Mahasiswa Unair Raih Medali Perak, Kembangkan Inovasi Daun Kersen untuk Diabetes

Must read

EDUCARE.CO.ID – Lima mahasiswa Fakultas Farmasi Universitas Airlangga (Unair) menciptakan GLUCERSEN (Glucose-Regulating and Antioxidant Sublingual Film). Mereka mengembangkan film tipis berbahan ekstrak daun kersen sebagai kandidat sediaan pendamping terapi diabetes melitus.

Tim tersebut beranggotakan Callysta Tabina Nadine, Callista Angelina Putri Setiawan, Erinna Faizah Rahmadhani, Shakila Geonada Ashar, dan Faradillah Ermyne Sabil. Mereka meraih medali perak dalam ajang Indonesia Inventors Day (IID) di SMESCO Indonesia pada 6 Oktober 2026.

Berdasarkan sumber laman resmi Universitas Airlangga, tim mengangkat potensi daun kersen untuk mengembangkan inovasi sediaan farmasi. Mereka ingin menawarkan bentuk penggunaan yang lebih praktis sekaligus membuka peluang penelitian terhadap bahan alam.

Daun Kersen Jadi Inspirasi Inovasi Farmasi

Tim GLUCERSEN memulai pengembangan produk dari persoalan diabetes melitus dan pill fatigue. Istilah tersebut merujuk pada kejenuhan seseorang akibat rutinitas mengonsumsi obat dalam jangka panjang.

Kondisi itu mendorong kelima mahasiswa untuk mengeksplorasi bentuk sediaan farmasi yang berbeda. Mereka kemudian memilih daun kersen sebagai bahan utama dalam pengembangan GLUCERSEN.

Daun kersen mengandung senyawa flavonoid, termasuk quercetin. Senyawa tersebut menarik perhatian peneliti karena memiliki potensi aktivitas biologis, termasuk aktivitas antioksidan.

Tim lalu mengeksplorasi ekstrak daun kersen untuk menghasilkan sediaan film tipis. Mereka berharap pendekatan ini dapat memperluas penelitian mengenai pemanfaatan bahan alam dalam bidang farmasi.

Meski demikian, kandungan senyawa alami tidak otomatis membuktikan manfaatnya untuk mengendalikan gula darah. Peneliti perlu menguji keamanan, dosis, penyerapan zat aktif, dan efektivitas klinis sebelum menilai manfaat produk bagi pasien diabetes.

GLUCERSEN Hadir dalam Bentuk Film Tipis

Berbeda dari tablet konvensional, GLUCERSEN menggunakan konsep sublingual film. Pengguna menempatkan sediaan tipis ini di bawah lidah.

Tim merancang GLUCERSEN dengan tampilan tipis dan transparan serta warna hijau alami. Mereka juga menambahkan steviol sebagai pemanis dalam formulasi produk.

Callysta menjelaskan bahwa bentuk ringkas menjadi salah satu keunggulan yang ingin mereka kembangkan.

“Bentuknya yang ringkas dapat menawarkan pengalaman penggunaan yang lebih praktis dan menjadi alternatif terapi diabetes,” ujar Callysta.

Konsep film tipis tersebut menawarkan pendekatan berbeda dalam pengembangan sediaan farmasi. Namun, bentuk yang praktis belum tentu menjamin penyerapan zat aktif yang optimal atau memberikan efek terhadap kadar gula darah.

Karena itu, tim perlu melanjutkan penelitian untuk mengevaluasi karakteristik produk. Pengujian lanjutan juga perlu menilai mutu, keamanan, dosis, dan potensi manfaat GLUCERSEN.

Tim Menguji Aktivitas Antioksidan

Dalam proses pengembangan, tim mengumpulkan dan memilah daun kersen terlebih dahulu. Mereka kemudian mencuci, mengeringkan, dan menghaluskan bahan tersebut sebelum melakukan ekstraksi.

Setelah memperoleh ekstrak, tim mengolahnya menjadi lapisan film tipis. Mereka juga memotong sediaan berukuran 2 × 2 sentimeter sesuai rancangan produk.

Selanjutnya, tim melakukan pengujian awal menggunakan metode DPPH untuk mengevaluasi aktivitas antioksidan. Mereka juga mengumpulkan tanggapan responden guna mengetahui penerimaan terhadap GLUCERSEN.

Hasil survei menunjukkan bahwa 90 persen responden menyukai produk tersebut. Menurut Callysta, hasil itu memberi gambaran awal mengenai penerimaan GLUCERSEN. Namun, tim masih perlu menguji manfaat produk terhadap pengendalian gula darah.

“Sebanyak 90 persen responden menyukai GLUCERSEN, tetapi kami masih perlu melakukan pengujian lanjutan untuk memastikan efektivitasnya dalam membantu mengontrol kadar gula darah,” ujar Callysta.

Uji DPPH mengukur aktivitas antioksidan dalam kondisi pengujian tertentu. Sementara itu, survei responden menggambarkan tingkat kesukaan terhadap produk. Kedua hasil tersebut belum membuktikan efektivitas GLUCERSEN dalam mengendalikan gula darah manusia.

Tim perlu melakukan penelitian lanjutan untuk menjawab pertanyaan tersebut. Peneliti juga perlu menilai keamanan dan efektivitas produk melalui tahapan pengujian yang sesuai.

Presentasikan Potensi Bisnis GLUCERSEN

Selain meraih medali perak di Indonesia Inventors Day, tim mendapat kesempatan untuk mempresentasikan potensi bisnis dan rencana pengembangan GLUCERSEN di INOTEK Foundation.

Kesempatan ini membuka ruang bagi mahasiswa untuk mengeksplorasi peluang komersialisasi. Mereka juga dapat menyusun strategi pengembangan produk dengan mempertimbangkan kebutuhan riset dan persyaratan regulasi.

Ke depan, tim berencana melanjutkan penelitian serta mempersiapkan proses perizinan. Mereka perlu memastikan bahwa produk memenuhi persyaratan mutu dan keamanan sesuai kategori yang dituju.

Callysta berharap timnya dapat mengembangkan GLUCERSEN hingga memberi manfaat nyata bagi masyarakat.

“Kami berharap GLUCERSEN dapat dikembangkan menjadi produk yang aman dan bermanfaat bagi masyarakat,” pungkas Callysta.

Inovasi Mahasiswa Unair Buka Peluang Penelitian

Pengembangan GLUCERSEN menunjukkan upaya mahasiswa Unair dalam mengeksplorasi potensi bahan alam untuk inovasi farmasi. Melalui ekstrak daun kersen, tim menawarkan gagasan pengembangan sediaan yang dapat mereka teliti lebih lanjut.

Medali perak di Indonesia Inventors Day juga memberi pengakuan atas karya kelima mahasiswa tersebut. Kesempatan presentasi di INOTEK Foundation turut membuka ruang bagi mereka untuk menjajaki potensi bisnis dan pengembangan produk.

Meski demikian, GLUCERSEN masih membutuhkan penelitian lanjutan sebelum tim dapat memastikan manfaatnya bagi pasien diabetes. Pengujian keamanan, efektivitas, dan pemenuhan persyaratan regulasi akan menentukan langkah pengembangan berikutnya.

Tim berharap GLUCERSEN dapat berkembang menjadi produk yang aman dan bermanfaat. Penelitian berikutnya akan membantu mereka menilai potensi produk sekaligus menentukan kelayakannya untuk penggunaan lebih lanjut.

More articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Latest article