pemberdayaan perempuan tidak hanya berfokus pada peningkatan pendapatan. Upaya ini juga membuka akses pendidikan, memperluas kesempatan berusaha, dan mendukung ketahanan pangan keluarga.

More articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Latest article