EDUCARE.CO.ID – Kementerian Agama melalui Ditjen Bimas Hindu bersama Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI terus memperkuat pendidikan karakter generasi muda. Upaya itu terlihat dalam Kuliah Umum Kebangsaan di Institut Mpu Kuturan (IMK) Singaraja, Bali, Jumat (15/5/2026).
Berdasarkan rilis Kementerian Agama RI, kegiatan ini menjadi bagian dari strategi membangun generasi Hindu yang unggul dan siap menyongsong Indonesia Emas 2045.
Ketua MPR RI, Ahmad Muzani, memaparkan hasil survei nasional tentang rasa cinta masyarakat terhadap Indonesia. Ia menyebut 98 persen masyarakat bangga menjadi warga Indonesia. Selain itu, 73 persen masyarakat siap membela negara. Sementara itu, 92 persen masyarakat memahami Pancasila sebagai dasar negara.
Menurut Ahmad Muzani, data tersebut menunjukkan fondasi kebangsaan Indonesia masih kuat di tengah tantangan global.
“Karena itu, mari kita perkuat persatuan dalam bingkai Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika,” ujarnya di hadapan mahasiswa.

Mahasiswa Hindu Diajak Bijak Gunakan Teknologi
Dalam kuliah umum tersebut, Ahmad Muzani mengajak mahasiswa memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan kualitas diri.
Ia menilai generasi muda perlu memakai teknologi digital secara positif. Dengan begitu, mahasiswa mampu bersaing tanpa meninggalkan nilai budaya dan kebangsaan.
Selain itu, Ahmad Muzani mengingatkan pentingnya menjaga semangat persaudaraan warisan Mpu Kuturan. Menurutnya, spiritualitas harus memperkuat harmoni sosial di tengah keberagaman masyarakat Indonesia.
Kemenag Perkuat Pendidikan Karakter
Direktur Jenderal Bimas Hindu Kementerian Agama, I Nengah Duija, menegaskan bahwa kegiatan tersebut menjadi bagian dari strategi besar Kemenag.
Ia menjelaskan bahwa Indonesia Emas 2045 membutuhkan generasi muda yang cerdas, berkarakter, dan memiliki semangat kebangsaan.
“Kami percaya Indonesia Emas 2045 membutuhkan SDM unggul, harmoni sosial, dan dharma negara yang berlandaskan nilai ketuhanan,” kata Prof. Duija.
Menurutnya, penguatan moderasi beragama menjadi bagian penting dalam pendidikan tinggi keagamaan Hindu di Indonesia.
IMK Singaraja Jadi Ruang Penguatan Pancasila
Prof. Duija menjelaskan bahwa Institut Mpu Kuturan Singaraja akan menjadi ruang pembelajaran nilai Pancasila dan moderasi beragama.
Ia menegaskan kampus tidak hanya menjadi tempat menimba ilmu. Kampus juga harus membentuk karakter mahasiswa berbasis nilai kemanusiaan dan persatuan bangsa.
Selain itu, proses pendidikan turut memperkuat ajaran Hindu seperti Vasudhaiva Kutumbakam. Nilai tersebut mengajarkan bahwa seluruh manusia merupakan satu keluarga besar.
Kuliah umum ini melibatkan organisasi mahasiswa, FKUB, Aliansi Cipayung Plus, dan BEM Bali Utara. Panitia kemudian menutup kegiatan dengan prosesi Penjor Kebangsaan sebagai simbol harmoni antara agama, negara, dan masyarakat.



