Teknologi Masuk Kelas PAUD, Wamendikdasmen Minta Guru Tetap Prioritaskan Interaksi Langsung

Must read

EDUCARE.CO.ID – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mendorong pemanfaatan Interactive Flat Panel (IFP) atau Papan Interaktif Digital (PID) di Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Namun, penggunaan teknologi tersebut perlu berjalan seimbang dengan kegiatan bermain, aktivitas luar ruang, dan interaksi langsung antaranak.

Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Fajar Riza Ul Haq, menegaskan bahwa pendidik perlu menyesuaikan penggunaan perangkat digital dengan kebutuhan tumbuh kembang anak. Teknologi sebaiknya mendukung pembelajaran, bukan menggantikan pengalaman belajar secara langsung.

Pesan tersebut Fajar sampaikan setelah meninjau penggunaan IFP di salah satu kelas TK IT Mekar Insani, Yogyakarta, Kamis (15/10).

“Memang saya sarankan, meskipun ada PID, aktivitas pembelajaran di TK ini tidak harus full digital, tetapi juga dikombinasikan dengan kegiatan luar ruang. Dengan begitu, anak-anak tetap memiliki interaksi fisik dan kegiatan bermain sehingga bisa berinteraksi lebih baik dengan teman-temannya,” ujar Fajar.

IFP Dukung Pembelajaran Interaktif di PAUD

Kunjungan Fajar menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk memantau pelaksanaan program prioritas Presiden Prabowo Subianto. Pemerintah juga ingin mengidentifikasi kendala di lapangan sebagai bahan evaluasi.

Fajar menilai PID dapat membantu guru menyampaikan materi secara lebih interaktif. Meski demikian, pendidik perlu menentukan cara penggunaan yang sesuai dengan karakteristik anak usia dini.

Kegiatan belajar di PAUD tidak cukup mengandalkan tampilan visual dari layar. Anak juga membutuhkan kesempatan untuk bergerak, bermain, bereksplorasi, dan berkomunikasi dengan teman sebaya.

Karena itu, guru perlu mengombinasikan penggunaan IFP dengan aktivitas nyata. Pendekatan ini membantu anak memperoleh pengalaman belajar yang lebih beragam sesuai tahap perkembangannya.

TK IT Mekar Insani Batasi Penggunaan Layar

Kepala TK IT Mekar Insani, Zenny Savitri, menjelaskan bahwa sekolah menerima PID pada pertengahan 2025. Sejak saat itu, guru memanfaatkan perangkat tersebut untuk mendukung pembelajaran tematik.

Salah satu penerapannya terlihat saat guru mengenalkan anggota tubuh melalui gambar dan lagu interaktif. Materi visual membantu menarik perhatian anak sehingga kegiatan belajar terasa lebih menarik.

“Alhamdulillah, manfaatnya sangat besar bagi pembelajaran kami. Anak-anak menjadi lebih tertarik ketika materi disampaikan menggunakan PID,” ungkap Zenny.

Meski merasakan manfaatnya, sekolah tetap membatasi durasi penggunaan perangkat. Guru biasanya menggunakan PID selama sekitar 15 menit untuk menyampaikan materi.

Setelah itu, guru melanjutkan pembelajaran melalui kegiatan langsung bersama anak. Cara ini membantu anak menghubungkan materi di layar dengan benda, gerakan, dan pengalaman nyata.

“Anak-anak itu harus konkret. Jadi, setelah menggunakan PID, kami tetap berinteraksi langsung dengan mereka agar materi yang dipelajari lebih mudah dipahami,” jelasnya.

Sekolah Berharap Distribusi PID Menjangkau Lebih Banyak Anak

TK IT Mekar Insani berharap pemerintah memperluas distribusi PID ke lembaga lain yang berada di bawah pengelola yang sama. Lembaga tersebut mencakup kelompok bermain dan tempat penitipan anak.

Perluasan akses teknologi pembelajaran diharapkan dapat mendukung kegiatan belajar di lebih banyak satuan PAUD. Namun, setiap lembaga tetap perlu menyesuaikan pemanfaatannya dengan kebutuhan dan tahap perkembangan anak.

Pengalaman TK IT Mekar Insani menunjukkan bahwa teknologi dapat menjadi salah satu pendukung pembelajaran anak usia dini. Guru tetap memegang peran penting dalam mengarahkan kegiatan belajar, membangun komunikasi, dan memberikan pengalaman langsung kepada peserta didik.

Dengan perpaduan teknologi, permainan, dan interaksi sosial, pembelajaran PAUD dapat berlangsung lebih menarik tanpa mengabaikan kebutuhan dasar anak untuk bergerak dan bereksplorasi.

More articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Latest article