Webinar UNDIP Soroti Peran AI dalam Penyusunan Literature Review Berbasis PRISMA
educare.co.id, Semarang — Menjawab tantangan era disrupsi teknologi, UPT Perpustakaan Universitas Diponegoro (UNDIP) bersama UNDIP Press dan Forum Komunikasi Pustakawan dan Pengelola Perpustakaan UNDIP (FKP3U) menggelar Webinar Series ke-66 bertajuk “Penggunaan AI Tools untuk Pembuatan Literature Review dengan Metode PRISMA”, Selasa (10/6). Kegiatan ini berlangsung secara daring melalui Zoom Meeting.
Webinar ini bertujuan memperkenalkan pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (AI) dalam penyusunan tinjauan literatur yang lebih sistematis dan transparan, khususnya menggunakan pendekatan PRISMA (Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses), standar internasional dalam systematic review dan meta-analisis.
Hadir sebagai narasumber utama, Prof. Ferry Efendi, S.Kep., Ns., M.Sc., Ph.D., Guru Besar dari Fakultas Keperawatan Universitas Airlangga, yang juga tercatat sebagai bagian dari 2% ilmuwan top dunia versi Elsevier dan Universitas Stanford selama tiga tahun berturut-turut (2022–2024).
Webinar ini dibuka secara resmi oleh Wakil Rektor Bidang SDM, TI, Hukum, dan Organisasi UNDIP, Prof. Dr. Adian Fatchur Rochim, S.T., M.T., yang menyampaikan apresiasinya terhadap tema yang diangkat.
“Topik ini sangat relevan bagi mahasiswa pascasarjana maupun peneliti yang sedang memulai perjalanan risetnya. Tools yang disampaikan sangat membantu untuk mengenali dunia riset berbasis teknologi. Semoga kegiatan ini membawa manfaat besar, terutama dalam mendorong kemajuan riset bagi para mahasiswa pascasarjana maupun dosen,” ujarnya, dalam siaran tertulis Undip (17/6).
Prof. Adian juga mendorong kalangan pustakawan dan tenaga kependidikan untuk aktif dalam kegiatan riset.
“Diharapkan tenaga kependidikan maupun pustakawan juga dapat mulai melakukan riset mandiri di mana bisa menggunakan scheme-scheme yang berkolaborasi dengan dosen untuk melakukan publikasi terhadap hasil riset yang dilakukan,” tuturnya.

Dalam sesi pemaparannya, Prof. Ferry menekankan bahwa literature review bukan hanya sekadar kewajiban akademik, melainkan fondasi penting dalam merancang riset yang berkualitas. Ia menjelaskan lima tahapan utama dalam metode PRISMA, yakni:
- Merumuskan pertanyaan riset: mencakup pemilihan topik, cakupan, dan tujuan riset.
- Identifikasi studi relevan: termasuk pemanfaatan MeSH terms dan berbagai basis data ilmiah.
- Seleksi studi: dilakukan melalui penyaringan bertahap dan divisualisasikan dalam diagram PRISMA.
- Charting data: menyusun informasi penting dari studi terpilih.
- Pelaporan hasil: disusun dalam narasi yang jelas dan bebas bias.
Salah satu bahasan menarik dari webinar ini adalah pengenalan Scopus AI, sebuah alat berbasis kecerdasan buatan yang mendukung peneliti dalam mempercepat dan menyempurnakan proses pencarian referensi serta penyusunan literature review. Teknologi ini dikembangkan dengan fitur-fitur seperti identifikasi research gap, eksplorasi topik baru, dan pembuatan ringkasan literatur yang lebih akurat.
“AI bukan untuk menggantikan peneliti, melainkan memperkuat proses riset agar lebih efisien dan akurat. Namun, akuntabilitas dan prinsip transparansi dalam PRISMA harus tetap dijaga,” tegas Prof. Ferry.
Ia juga membagikan sejumlah tips praktis dalam menggunakan Scopus AI, termasuk penerapan teknologi RAG Fusion, prompt engineering, serta integrasi dengan Copilot untuk mendukung penyusunan literature review berbasis PRISMA secara lebih terarah.
Webinar ini diikuti oleh lebih dari 450 peserta dari berbagai latar belakang akademik. Tingginya antusiasme peserta menunjukkan meningkatnya minat terhadap pemanfaatan teknologi dalam penelitian ilmiah. Para peserta menyambut baik pendekatan praktis yang diberikan serta semangat kolaboratif yang dibangun dalam kegiatan ini.
Melalui kegiatan ini, UPT Perpustakaan dan UNDIP Press menegaskan komitmennya dalam mendorong budaya riset berbasis bukti dan kolaborasi, selaras dengan visi UNDIP sebagai universitas riset kelas dunia.
