Wamendikdasmen Soroti Tingginya Angka Tidak Sekolah, Sekolah Diminta Segera Bertransformasi

Must read

EDUCARE.CO.ID – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mendorong seluruh satuan pendidikan di Indonesia melakukan transformasi untuk menghadapi perubahan demografi, tingginya Angka Tidak Sekolah (ATS), dan dinamika penyelenggaraan pendidikan. Pemerintah menegaskan bahwa peningkatan mutu kini menjadi fokus utama pengembangan sekolah.

Berdasarkan rilis resmi Kemendikdasmen, Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Fajar Riza Ul Haq menyampaikan arahan tersebut saat bertemu kepala sekolah, guru, dan pengelola satuan pendidikan di SMA Muhammadiyah 2 Cisaat, Jawa Barat, Rabu (5/8/2026).

Fokus Pendidikan Bergeser dari Kuantitas ke Mutu

Fajar menilai sekolah saat ini tidak cukup hanya mengejar jumlah peserta didik. Sebaliknya, sekolah harus mampu menghadirkan layanan pendidikan yang lebih berkualitas dan relevan dengan kebutuhan zaman.

“Era mengejar kuantitas sudah berlalu. Sekarang saatnya bergerak menuju mutu. Setiap satuan pendidikan harus memiliki visi untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, memperkuat tata kelola, dan membangun budaya belajar yang lebih baik,” ujar Fajar.

Fajar menilai transformasi pendidikan harus dimulai dari kepemimpinan kepala sekolah. Kepala sekolah perlu memiliki visi yang jelas, adaptif terhadap perubahan, dan mampu menggerakkan seluruh ekosistem pendidikan.

Guru Jadi Kunci Peningkatan Mutu

Selain kepemimpinan sekolah, kualitas guru juga menentukan keberhasilan peningkatan mutu pendidikan. Karena itu, pemerintah terus memperkuat kompetensi pendidik melalui berbagai program peningkatan kapasitas.

Fajar menegaskan bahwa guru perlu terus memperbarui pengetahuan dan keterampilannya agar mampu menjawab perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan kebutuhan peserta didik yang terus berubah.

ATS Masih Jadi Tantangan Besar

Dalam kesempatan tersebut, Fajar juga menyoroti tingginya Angka Tidak Sekolah di Jawa Barat. Provinsi ini masih termasuk daerah dengan jumlah ATS terbesar di Indonesia.

Ia juga menilai pemerintah tidak dapat menyelesaikan persoalan ATS sendirian. Semua pemangku kepentingan perlu bergerak bersama agar semakin banyak anak kembali memperoleh hak belajar.

“Pendidikan tidak hanya bertumpu pada jalur formal. Kita harus mengoptimalkan semua jalur pendidikan agar anak-anak yang belum memperoleh layanan pendidikan dapat kembali belajar sesuai kebutuhannya,” kata Fajar.

Kemendikdasmen Perkuat Pendidikan Nonformal dan PJJ

Untuk memperluas akses pendidikan, Kemendikdasmen terus mengembangkan layanan pendidikan nonformal dan Pendidikan Jarak Jauh (PJJ). Melalui layanan ini, pemerintah ingin menjangkau peserta didik dengan kondisi dan latar belakang yang beragam.

Fajar menambahkan bahwa sekolah swasta juga memiliki peran strategis dalam menjawab tantangan pendidikan. Karena itu, pemerintah terus memperkuat kolaborasi dengan penyelenggara pendidikan masyarakat agar praktik baik dapat berkembang di berbagai daerah.

Revisi Sisdiknas Siapkan Dukungan Lebih Merata

Pemerintah saat ini juga menyiapkan penyempurnaan sejumlah kebijakan pendidikan melalui pembahasan revisi Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas). Salah satu arah pembaruan tersebut adalah memperkuat dukungan bagi penyelenggara pendidikan, baik pemerintah maupun masyarakat.

Melalui kebijakan tersebut, pemerintah ingin memberi kesempatan yang sama kepada setiap satuan pendidikan untuk berkembang dan meningkatkan kualitas layanan pendidikan.

Kolaborasi Jadi Kunci Transformasi Pendidikan

Menutup arahannya, Fajar menegaskan bahwa transformasi pendidikan hanya dapat berhasil jika seluruh pihak bergerak bersama. Pemerintah pusat, pemerintah daerah, sekolah, organisasi penyelenggara pendidikan, dan masyarakat perlu memperkuat kolaborasi.

“Kalau kita ingin mutu pendidikan meningkat, maka kita harus bergerak bersama. Pemerintah menyiapkan berbagai kebijakan, sedangkan seluruh pihak menentukan keberhasilannya melalui kolaborasi dalam menghadirkan layanan pendidikan yang lebih baik bagi anak-anak Indonesia,” tutup Fajar.

- Advertisement -spot_img

More articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Latest article

spot_img