SPMB 2026 di Balikpapan Jadi Contoh Nasional, Sekolah Negeri dan Swasta Bersinergi Tampung Murid

Must read

EDUCARE.CO.ID – Pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 di Kota Balikpapan mendapat apresiasi dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). Pemerintah daerah bersama sekolah negeri dan sekolah swasta berhasil membangun kolaborasi untuk memperluas akses pendidikan bagi lulusan SMP.

Berdasarkan rilis Kemendikdasmen, Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Fajar Riza Ul Haq, menyampaikan apresiasi tersebut saat mengunjungi SMA Negeri 5 Balikpapan, Kalimantan Timur, Jumat (4/7/2026).

Menurut Fajar, pemerintah daerah perlu memastikan setiap anak memperoleh kesempatan belajar. Karena itu, pelaksanaan SPMB harus berlangsung secara adil, transparan, inklusif, dan bebas diskriminasi.

Kemendikdasmen Apresiasi Pelaksanaan SPMB

Dalam kunjungannya, Fajar memantau langsung proses penerimaan murid baru di SMA Negeri 5 Balikpapan.

Ia menilai seluruh tahapan berjalan sesuai aturan. Selain itu, panitia juga memberikan pelayanan yang ramah kepada masyarakat.

Menurut Fajar, seluruh petugas menunjukkan kesiapan selama proses penerimaan berlangsung. Kondisi tersebut membuat pelaksanaan SPMB berjalan tertib tanpa kendala berarti.

“Kami ingin memastikan semua aturan SPMB berjalan dengan baik. Hasil pemantauan menunjukkan prosesnya berlangsung lancar dan petugas memberikan pelayanan yang profesional,” ujar Fajar.

Sekolah Swasta Bantu Perluas Daya Tampung

Fajar mengakui kapasitas sekolah negeri masih terbatas.

Di Balikpapan, sekitar 12 ribu lulusan SMP mengikuti SPMB tahun ini. Namun, SMA dan SMK negeri hanya menyediakan sekitar 7.500 kursi.

Karena itu, pemerintah daerah menggandeng sekolah swasta agar lebih banyak peserta didik memperoleh tempat belajar.

Menurut Fajar, langkah tersebut menjadi contoh yang layak diterapkan daerah lain.

MPLS Harus Berjalan Aman dan Nyaman

Selain memantau SPMB, Fajar juga mengingatkan sekolah agar menjalankan Masa Pengenalan Lingkungan Satuan Pendidikan (MPLS) sesuai pedoman Kemendikdasmen.

Ia meminta seluruh sekolah menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, serta bebas dari perundungan maupun kekerasan.

Dengan demikian, peserta didik dapat memulai tahun ajaran baru dalam suasana yang positif.

Sekolah Berkomitmen Layani Masyarakat

Pelaksana Tugas Kepala SMA Negeri 5 Balikpapan, Murti, menjelaskan panitia membagi tugas menjadi tim informasi, pelayanan, dan verifikasi.

Pembagian tersebut membuat masyarakat memperoleh pelayanan yang cepat sekaligus ramah.

Selain itu, seluruh kepala SMA dan SMK di Balikpapan juga sepakat menjaga integritas pelaksanaan SPMB.

Murti menegaskan semua sekolah menolak praktik titipan agar proses penerimaan berlangsung jujur dan terbuka.

Antusiasme Pendaftar Terus Meningkat

Ketua Panitia SPMB SMA Negeri 5 Balikpapan, Sulkifli, mengatakan panitia selalu membantu orang tua yang mengalami kesulitan saat mendaftar.

Masyarakat dapat langsung datang ke ruang layanan teknologi informasi di sekolah untuk memperoleh pendampingan.

Di sisi lain, sekolah swasta juga merasakan dampak positif dari kolaborasi tersebut.

Kepala SMP PGRI 2 Balikpapan, Rinawati, mengungkapkan seluruh kuota penerimaan berhasil terisi karena jumlah pendaftar meningkat.

Hal senada disampaikan Ketua Panitia SPMB SMP PGRI 2 Balikpapan, Antonia. Ia menjelaskan panitia bahkan menutup pendaftaran lebih awal setelah seluruh kuota terpenuhi.

Tingginya minat masyarakat menunjukkan bahwa kolaborasi pemerintah daerah, sekolah negeri, dan sekolah swasta mampu memperluas akses pendidikan sekaligus memberi kesempatan belajar kepada lebih banyak peserta didik.

- Advertisement -spot_img

More articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

Latest article

spot_img