EDUCARE.CO.ID – Bencana bisa datang tanpa banyak waktu untuk bersiap. Karena itu, setiap keluarga sebaiknya memiliki tas siaga bencana yang berisi perlengkapan penting untuk menghadapi situasi darurat.
Tas siaga bencana dapat membantu masyarakat bertahan selama proses evakuasi menuju lokasi yang lebih aman. BNPB menyarankan penggunaan tas tahan air agar perlengkapan di dalamnya tetap terlindungi ketika kondisi lingkungan tidak memungkinkan.
Berdasarkan Buku Saku Tanggap Tangkas Bencana Menghadapi Bencana dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), masyarakat perlu menyiapkan sejumlah kebutuhan dasar di dalam tas tersebut.
Berikut 11 perlengkapan yang perlu masuk ke dalam tas siaga bencana.
1. Dokumen dan Surat Penting
Dokumen penting menjadi salah satu perlengkapan yang perlu mendapat perhatian. Masukkan dokumen seperti surat tanah, surat kendaraan, ijazah, akta kelahiran, dan dokumen penting lainnya.
Sebaiknya, masyarakat menyimpan dokumen tersebut dalam wadah kedap air. Cara ini membantu melindungi dokumen ketika tas terkena air atau berada di lingkungan yang lembap.
2. Pakaian untuk Tiga Hari
Siapkan pakaian yang cukup untuk kebutuhan sekitar tiga hari. Pakaian dalam, celana panjang, jaket, selimut, dan handuk dapat masuk dalam daftar perlengkapan.
Selain itu, jas hujan juga berguna ketika masyarakat harus berpindah tempat dalam kondisi hujan. Pilih pakaian yang praktis dan tidak memakan banyak ruang.
3. Makanan Tahan Lama
Makanan ringan dengan daya simpan panjang dapat menjadi bekal selama kondisi darurat. Contohnya antara lain biskuit, mi instan, abon, dan cokelat.
Pilih makanan yang mudah dibawa dan tidak membutuhkan banyak persiapan. Periksa juga tanggal kedaluwarsanya secara berkala.
4. Air Minum
Air menjadi kebutuhan utama ketika masyarakat menghadapi bencana. BNPB menyarankan persediaan air yang dapat mendukung kebutuhan selama kurang lebih tiga hari.
Simpan air dalam wadah yang tertutup rapat. Jika memungkinkan, periksa persediaan secara berkala agar kondisinya tetap layak digunakan.
5. Obat dan Perlengkapan P3K
Kotak obat atau perlengkapan pertolongan pertama juga perlu masuk ke dalam tas. Isi dengan obat pribadi dan obat umum yang memang biasa diperlukan.
Bagi anggota keluarga yang memiliki obat rutin, pastikan persediaannya selalu tersedia. Periksa pula kondisi perlengkapan P3K secara berkala.
6. Alat Penerangan
Listrik dapat terputus ketika bencana terjadi. Karena itu, siapkan alat penerangan seperti senter atau headlamp.
Korek api dan lilin juga tercantum dalam perlengkapan yang perlu disiapkan. Simpan seluruh alat tersebut di tempat yang mudah ditemukan saat keadaan darurat.
7. Uang Tunai
Uang tunai secukupnya dapat membantu memenuhi kebutuhan selama situasi darurat. BNPB memasukkan uang sebagai salah satu perlengkapan dalam tas siaga.
Siapkan jumlah yang sesuai kebutuhan selama kurang lebih tiga hari. Simpan uang di tempat yang aman dan tahan air.
8. Peluit untuk Meminta Pertolongan
Peluit mungkin terlihat sederhana, tetapi alat ini dapat membantu seseorang memberi tanda ketika membutuhkan pertolongan.
Saat berada di lokasi yang sulit dijangkau atau tertutup reruntuhan, suara peluit dapat membantu tim penyelamat mengetahui keberadaan korban.
9. Masker
Masker dapat membantu mengurangi paparan udara kotor atau tercemar. Perlengkapan ini menjadi semakin penting ketika bencana menghasilkan debu, asap, atau partikel lain di udara.
Simpan beberapa masker dalam tas agar dapat digunakan selama proses evakuasi atau ketika kondisi udara memburuk.
10. Perlengkapan Mandi
Kebutuhan kebersihan pribadi juga perlu mendapat tempat di dalam tas siaga. Sabun, sikat gigi, pasta gigi, sisir, dan cotton bud dapat menjadi perlengkapan dasar.
Pilih ukuran perlengkapan yang praktis agar tidak memenuhi ruang penyimpanan.
11. Radio atau Ponsel
Informasi menjadi sangat penting ketika bencana berlangsung. Karena itu, masyarakat perlu menyiapkan radio atau ponsel untuk memantau perkembangan situasi.
Jangan lupa membawa baterai, charger, atau power bank. Perangkat komunikasi dapat membantu masyarakat menerima informasi dan arahan terbaru dari pihak berwenang.
Tas Siaga Perlu Disesuaikan dengan Kebutuhan Keluarga
Selain 11 perlengkapan tersebut, setiap keluarga dapat menyesuaikan isi tas berdasarkan kondisi anggotanya.
Keluarga dengan bayi, misalnya, perlu menambahkan kebutuhan khusus seperti perlengkapan bayi dan makanan sesuai kebutuhannya. Begitu pula keluarga yang memiliki lansia atau anggota dengan kebutuhan khusus.
Dengan begitu, tas siaga tidak sekadar berisi perlengkapan umum. Isinya juga benar-benar menjawab kebutuhan keluarga ketika harus menghadapi kondisi darurat.
Jangan Hanya Siapkan Tas, Pahami Situasi Bencana
Tas siaga bukan satu-satunya bentuk kesiapsiagaan. Masyarakat juga perlu mengetahui tindakan yang tepat ketika bencana terjadi.
Langkah pertama, kaji situasi di sekitar. Kenali jenis bencana dan perhatikan kondisi lingkungan sebelum menentukan tindakan berikutnya.
Selanjutnya, tentukan apakah perlu bertahan di rumah atau berpindah ke lokasi yang lebih aman. Keputusan tersebut sebaiknya mengikuti informasi dan arahan pemerintah setempat.
Cari Udara Bersih Saat Kondisi Memburuk
Bencana tertentu dapat memengaruhi kualitas udara dan membuat lingkungan dipenuhi debu atau asap. Dalam kondisi seperti ini, masyarakat perlu mencari area dengan udara yang lebih bersih.
Gunakan masker atau kain untuk membantu menutup mulut dan hidung. Hindari area yang memiliki paparan udara tercemar jika terdapat pilihan lokasi yang lebih aman.
Lindungi Diri dari Reruntuhan
Reruntuhan dapat membuat seseorang kesulitan bergerak atau bernapas. Jika terjebak, cari celah yang memungkinkan udara masuk.
Kemudian, gunakan peluit untuk meminta bantuan. Jika tidak memiliki peluit, seseorang dapat membuat tanda dengan melempar benda yang tersedia untuk menarik perhatian.
Perhatikan Air dan Kebersihan
Kondisi bencana juga dapat mengganggu ketersediaan air bersih dan sanitasi. Karena itu, masyarakat perlu memastikan air yang dikonsumsi tetap layak minum.
Kebersihan lingkungan juga perlu dijaga sebisa mungkin. Langkah tersebut membantu mengurangi risiko masalah kesehatan selama masa tanggap darurat.
Kesiapsiagaan Dimulai Sebelum Bencana Datang
Menyiapkan tas siaga bencana tidak berarti seseorang mengharapkan bencana terjadi. Justru, langkah tersebut menunjukkan kesiapan menghadapi kondisi yang tidak terduga.
Tas yang berisi dokumen penting, pakaian, makanan, air, obat, alat penerangan, uang, peluit, masker, perlengkapan mandi, dan alat komunikasi dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar selama keadaan darurat.
Namun, kesiapsiagaan juga membutuhkan pengetahuan. Kenali risiko bencana di wilayah tempat tinggal, pahami jalur evakuasi, ikuti informasi resmi, dan selalu prioritaskan keselamatan ketika kondisi darurat terjadi.


