UTU & BEM Berdampak: Nelayan Aceh Barat Pakai Teknologi Tangkap Ikan Ramah Lingkungan
EDUCARE.CO.ID, Meulaboh – Universitas Teuku Umar (UTU) kembali menunjukkan komitmennya dalam pengabdian masyarakat melalui implementasi program “BEM Berdampak” yang didukung oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek). Program ini fokus pada edukasi dan sosialisasi teknologi alat tangkap Bubu Dasar (BuDar) ramah lingkungan kepada kelompok nelayan tradisional di Desa Meureubo, Aceh Barat.
Kegiatan ini merupakan kolaborasi nyata dari akademisi dan tiga Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UTU, yakni BEM Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK), BEM Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), dan BEM Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB). Mereka bersinergi untuk mendorong praktik penangkapan ikan yang lebih berkelanjutan dan meningkatkan kesejahteraan nelayan.
Teknologi BuDar: Sederhana Namun Berdampak
Alat tangkap BuDar diperkenalkan sebagai solusi untuk menggantikan praktik destructive fishing yang masih terjadi. Menurut akademisi FPIK UTU, BuDar dirancang agar ramah lingkungan, mudah dibuat, dan memanfaatkan bahan-bahan lokal seperti batang pinang, rotan, dan jaring. Untuk memikat ikan, digunakan atraktor alami seperti daun pinang, daun kelapa, hingga daun paku laut.
Dr. Muhammad Rizal, S.Pi., M.Si, salah satu akademisi yang membimbing kegiatan, menekankan bahwa teknologi ini memungkinkan nelayan untuk meningkatkan hasil tangkapan tanpa harus merusak ekosistem perairan. Selain itu, penggunaan BuDar juga disebut lebih efisien dan efektif dari segi waktu penangkapan dan biaya operasional melaut.
Rangkaian Kegiatan Berkelanjutan
Sosialisasi dan edukasi awal ini hanyalah langkah pertama dari serangkaian kegiatan yang direncanakan berlangsung selama tiga bulan ke depan. Tahap selanjutnya akan diisi dengan workshop pelatihan pembuatan BuDar bagi para nelayan, serta monitoring dan evaluasi untuk memastikan teknologi ini dapat diadopsi secara berkelanjutan.
Program ini menegaskan peran mahasiswa dan perguruan tinggi sebagai agen perubahan yang tidak hanya berkutat pada teori di kampus, tetapi juga melakukan aksi nyata yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat pesisir. Harapannya, penerapan teknologi BuDar ini dapat menciptakan ekosistem perikanan yang lebih sejahtera dan lestari di Aceh Barat. (DSM)
