Teanaga Mahasiswa UNAIR: Kulit Buah Naga Disulap Jadi Teh dengan Varian Lemon

Must read

EDUCARE.CO.ID – Kulit buah naga sering berakhir sebagai limbah setelah masyarakat menikmati daging buahnya. Namun, tiga mahasiswa Universitas Airlangga (UNAIR) melihat potensi lain dari bagian buah tersebut.

Mereka mengolah kulit buah naga menjadi minuman teh bernama Teanaga. Produk ini memanfaatkan kulit buah naga dari pelaku usaha jus di Surabaya.

Teanaga memadukan inovasi pangan, gaya hidup sehat, dan upaya mengurangi limbah makanan. Ide tersebut lahir dari keinginan mahasiswa untuk mengolah bahan yang selama ini kurang dimanfaatkan.

Mahasiswa UNAIR Lihat Potensi Kulit Buah Naga

Teanaga dikembangkan oleh tiga mahasiswa UNAIR. Mereka terdiri dari Khaerul dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), serta Ellien Meyrani dan Fauziah Laili Romadhon dari Fakultas Vokasi (FV).

Khaerul mulai tertarik pada kulit buah naga setelah melihat informasi mengenai kandungan antioksidan melalui media sosial.

Informasi tersebut kemudian mendorong tim untuk mencari cara agar kulit buah naga dapat masuk ke produk yang lebih mudah dikonsumsi.

Tim akhirnya memilih konsep teh celup. Dengan bentuk tersebut, konsumen dapat menikmati olahan kulit buah naga dengan cara yang praktis.

Kulit Buah Naga Mengandung Antioksidan

Tim Teanaga memanfaatkan kulit buah naga karena bagian tersebut mengandung antosianin dan antioksidan.

Kandungan tersebut membuat kulit buah naga memiliki potensi sebagai bahan pangan bernilai tambah. Selama ini, masyarakat lebih sering mengonsumsi daging buah dan membuang bagian kulitnya.

Karena itu, tim melihat peluang untuk mengubah kulit buah naga menjadi produk yang lebih bermanfaat.

Pengolahan ini juga membawa pesan tentang pemanfaatan pangan secara lebih bijak. Limbah dari industri minuman dapat memperoleh nilai ekonomi ketika pelaku usaha mengolahnya kembali.

Bahan Baku Berasal dari UMKM Jus di Surabaya

Tim Teanaga memperoleh kulit buah naga dari sejumlah pelaku UMKM jus di Surabaya.

Kerja sama tersebut membantu tim mendapatkan bahan baku sekaligus menawarkan solusi terhadap sisa produksi usaha jus.

Setiap hari, pelaku usaha dapat menghasilkan cukup banyak kulit buah dari proses pengolahan buah naga. Jika tidak dimanfaatkan, kulit tersebut hanya menjadi sampah.

Melalui Teanaga, tim mencoba mengubah sisa bahan tersebut menjadi produk baru. Langkah ini sekaligus membuka peluang penerapan konsep ekonomi sirkular pada sektor pangan.

Teanaga Hadir dalam Dua Varian

Tim mengembangkan Teanaga dalam dua pilihan rasa. Konsumen dapat memilih varian original atau lemon.

Varian original menonjolkan karakter bahan utama. Sementara itu, tambahan lemon memberikan pilihan rasa yang lebih segar.

Konsep teh celup juga membuat produk lebih praktis. Konsumen cukup menyeduh kantong teh dengan air sebelum menikmati minuman.

Selain aspek praktis, tim juga ingin menjadikan Teanaga sebagai pilihan bagi masyarakat yang mulai memperhatikan pola hidup sehat.

Bukan Sekadar Minuman, Ada Pesan Lingkungan

Teanaga membawa misi yang lebih luas daripada sekadar menghasilkan produk minuman.

Tim ingin menunjukkan bahwa bahan pangan yang sering dianggap tidak berguna masih memiliki potensi. Kulit buah naga menjadi salah satu contoh bagian pangan yang dapat masuk kembali ke rantai konsumsi.

Pendekatan tersebut sejalan dengan upaya mengurangi food waste. Masyarakat tidak hanya perlu memperhatikan apa yang mereka konsumsi, tetapi juga bagaimana mereka memanfaatkan bahan pangan secara keseluruhan.

Dengan begitu, inovasi pangan dapat berjalan beriringan dengan kepedulian terhadap lingkungan.

Berharap Teanaga Berkembang Lebih Jauh

Tim Teanaga berharap inovasi tersebut dapat terus berkembang. Mereka juga menargetkan dukungan melalui Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW).

Dukungan tersebut dapat membantu mahasiswa mengembangkan produk dari sisi bisnis maupun inovasi.

Ke depan, Teanaga diharapkan tidak berhenti sebagai proyek mahasiswa. Produk ini dapat berkembang menjadi salah satu contoh bagaimana kreativitas mahasiswa mampu menghasilkan solusi dari persoalan sederhana di sekitar mereka.

Pemanfaatan kulit buah naga juga menunjukkan bahwa inovasi tidak selalu membutuhkan bahan baru. Terkadang, peluang justru muncul dari bahan yang selama ini masyarakat anggap sebagai sisa.

Pada akhirnya, Teanaga menjadi contoh kreativitas mahasiswa UNAIR dalam menggabungkan inovasi pangan, gaya hidup sehat, dan kepedulian terhadap lingkungan.

 

Penulis: Andini Namira Saskirana

More articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

Latest article