EDUCARE.CO.ID – Ajang Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) 2026 kembali mempertemukan talenta olahraga pelajar dari berbagai daerah di Indonesia. Tahun ini, sebanyak 234.803 murid tercatat mendaftar untuk mengikuti kompetisi yang mencakup jenjang pendidikan dasar, menengah, dan pendidikan khusus.
Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) menyiapkan dewan juri dan wasit profesional dari organisasi olahraga pada masing-masing cabang. Sementara itu, tim keabsahan dari Kementerian Pemuda dan Olahraga turut memastikan seluruh pertandingan berjalan sesuai ketentuan.
234.803 Murid Ikut O2SN 2026
Kepala Puspresnas Maria Veronica Irene Herdjiono mengatakan tingginya jumlah peserta menunjukkan besarnya minat pelajar terhadap olahraga.
“Ini menunjukkan bahwa antusiasme adik-adik semua di bidang olahraga sangat luar biasa,” ujar Irene.
Menurutnya, O2SN tidak hanya menjadi ajang kompetisi. Kegiatan ini juga menjadi ruang bagi pemerintah untuk menemukan dan mengembangkan talenta olahraga sejak usia sekolah.
Kemendikdasmen Perkuat Pembinaan Talenta Olahraga
Kemendikdasmen terus membangun kolaborasi dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI), induk organisasi cabang olahraga, pemerintah daerah, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.
Kolaborasi tersebut bertujuan menjaga kesinambungan pembinaan peserta didik berprestasi. Dengan begitu, prestasi yang lahir dari O2SN dapat terus berkembang setelah kompetisi nasional berakhir.
Para pelajar berpeluang melanjutkan pembinaan ke jenjang yang lebih tinggi. Bahkan, prestasi mereka dapat menjadi bekal untuk bersaing dalam kompetisi olahraga tingkat internasional.
Peserta O2SN Datang dengan Persiapan Matang
Antusiasme peserta juga terlihat dari persiapan yang mereka lakukan sebelum bertanding.
Maria Tersisia Pangarungan Teturan, peserta senam putri asal Papua Tengah, mengaku berlatih setiap hari untuk menghadapi O2SN 2026.
Ia juga mengajak pelajar lain untuk percaya terhadap kemampuan masing-masing.
“Percaya diri, bisa lolos ke tingkat berikutnya,” pesan Maria.
Hal serupa disampaikan Affan Syafaat Yusuf, atlet panjat tebing dari Sumatra Barat. Ia menjalani latihan fisik dan mental secara rutin sebagai persiapan menghadapi kompetisi tingkat nasional.
Affan mengingatkan peserta lain agar tidak mudah menyerah dan berani mencoba.
“Bagi teman-teman, tetap semangat, latihan dengan disiplin, jangan takut untuk mencoba,” ujarnya.
O2SN Pendidikan Dasar Digelar di Jakarta
Untuk jenjang pendidikan dasar, O2SN 2026 berlangsung pada 17–23 Agustus 2026 di DKI Jakarta.
Peserta SD/MI/sederajat mengikuti lima cabang olahraga, yaitu:
- Kids’ athletics
- Senam
- Bulu tangkis
- Pencak silat
- Renang
Sementara itu, peserta SMP/MTs/sederajat bertanding dalam cabang:
- Atletik
- Panjat tebing
- Bulu tangkis
- Pencak silat
- Renang
Pembagian cabang tersebut memberi ruang bagi peserta untuk menunjukkan kemampuan sesuai bidang olahraga yang mereka tekuni.
O2SN Pendidikan Khusus dan Menengah Menyusul
Rangkaian O2SN 2026 tidak berhenti pada jenjang pendidikan dasar.
Untuk jenjang pendidikan khusus, penyelenggara menjadwalkan kompetisi pada 7–12 September 2026.
Selanjutnya, O2SN jenjang pendidikan menengah, yang mencakup SMA/MA/SMK/MAK/sederajat, akan berlangsung pada 9–15 November 2026.
Tahun ini, talenta muda dari 33 provinsi di Indonesia turut ambil bagian. Peserta juga datang dari Sekolah Indonesia Luar Negeri (SILN) di Arab Saudi, Thailand, dan Malaysia.
Kehadiran peserta dari berbagai wilayah tersebut memperlihatkan luasnya cakupan O2SN 2026. Selain menjadi panggung kompetisi, ajang ini sekaligus membuka peluang bagi pelajar untuk membangun pengalaman, mengasah mental bertanding, dan melanjutkan perjalanan prestasi di bidang olahraga.
Ajang Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) 2026 kembali mempertemukan talenta olahraga pelajar dari berbagai daerah di Indonesia. Tahun ini, sebanyak 234.803 murid tercatat mendaftar untuk mengikuti kompetisi yang mencakup jenjang pendidikan dasar, menengah, dan pendidikan khusus.
Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) menyiapkan dewan juri dan wasit profesional dari organisasi olahraga pada masing-masing cabang. Sementara itu, tim keabsahan dari Kementerian Pemuda dan Olahraga turut memastikan seluruh pertandingan berjalan sesuai ketentuan.
234.803 Murid Ikut O2SN 2026
Kepala Puspresnas Maria Veronica Irene Herdjiono mengatakan tingginya jumlah peserta menunjukkan besarnya minat pelajar terhadap olahraga.
“Ini menunjukkan bahwa antusiasme adik-adik semua di bidang olahraga sangat luar biasa,” ujar Irene.
Menurutnya, O2SN tidak hanya menjadi ajang kompetisi. Kegiatan ini juga menjadi ruang bagi pemerintah untuk menemukan dan mengembangkan talenta olahraga sejak usia sekolah.
Kemendikdasmen Perkuat Pembinaan Talenta Olahraga
Kemendikdasmen terus membangun kolaborasi dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI), induk organisasi cabang olahraga, pemerintah daerah, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.
Kolaborasi tersebut bertujuan menjaga kesinambungan pembinaan peserta didik berprestasi. Dengan begitu, prestasi yang lahir dari O2SN dapat terus berkembang setelah kompetisi nasional berakhir.
Para pelajar berpeluang melanjutkan pembinaan ke jenjang yang lebih tinggi. Bahkan, prestasi mereka dapat menjadi bekal untuk bersaing dalam kompetisi olahraga tingkat internasional.
Peserta O2SN Datang dengan Persiapan Matang
Antusiasme peserta juga terlihat dari persiapan yang mereka lakukan sebelum bertanding.
Maria Tersisia Pangarungan Teturan, peserta senam putri asal Papua Tengah, mengaku berlatih setiap hari untuk menghadapi O2SN 2026.
Ia juga mengajak pelajar lain untuk percaya terhadap kemampuan masing-masing.
“Percaya diri, bisa lolos ke tingkat berikutnya,” pesan Maria.
Hal serupa disampaikan Affan Syafaat Yusuf, atlet panjat tebing dari Sumatra Barat. Ia menjalani latihan fisik dan mental secara rutin sebagai persiapan menghadapi kompetisi tingkat nasional.
Affan mengingatkan peserta lain agar tidak mudah menyerah dan berani mencoba.
“Bagi teman-teman, tetap semangat, latihan dengan disiplin, jangan takut untuk mencoba,” ujarnya.
O2SN Pendidikan Dasar Digelar di Jakarta
Untuk jenjang pendidikan dasar, O2SN 2026 berlangsung pada 17–23 Agustus 2026 di DKI Jakarta.
Peserta SD/MI/sederajat mengikuti lima cabang olahraga, yaitu:
- Kids’ athletics
- Senam
- Bulu tangkis
- Pencak silat
- Renang
Sementara itu, peserta SMP/MTs/sederajat bertanding dalam cabang:
- Atletik
- Panjat tebing
- Bulu tangkis
- Pencak silat
- Renang
Pembagian cabang tersebut memberi ruang bagi peserta untuk menunjukkan kemampuan sesuai bidang olahraga yang mereka tekuni.
O2SN Pendidikan Khusus dan Menengah Menyusul
Rangkaian O2SN 2026 tidak berhenti pada jenjang pendidikan dasar.
Untuk jenjang pendidikan khusus, penyelenggara menjadwalkan kompetisi pada 7–12 September 2026.
Selanjutnya, O2SN jenjang pendidikan menengah, yang mencakup SMA/MA/SMK/MAK/sederajat, akan berlangsung pada 9–15 November 2026.
Tahun ini, talenta muda dari 33 provinsi di Indonesia turut ambil bagian. Peserta juga datang dari Sekolah Indonesia Luar Negeri (SILN) di Arab Saudi, Thailand, dan Malaysia.
Kehadiran peserta dari berbagai wilayah tersebut memperlihatkan luasnya cakupan O2SN 2026. Selain menjadi panggung kompetisi, ajang ini sekaligus membuka peluang bagi pelajar untuk membangun pengalaman, mengasah mental bertanding, dan melanjutkan perjalanan prestasi di bidang olahraga.


