EDUCARE.CO.ID – Yayasan Sekolah Umat Katolik Manggarai Barat (Yasukmabar) resmi meluncurkan Peta Jalan Penyelenggaraan Pendidikan 2026–2031 sebagai arah baru pengembangan pendidikan Katolik di Keuskupan Labuan Bajo. Peluncuran tersebut berlangsung bertepatan dengan Misa Pembukaan Tahun Ajaran 2026/2027 di Gereja Santo Petrus Sernaru, Labuan Bajo, Manggarai Barat, Sabtu (18/7/2026).
Uskup Labuan Bajo, Mgr. Maksimus Regus, memimpin langsung kegiatan tersebut. Para imam, kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, serta sekitar 2.000 siswa dari sekolah-sekolah di bawah naungan Yasukmabar turut menghadirinya.
Berdasarkan sumber rilis Yasukmabar, perayaan mengusung tema “Membangun Komunitas Pendidikan yang Adil, Berbela Rasa, dan Berpengharapan.” Tema tersebut menjadi pijakan dalam memperkuat kualitas pendidikan sekaligus pembentukan karakter peserta didik.

Sekolah Menjadi Ladang Menumbuhkan Karakter
Dalam homilinya, Mgr. Maksimus Regus mengajak seluruh warga sekolah memandang sekolah sebagai “ladang” untuk belajar, bertumbuh, dan membangun masa depan.
Menurutnya, seluruh warga sekolah perlu menjaga lingkungan pendidikan melalui tiga nilai utama, yaitu keadilan, bela rasa, dan harapan.
Menurutnya, setiap orang perlu menjalankan hak dan kewajibannya secara seimbang sebagai wujud sikap adil.
Selain itu, budaya bela rasa perlu terus tumbuh melalui kebiasaan saling membantu dan mendukung sesama, terutama mereka yang sedang menghadapi kesulitan.
Sementara itu, harapan menjadi fondasi penting dalam penyelenggaraan pendidikan. Orang tua, masyarakat, gereja, dan peserta didik sama-sama menaruh harapan besar pada proses belajar di sekolah untuk mewujudkan cita-cita tersebut.
Luncurkan Peta Jalan Pendidikan dan AD/ART Yayasan

Pada kesempatan tersebut, Yasukmabar meluncurkan dua dokumen strategis, yaitu Peta Jalan Penyelenggaraan Pendidikan Yasukmabar 2026–2031 dan Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) yayasan.
Yasukmabar menyusun dokumen peta jalan tersebut bersama Universitas Katolik Indonesia (Unika) St. Paulus Ruteng sebagai pedoman pengembangan pendidikan dalam lima tahun ke depan.
Mgr. Maksimus Regus kemudian menandatangani dokumen tersebut sebelum menyerahkannya kepada para kepala sekolah dan perwakilan organ yayasan.
Selain itu, Yasukmabar dan Unika St. Paulus juga menandatangani nota kesepahaman (MoU). Melalui kerja sama itu, kedua lembaga akan memperkuat kolaborasi dalam pengembangan pendidikan Katolik di Manggarai Barat.
Perkuat Tata Kelola Pendidikan Katolik
Ketua Yasukmabar, Romo Yohanes F. Selman, Pr, mengatakan peluncuran kedua dokumen tersebut menjadi tonggak penting setelah yayasan memasuki usia enam tahun.
Menurutnya, Yasukmabar memerlukan arah pengembangan yang jelas sekaligus tata kelola yang semakin kuat agar mampu menjawab berbagai tantangan pendidikan.
Ia menegaskan bahwa peta jalan tersebut menjadi fondasi baru dalam membangun pendidikan Katolik yang tidak hanya mengejar prestasi akademik.
Sebaliknya, yayasan ingin membentuk peserta didik yang beriman, berkarakter, berintegritas, peduli terhadap sesama, serta mampu menghadapi perubahan zaman.
Naungi 94 Sekolah dan Sekitar 12 Ribu Siswa
Saat ini Yasukmabar membina 94 sekolah yang terdiri atas 82 SDK, 7 SMPK, 4 SMA, dan 1 SMK di wilayah Keuskupan Labuan Bajo.
Yayasan mengelola langsung enam sekolah, yakni SDK Wae Medu, SMPK St. Ignatius Loyola Labuan Bajo, SMPK Sadar Ranggu, SMAK Sanctissima Trinitas Ranggu, SMAS St. Familia Wae Nakeng, dan SMKS Stella Maris Labuan Bajo.
Data Tahun Ajaran 2025/2026 menunjukkan sekolah-sekolah di bawah Yasukmabar melayani sekitar 12.000 peserta didik dengan dukungan sekitar 1.000 guru.
Melalui peluncuran Peta Jalan Pendidikan 2026–2031, Yasukmabar berharap seluruh sekolah memiliki arah pengembangan yang lebih terukur. Selain itu, yayasan ingin memperkuat pendidikan Katolik yang unggul dalam akademik, karakter, dan pelayanan kepada masyarakat.




