Tak Sekadar Belajar Menulis, Siswa SMP Muhammadiyah 1 Tempel Hasilkan Puluhan Karya Berkualitas

Must read

Program KIM Goes to School berhasil menumbuhkan budaya literasi di kalangan pelajar. Melalui pelatihan menulis yang berlangsung di SMP Muhammadiyah 1 Tempel pada Selasa (14/7/2026), para siswa mampu menghasilkan 82 karya tulis.

Berdasarkan sumber rilis KIM Senyum Tempel, kegiatan ini lahir dari kolaborasi antara Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) Senyum Tempel dan SMP Muhammadiyah 1 Tempel. Program tersebut memberi ruang bagi siswa untuk mengasah kemampuan menulis melalui praktik secara langsung.

Selama pelatihan, peserta mempelajari teknik dasar jurnalistik. Mereka juga langsung menyusun tulisan berdasarkan tema yang telah panitia siapkan. Pendekatan tersebut membuat siswa lebih mudah memahami proses penulisan berita.

Selanjutnya, pemandu pelatihan Sadhono Hadi bersama tim melakukan seleksi terhadap seluruh karya. Tim memilih 35 tulisan atau sekitar 42 persen untuk masuk ke tahap penilaian akhir.

Capaian tersebut melampaui target panitia. Sebelumnya, panitia memperkirakan hanya sekitar 20 persen karya yang memenuhi standar dasar penilaian.

Kemudian, dewan juri akan menilai setiap tulisan berdasarkan empat aspek. Aspek tersebut meliputi alur penulisan, kelengkapan unsur berita 5W+1H, nilai berita, dan penggunaan bahasa.

Dua penulis senior KIM Senyum Tempel bersama satu perwakilan Media Center Sleman akan menentukan 10 karya terbaik. Panitia selanjutnya menerbitkan karya pilihan tersebut dalam Buletin UMKM Kita edisi mendatang.

Siswa Lebih Banyak Memilih Tema Sekolah

Panitia menawarkan lima pilihan tema kepada peserta. Tema tersebut meliputi sekolah, tokoh, kuliner, olahraga, dan peristiwa.

Sebagian besar siswa memilih tema sekolah. Menurut Sadhono, contoh artikel yang tim pelatih tampilkan selama sesi pelatihan mendorong banyak siswa memilih tema sekolah.

Karena itu, panitia akan menyajikan contoh yang lebih beragam pada kegiatan berikutnya.Melalui pendekatan tersebut, panitia ingin mendorong peserta agar lebih berani mengeksplorasi berbagai topik.

Beragam Pengalaman Menjadi Inspirasi Tulisan

Selain mengangkat tema sekolah, banyak siswa menuliskan pengalaman pribadi dan cerita dari lingkungan sekitar.

Misalnya, beberapa peserta menulis kisah persahabatan, kegiatan desa, pengalaman liburan, hingga persoalan sosial yang banyak remaja alami. Sementara itu, peserta lain memilih menulis tentang kehidupan di pondok pesantren, upaya menjauhi rokok, serta perjuangan seorang pelajar yang hampir berhenti sekolah karena keterbatasan ekonomi.

Menurut Sadhono, keberagaman tema itu membuktikan bahwa para siswa memiliki pengalaman, sudut pandang, dan ide yang mampu menarik perhatian pembaca.

Ia juga menilai pelatihan sederhana ini membantu peserta mengembangkan gagasan menjadi tulisan yang runtut, informatif, dan mudah dipahami pembaca.

Pada akhirnya, program ini tidak hanya melatih kemampuan menulis. Kegiatan tersebut juga membangun kepercayaan diri, kemampuan berpikir kritis, serta keberanian siswa untuk menyampaikan gagasan melalui karya jurnalistik.

KIM Goes to School akan terus memperkuat budaya literasi di sekolah. Program ini juga mendorong lebih banyak pelajar untuk aktif menulis, berpikir kreatif, dan peduli terhadap lingkungan sekitarnya.

- Advertisement -spot_img

More articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

Latest article

spot_img