EDUCARE.CO.ID – Pemerintah terus memperkuat kualitas pendidikan melalui peningkatan kesejahteraan sekaligus kompetensi guru. Salah satu langkah yang dijalankan ialah penyaluran Tunjangan Profesi Guru (TPG). Program ini mendorong guru agar terus berkembang dan menghadirkan pembelajaran yang lebih berkualitas.
Berdasarkan siaran pers Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) Nomor 526/sipers/A6/VI/2026, TPG menjadi salah satu program prioritas yang mendukung pelaksanaan Wajib Belajar 13 Tahun.

Guru Semakin Termotivasi Mengembangkan Kompetensi
Di Provinsi Lampung, banyak guru merasakan manfaat langsung dari program tersebut. Salah satunya ialah Budi Iswanti, guru TK Al Muttaqien Bandar Lampung.
Ia memanfaatkan TPG untuk meningkatkan kompetensi melalui pelatihan, pembelajaran mandiri, serta berbagai program pengembangan profesi. Selain itu, ia membeli buku referensi, media pembelajaran, dan layanan internet agar dapat mengakses materi dari Ruang GTK.
“Sebagai guru PAUD, saya ingin menghadirkan pembelajaran yang menyenangkan, bermakna, dan berpusat pada kebutuhan anak dengan memanfaatkan media serta sumber belajar hasil dari pemanfaatan TPG,” ujar Budi Iswanti.
Pembelajaran Menjadi Lebih Menarik
Lebih lanjut, Budi menerapkan berbagai metode belajar yang menyenangkan di sekolah. Ia membiasakan kegiatan literasi, pembelajaran berbasis bermain, dan penanaman karakter sejak usia dini.
Selain itu, ia melibatkan orang tua dalam proses pendidikan. Langkah tersebut membantu anak berkembang secara optimal sebelum memasuki jenjang sekolah dasar.
Karena itu, Budi mendukung penuh pelaksanaan Program Wajib Belajar 13 Tahun.
Guru Lain Juga Rasakan Dampaknya
Manfaat serupa juga dirasakan Puput Angellica, guru TK Harapan Bangsa Banjarejo, Kabupaten Pringsewu.
Ia menggunakan TPG untuk mengikuti seminar, workshop, dan pelatihan pendidikan. Berkat kegiatan tersebut, ia memperoleh banyak ide baru dalam mengajar.
Puput kemudian menerapkan berbagai inovasi pembelajaran yang lebih kreatif dan berpusat pada peserta didik.
“Hasil dari pelatihan memotivasi saya menciptakan pembelajaran yang kreatif, menyenangkan, dan berpusat pada anak melalui penggunaan media kontekstual,” katanya.
Menurut Puput, inovasi pembelajaran membuat anak lebih senang datang ke sekolah. Selain itu, proses belajar juga membantu membentuk karakter sekaligus mendukung tumbuh kembang anak.
Kemendikdasmen Perkuat Peran LPTK
Sementara itu, Kemendikdasmen juga memperkuat peran Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK).
Saat berkunjung ke Lampung, Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Fajar Riza Ul Haq menegaskan bahwa LPTK memegang peran penting dalam mencetak guru profesional.
Menurutnya, pemerintah ingin menghadirkan sistem pendidikan guru yang lebih terarah. Dengan begitu, lulusan LPTK memiliki kompetensi, jalur karier, dan pengembangan profesional yang berkelanjutan.
“Peningkatan kualitas guru menjadi prioritas utama pemerintah untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Oleh karena itu, dukungan LPTK sangat penting untuk menghasilkan guru-guru profesional, kompeten, dan siap mencetak generasi Indonesia yang unggul,” ujar Fajar Riza Ul Haq.
Karena itu, Kemendikdasmen terus memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak. Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan mutu guru sekaligus mempercepat pelaksanaan Program Wajib Belajar 13 Tahun di seluruh Indonesia.




