Tak Hanya Algoritma, Wamendiktisaintek Sebut Data Kunci Masa Depan AI Indonesia

Must read

EDUCARE.CO.ID – Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi pemain penting dalam pengembangan kecerdasan artifisial atau Artificial Intelligence (AI). Pemerintah pun mulai menyiapkan strategi agar potensi tersebut mampu meningkatkan daya saing nasional di tingkat global.

Berdasarkan sumber rilis Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek), Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Stella Christie memaparkan strategi tersebut saat menjadi pembicara pada sesi Fireside Chat bertema Education and AI dalam forum Sino-Indonesian Next Generation Dialogue (SINGD) 2026 di Tsinghua Southeast Asia Center, Sabtu (11/7).

Dalam forum tersebut, Stella Christie mengajak peserta melihat perkembangan AI sebagai peluang besar. Menurutnya, Indonesia perlu menyusun strategi berdasarkan keunggulan yang dimiliki sendiri. Langkah itu akan memperkuat posisi Indonesia dalam persaingan teknologi global.

“Prioritas Indonesia dan peluang Indonesia adalah hal yang sama. Jika kita berpikir tentang prioritas, kita harus berpikir tentang kesempatan,” ujar Stella Christie.

Data Menjadi Modal Terbesar Indonesia

Stella menjelaskan bahwa AI berdiri di atas tiga komponen utama. Ketiganya meliputi algoritma, daya komputasi (computing power), dan data.

Ia menilai Indonesia memiliki keunggulan besar pada aspek data. Potensi tersebut bahkan dapat menjadi modal utama dalam membangun ekosistem AI nasional.

Menurut Stella, data berperan penting dalam pengembangan AI modern. Algoritma dan infrastruktur komputasi tidak akan menghasilkan teknologi yang optimal tanpa dukungan data yang memadai.

“Data adalah oksigen bagi AI. Jika Anda tidak memiliki data, tidak peduli seberapa bagus algoritma Anda atau seberapa kuat computing power Anda, Anda tidak akan mendapatkan model AI seperti yang dunia miliki hari ini,” jelasnya.

Karena itu, Stella mengajak seluruh pemangku kepentingan memanfaatkan kekayaan data Indonesia secara maksimal. Pemanfaatan tersebut dapat mempercepat inovasi sekaligus memperluas kolaborasi.

Ia optimistis Indonesia mampu mengambil peran yang lebih besar dalam ekosistem AI dunia.

“Saya pikir itulah kekuatan Indonesia yang harus kita gunakan, dan kita memiliki kesempatan untuk menjadi pemain besar,” tambahnya.

Pendidikan Tinggi dan Talenta Jadi Prioritas

Selain membahas AI, Stella Christie juga berbagi pengalaman sebagai akademisi di Amerika Serikat dan Tiongkok.

Ia menilai kemajuan teknologi membutuhkan investasi jangka panjang. Investasi tersebut harus menyasar pendidikan tinggi, pengembangan talenta, dan riset.

Menurutnya, perguruan tinggi memegang peran penting dalam mencetak sumber daya manusia yang unggul. Kampus juga harus terus mendorong lahirnya inovasi yang mampu menjawab tantangan masa depan.

Stella menegaskan bahwa Indonesia perlu memperkuat ekosistem riset agar mampu bersaing di tengah perkembangan teknologi global.

Kemdiktisaintek Perkuat Kolaborasi Global

Forum Sino-Indonesian Next Generation Dialogue (SINGD) 2026 mempertemukan akademisi, pemimpin muda, pelaku industri, serta pembuat kebijakan dari Indonesia dan Tiongkok.

Melalui forum tersebut, Kemdiktisaintek terus memperkuat kerja sama internasional di bidang pendidikan tinggi, sains, dan teknologi.

Upaya itu sejalan dengan semangat Diktisaintek Berdampak. Program tersebut mendorong penguatan talenta, riset, dan inovasi agar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus mendukung pembangunan nasional.

- Advertisement -spot_img

More articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Latest article

spot_img