EDUCARE.CO.ID – Pemerintah Kota Bandung mencari terobosan baru untuk menangani persoalan sampah yang semakin kompleks. Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) bersama Pemkot Bandung kini mengembangkan solusi pengelolaan sampah berbasis teknologi.
Kedua pihak menandai kolaborasi tersebut melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) pada Jumat (21/8/2026). Kesepakatan ini membuka jalan bagi pembahasan strategis dan teknis sebelum pemerintah menjalankan solusi di lapangan.
Berdasarkan rilis Kemdiktisaintek, Danantara juga ikut mengembangkan sejumlah pendekatan teknologi untuk membantu Kota Bandung mengatasi persoalan sampah.
Kemdiktisaintek Tindak Lanjuti Peninjauan Lapangan
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto mengapresiasi langkah cepat yang ditempuh seluruh pihak. Ia menyebut penandatanganan MoU tersebut merupakan tindak lanjut dari peninjauan lapangan pada pekan sebelumnya.
“Minggu lalu kita meninjau, hari ini kita sudah bisa bertemu. MOU ini harapannya juga segera kita melakukan proses-proses yang lebih strategik,” ujar Brian.
Menurut Brian, pemerintah perlu bergerak cepat setelah melihat kondisi pengelolaan sampah di lapangan. Karena itu, Kemdiktisaintek akan membantu berbagai proses yang dapat mempercepat penerapan teknologi.
Pemerintah Siapkan Regulasi dan Lahan
Brian menjelaskan bahwa pemerintah perlu menyelesaikan beberapa aspek sebelum menjalankan proyek. Regulasi dan kesiapan lahan menjadi dua hal penting yang harus mendapat perhatian.
Kemdiktisaintek juga siap membantu pemerintah daerah menyelesaikan kebutuhan teknis dan administratif. Langkah tersebut bertujuan agar kolaborasi tidak berhenti pada penandatanganan MoU.
Brian berharap proyek Bandung dapat menjadi contoh bagi daerah lain. Ia melihat sejumlah negara telah menggunakan teknologi serupa untuk menangani sampah.
“Semoga itu bisa kita selesaikan cepat dan harapannya ini akan menjadi percontohan, karena di beberapa negara sudah berjalan dengan konsep teknologi seperti ini, lebih murah dan juga tidak ada dioksin karena tidak ada pematangan dan sebagainya,” tutur Brian.
Danantara Dorong Pengelolaan Sampah dari Tingkat Wilayah
Danantara turut menyiapkan pendekatan teknologi dalam kolaborasi tersebut. CTO Danantara Sigit Puji Santosa mengatakan pihaknya membawa konsep pengelolaan sampah secara terdesentralisasi.
Melalui konsep tersebut, pemerintah dapat menangani sampah langsung di wilayah penghasilnya. Model ini memungkinkan setiap wilayah menyesuaikan pengelolaan sampah dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing.
Pendekatan terdesentralisasi juga dapat membantu pemerintah mengembangkan sistem pengelolaan yang lebih fleksibel. Pemerintah kemudian dapat menyesuaikan teknologi dengan karakteristik kawasan yang berbeda.
Pemkot Bandung Sambut Kerja Sama Teknologi
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menyambut baik kolaborasi tersebut. Menurutnya, persoalan sampah di Bandung memiliki banyak aspek sehingga pemerintah membutuhkan dukungan berbagai pihak.
Farhan menilai Kemdiktisaintek dan Danantara dapat membantu Pemkot Bandung menemukan alternatif solusi yang lebih tepat.
Kerja sama lintas lembaga juga memberi ruang bagi pemerintah untuk menggabungkan kemampuan teknologi, kebijakan, dan kebutuhan masyarakat dalam satu strategi.
PKS Dorong Solusi Sampah Masuk Tahap Teknis
Penandatanganan MoU menjadi langkah awal. Setelah kesepakatan tersebut, Kemdiktisaintek, Pemkot Bandung, dan Danantara akan melanjutkan pembahasan ke tahap strategis dan teknis.
Pemerintah perlu membahas beberapa hal sebelum menjalankan proyek, mulai dari kesiapan lahan, regulasi, model teknologi, hingga kebutuhan setiap wilayah.
Kemdiktisaintek ingin memastikan kerja sama tersebut menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat. Karena itu, pemerintah akan mengarahkan kolaborasi pada penerapan teknologi, bukan sekadar penyusunan rencana.
Bandung Siapkan Model Baru Pengelolaan Sampah
Kolaborasi Kemdiktisaintek, Pemkot Bandung, dan Danantara menunjukkan langkah baru dalam penanganan sampah perkotaan. Pemerintah mulai menggabungkan teknologi dengan strategi pengelolaan yang lebih dekat dengan wilayah masyarakat.
Jika proses persiapan berjalan sesuai rencana, Bandung dapat memiliki alternatif baru untuk menangani sampah secara lebih efektif. Model tersebut juga berpeluang menjadi contoh bagi daerah lain yang menghadapi persoalan serupa.
Kemdiktisaintek berharap kolaborasi ini menghasilkan sistem pengelolaan sampah yang efisien, efektif, dan berkelanjutan.


