Dari Bakar Batu hingga Kerajinan Bambu, Ini Peluang Kerja Sama Indonesia dan Fiji

Must read

EDUCARE.CO.ID – Indonesia dan Fiji membuka peluang memperluas kerja sama kebudayaan melalui pelestarian warisan budaya, pertukaran seniman, dan pengembangan industri kreatif. Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, membahas peluang tersebut bersama Menteri Urusan Multi-Etnis, Kebudayaan, Warisan, dan Seni Fiji, Charan Jeath Singh, dalam pertemuan bilateral di sela-sela kegiatan Indonesia-Pacific Cultural Connect 2026.

Pertemuan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat hubungan kedua negara yang telah terjalin selama 52 tahun. Kedua pihak juga membahas pemanfaatan kesamaan tradisi dan potensi budaya untuk membangun program kolaborasi yang berkelanjutan.

Fadli Zon menilai Indonesia dan Fiji memiliki peluang besar untuk mempererat hubungan melalui kerja sama antarlembaga serta pembaruan atau penyusunan kembali nota kesepahaman di bidang kebudayaan dan warisan budaya.

“Indonesia dan Fiji memiliki hubungan yang telah terjalin lama dan menyimpan banyak potensi kerja sama di bidang kebudayaan. Kita dapat memperkuat hubungan ini melalui pembaruan atau penyusunan kembali nota kesepahaman di bidang kebudayaan dan warisan budaya, yang menjadi payung bagi berbagai program bersama ke depan,” ucap Fadli.

Tradisi Bakar Batu Berpeluang Masuk Nominasi UNESCO

Salah satu agenda yang menjadi perhatian dalam pertemuan tersebut ialah penjajakan nominasi bersama untuk warisan budaya takbenda ke UNESCO. Indonesia dan Fiji melihat peluang untuk mempelajari kesamaan tradisi, termasuk praktik memasak bersama menggunakan batu panas.

Di Indonesia, tradisi tersebut dikenal sebagai bakar batu dan berkembang di sejumlah wilayah. Kemiripan praktik seremonial dengan tradisi di Fiji membuka ruang pertukaran pengetahuan mengenai pelestarian budaya.

Fadli menegaskan bahwa kerja sama internasional dapat memperkuat upaya pelindungan warisan budaya takbenda. Selain menjajaki nominasi bersama, kedua negara juga dapat bertukar pengalaman dalam dokumentasi, pelestarian, dan peningkatan kapasitas pengelola budaya.

Sebagai anggota Komite Antarpemerintah UNESCO untuk Pelindungan Warisan Budaya Takbenda, Indonesia turut mendorong kolaborasi yang memberi manfaat nyata bagi negara-negara kepulauan.

Pemerintah juga membuka peluang kerja sama melalui program residensi dan pertukaran seniman, produksi karya bersama, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia. Fiji berpeluang memperluas keterlibatan dalam platform kemitraan kebudayaan Indonesia-Pasifik dan berbagai festival budaya di kawasan.

Indonesia dan Fiji Bidik Potensi Ekonomi Kreatif Berbasis Bambu

Selain pelestarian tradisi, kedua negara membahas pengembangan bambu sebagai salah satu bidang kerja sama. Fadli melihat bambu memiliki potensi untuk menghubungkan pengetahuan tradisional, keterampilan kriya, dan kegiatan ekonomi kreatif.

Indonesia telah memanfaatkan bambu untuk berbagai kebutuhan, mulai dari bahan bangunan hingga alat musik dan kerajinan. Pengalaman tersebut dapat menjadi bahan pertukaran pengetahuan bagi Fiji dalam mengembangkan produk bambu bernilai tambah.

Menurut Fadli, pengembangan industri bambu perlu mencakup seluruh tahapan, mulai dari budidaya dan pengolahan hingga pemasaran produk. Karena itu, pertukaran tenaga ahli dan peningkatan keterampilan masyarakat menjadi bagian penting dalam rencana kolaborasi.

“Pengembangan bambu perlu dilihat secara menyeluruh, mulai dari budidaya, pengolahan, hingga pemanfaatannya menjadi produk bernilai tambah. Melalui pertukaran tenaga ahli dan penguatan keterampilan masyarakat, kerja sama ini dapat mendorong pengembangan kriya, membuka peluang ekonomi kreatif, serta memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat kedua negara,” jelasnya.

Kolaborasi tersebut diharapkan membuka peluang usaha baru sekaligus memperkuat peran perajin dan komunitas lokal dalam rantai ekonomi kreatif.

Fiji Dorong Pelestarian Museum dan Pengetahuan Tradisional

Menteri Urusan Multi-Etnis, Kebudayaan, Warisan, dan Seni Fiji, Charan Jeath Singh, menyampaikan apresiasi atas sambutan Pemerintah Indonesia. Ia juga menegaskan komitmen Fiji untuk memperluas kemitraan kebudayaan dengan Indonesia.

Charan memandang hubungan bilateral selama lebih dari lima dekade sebagai modal penting untuk mempererat hubungan antarmasyarakat. Menurutnya, kedua negara dapat memperluas kolaborasi dalam pelestarian warisan budaya, pengelolaan museum, dokumentasi budaya, serta perlindungan pengetahuan dan praktik tradisional.

“Fiji sangat menghargai hubungan jangka panjang dengan Indonesia dan dukungan yang telah diberikan di berbagai bidang. Kami melihat peluang besar untuk memperkuat kerja sama kebudayaan, khususnya dalam pelestarian warisan budaya, pengelolaan museum, dokumentasi budaya, serta pelindungan pengetahuan dan praktik tradisional bagi generasi mendatang,” jelas Charan.

Ia juga menyoroti peluang pengembangan industri kreatif berbasis komunitas, terutama melalui bambu dan kerajinan tradisional. Kedua negara dapat mengembangkan program pelatihan, pertukaran tenaga ahli, pengembangan produk, serta promosi karya budaya ke pasar regional dan internasional.

Charan berharap kolaborasi ini dapat memperluas kesempatan bagi perajin, perempuan, dan generasi muda untuk terlibat dalam kegiatan ekonomi kreatif.

“Kami ingin membangun kerja sama yang terarah dan berkelanjutan dengan Indonesia, mulai dari pertukaran seniman dan pelaku budaya hingga peningkatan kapasitas, kemitraan antarlembaga, serta pengembangan usaha kreatif. Kami berharap berbagai peluang yang telah dibahas dapat diterjemahkan menjadi program nyata yang memberikan manfaat bagi lembaga kebudayaan, komunitas, dan masyarakat kedua negara,” harapnya.

Pertemuan Bilateral Jadi Langkah Awal Program Bersama

Pertemuan tersebut turut dihadiri Direktur Jenderal Diplomasi, Promosi, dan Kerja Sama Kebudayaan, Endah T. D. Retnoastuti; Direktur Kerja Sama Kebudayaan, Mardisontori; serta Dewan Penasihat Menteri Bidang Pengembangan Strategi dan Optimalisasi Pengelolaan Museum, Putu Supadma Rudana.

Melalui pertemuan ini, Indonesia dan Fiji berharap dapat menerjemahkan berbagai peluang kolaborasi menjadi program nyata. Fokusnya mencakup pelindungan warisan budaya, pertukaran pengetahuan, pengembangan keterampilan, dan penguatan industri kreatif.

More articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Latest article