Wakil Rektor UNAIR Ungkap Prodi dengan Persaingan Masuk Tertinggi di 2025

Must read

educare.co.id, Surabaya – Persaingan untuk masuk ke Universitas Airlangga (UNAIR) semakin ketat dari tahun ke tahun. Hal ini seiring dengan meningkatnya jumlah pendaftar serta fluktuasi nilai hasil seleksi di setiap jalur penerimaan.

Wakil Rektor Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Alumni UNAIR, Prof. Dr. Bambang Sektiari Lukiswanto DEA DVM, menjelaskan bahwa tingkat keketatan setiap program studi (prodi) sangat dipengaruhi oleh tren hasil seleksi tahun sebelumnya.

“Keketatan program studi itu sangat bergantung pada hasil seleksi tahun sebelumnya karena ada semacam siklus. Siklus ini menunjukkan bahwa calon mahasiswa biasanya berkonsultasi dengan guru BK (Bimbingan Konseling) atau pihak lain untuk mengukur peluang mereka diterima di program studi yang dipilih,” ujarnya.

Menurut Prof. Bambang, sekolah dan bimbingan belajar kerap membantu siswa memperkirakan peluang lolos dengan mengevaluasi hasil skor latihan tes. Namun, faktor utama tetap bergantung pada jumlah peminat serta nilai rata-rata peserta setiap tahunnya.

Program Studi Paling Ketat di UNAIR

Berdasarkan data seleksi, beberapa program studi di UNAIR tercatat memiliki tingkat persaingan tertinggi. Fakultas Kedokteran (FK) masih menjadi prodi dengan keketatan paling tinggi di rumpun saintek. Tingkat keketatan FK tercatat sebesar 4,04% melalui jalur SNBT, 2,90% lewat SNBP, dan 4,79% pada jalur Mandiri.

Sementara itu, di rumpun sosial dan humaniora (soshum), Program Studi Ilmu Komunikasi menjadi yang paling ketat dengan persentase 5,37% (SNBT), 4,46% (SNBP), dan 11,37% di jalur Mandiri. Selain itu, prodi Akuntansi dan Hubungan Internasional juga mencatatkan tingkat selektivitas yang tinggi, masing-masing sebesar 5,61% dan 5,85% melalui jalur SNBT.

Strategi Memilih Prodi

Prof. Bambang menegaskan pentingnya strategi dalam memilih program studi. Ia menyarankan calon mahasiswa memperhatikan tren keketatan dan hasil seleksi tahun-tahun sebelumnya sebagai bahan pertimbangan. Data tersebut tersedia secara terbuka dan bisa menjadi acuan dalam menentukan pilihan.

Pada tahun 2025 ini, UNAIR menargetkan menerima sekitar 9.100 mahasiswa baru. Penerimaan jalur Mandiri juga mengalami peningkatan signifikan, dari 2.800 menjadi 3.200 mahasiswa. Jalur ini menyumbang sekitar 30 persen dari total penerimaan mahasiswa baru UNAIR, yang mencerminkan ketatnya persaingan di setiap jalur seleksi.

“Untuk memastikan peluang diterima, calon mahasiswa perlu mengoptimalkan pilihan program studinya dengan menentukan prioritas dari yang tertinggi hingga terendah. Keempat pilihan tersebut harus benar-benar sesuai dengan minat mereka, sehingga jika diterima di pilihan kedua atau ketiga, mereka tetap merasa nyaman dan sesuai dengan passion mereka,” tutupnya.

- Advertisement -spot_img

More articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img

Latest article