Wamen Stella Dorong Generasi Muda Berpikir Kritis dalam Menghadapi Perkembangan AI

Must read

EDUCARE.CO.ID– Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek), Stella Christie, mengajak generasi muda untuk memahami perkembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) secara menyeluruh. Menurutnya, pemahaman yang baik akan membantu masyarakat memanfaatkan teknologi secara optimal sekaligus mampu menghadapi tantangan yang muncul di era digital.

Pesan tersebut disampaikan Stella Christie saat menjadi pembicara dalam Young On Top National Conference (YOT NC) 2026 yang berlangsung pada Sabtu (4/7).

Perluas Literasi AI di Kalangan Generasi Muda

Kehadiran Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) dalam forum tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas literasi AI di luar lingkungan pendidikan formal.

YOT NC merupakan konferensi tahunan yang mempertemukan mahasiswa dan profesional muda dari berbagai daerah di Indonesia. Melalui forum ini, pemerintah mendorong generasi muda agar memahami perkembangan teknologi secara lebih kritis.

AI Membuka Peluang di Berbagai Sektor

Stella Christie menjelaskan bahwa AI memiliki potensi besar untuk mendorong kemajuan di berbagai bidang, termasuk kesehatan, pendidikan, hingga dunia usaha.

Meski demikian, ia mengingatkan bahwa masyarakat perlu melihat perkembangan AI secara proporsional. Karena itu, setiap orang harus mampu menilai kemampuan maupun keterbatasan teknologi berdasarkan bukti dan fakta.

Dengan pendekatan tersebut, pemanfaatan AI dapat memberikan manfaat yang lebih luas tanpa mengabaikan risiko yang mungkin muncul.

Kampus Tetap Memiliki Peran Strategis

Dalam kesempatan itu, Stella Christie juga menegaskan bahwa kemajuan AI justru memperkuat posisi perguruan tinggi sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan.

Menurutnya, kampus tidak hanya menghasilkan pengetahuan baru, tetapi juga menyebarluaskan hasil riset kepada masyarakat.

Selain itu, perguruan tinggi memiliki tanggung jawab untuk mengurasi informasi agar masyarakat memperoleh pemahaman yang utuh dan relevan.

Ia menyebut terdapat tiga fungsi utama perguruan tinggi yang harus terus diperkuat, yaitu menciptakan pengetahuan (creation of knowledge), menyebarkan pengetahuan (transmission of knowledge), dan mengurasi pengetahuan (curation of knowledge).

Pengetahuan Bukan Sekadar Informasi

Stella Christie mengajak generasi muda untuk memaknai kembali arti pengetahuan di era AI.

Menurutnya, pengetahuan tidak lagi sekadar kemampuan mengakses informasi melalui internet. Sebaliknya, pengetahuan lahir dari kemampuan mengolah fakta, memilih informasi yang valid, lalu mengubahnya menjadi pemahaman baru yang bermanfaat.

Kemampuan berpikir kritis inilah yang akan menjadi bekal penting bagi mahasiswa dan generasi muda di tengah pesatnya perkembangan teknologi.

Kemdiktisaintek Perkuat Budaya Riset dan Inovasi

Melalui program Diktisaintek Berdampak, Kemdiktisaintek terus mendorong perguruan tinggi untuk memperkuat budaya riset, inovasi, dan literasi kritis.

Langkah tersebut bertujuan agar lulusan perguruan tinggi Indonesia mampu beradaptasi dengan perkembangan AI, sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, dunia industri, dan pembangunan nasional.

- Advertisement -spot_img

More articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

Latest article

spot_img