EDUCARE.CO.ID – Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) menggelar pelatihan pengolahan ikan bandeng menjadi abon bagi ibu-ibu Desa Lontar, Kecamatan Tirtayasa, Kabupaten Serang. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan gizi keluarga sekaligus mencegah stunting sejak dini.
Berdasarkan sumber Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Untirta, kegiatan bertajuk LENTERA (Lontar Edukasi Nutrisi Terpadu) berlangsung pada Sabtu, 25 Juli 2026.

Memiliki Hasil Bandeng Melimpah, Tetapi Gizi Keluarga Masih Perlu Ditingkatkan
Desa Lontar menjadi salah satu sentra perikanan utama di Provinsi Banten. Produksi bandeng di wilayah ini cukup melimpah.
Namun, banyak keluarga belum memanfaatkan bandeng secara optimal untuk memenuhi kebutuhan gizi sehari-hari. Karena itu, Untirta mengajak warga mengolah bandeng menjadi abon yang lebih praktis dan bernilai tambah.
Program LENTERA juga menjadi bagian dari Skema Program Kemitraan Masyarakat Internal Untirta Tahun 2026.
Pemerintah Desa Sambut Positif Program Untirta
Perwakilan Pemerintah Desa Lontar, Mochammad Pendi, menyambut baik kegiatan tersebut.
“Kami mengapresiasi kehadiran dosen dan mahasiswa Untirta. Semoga pelatihan ini meningkatkan kesadaran ibu-ibu dalam mencegah stunting dan memanfaatkan bandeng sebagai pangan bergizi,” ujarnya.
Menurutnya, program ini sesuai dengan kebutuhan masyarakat pesisir.
Edukasi Pencegahan Stunting Dimulai Sejak 1.000 Hari Pertama Kehidupan
Dosen Program Studi Ilmu Perikanan Untirta, Ahmad Shifa Uka, memberikan edukasi tentang pencegahan stunting sejak 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).
Ia menjelaskan pentingnya gizi selama kehamilan, pemberian ASI eksklusif, dan makanan pendamping ASI (MPASI). Ia juga mengingatkan bahwa sanitasi yang buruk dan infeksi berulang dapat meningkatkan risiko stunting.
Ibu-Ibu Praktik Membuat Abon Bandeng
Pada sesi praktik, dosen Program Studi Ilmu Perikanan Untirta, Ita Apriani, membimbing peserta mengolah bandeng menjadi abon.
Peserta mempelajari pemilihan bahan baku, proses pengolahan, hingga teknik pengemasan. Mereka juga belajar menjaga kualitas produk agar tahan lebih lama.
“Masyarakat sebaiknya tidak hanya menjual ikan segar. Produk olahan seperti abon memiliki nilai ekonomi lebih tinggi dan tetap bergizi,” kata Ita.
Sepuluh ibu rumah tangga mengikuti pelatihan ini, sementara mahasiswa Untirta mendampingi mereka di bawah koordinasi LPPM Untirta.
Anak Jadi Lebih Suka Makan Ikan
Salah satu peserta, Mursinah, mengaku memperoleh pengalaman baru selama pelatihan.
“Anak saya biasanya susah makan ikan. Setelah mencoba abon bandeng buatan sendiri, dia malah lahap. Saya jadi punya pilihan makanan sehat untuk keluarga,” tuturnya.
Pengalaman tersebut menunjukkan bahwa pengolahan pangan dapat membantu meningkatkan konsumsi protein hewani pada anak.
Dorong Gizi dan Ekonomi Keluarga Pesisir
Selain memperbaiki kualitas gizi keluarga, pelatihan ini juga membuka peluang usaha rumahan berbasis hasil perikanan.
Abon bandeng lebih mudah dipasarkan dan memiliki nilai jual lebih tinggi daripada ikan segar. Karena itu, Untirta mengajak warga Desa Lontar terus mempraktikkan keterampilan hasil pelatihan agar gizi keluarga dan pendapatan rumah tangga meningkat.
Melalui Program LENTERA, Untirta ingin menjadikan potensi perikanan lokal sebagai sumber gizi sekaligus sumber penghasilan bagi keluarga pesisir.



