EDUCARE.CO.ID – Tandan kosong kelapa sawit selama ini banyak dimanfaatkan sebagai pupuk. Mahasiswa Institut Teknologi Sawit Indonesia (ITSI) Medan melihat peluang lain dari limbah tersebut.
Mereka memanfaatkan tandan kosong kelapa sawit sebagai media tanam jamur merang. Setelah panen, mahasiswa mengolah jamur tersebut menjadi keripik.
Inovasi tersebut menarik perhatian pengunjung KMI Expo 2026. Mahasiswa ITSI memperkenalkan produk itu sebagai bagian dari pengembangan kewirausahaan berbasis potensi perkebunan sawit.
Tandan Kosong Sawit Jadi Media Tanam Jamur
Mahasiswa ITSI, Ikhan Bil Nadzari, menjelaskan ide tersebut muncul dari keinginan untuk meningkatkan pemanfaatan tandan kosong sawit.
Selama ini, masyarakat banyak menggunakan tandan kosong sebagai bahan pupuk. Tim ITSI kemudian mencoba memanfaatkannya sebagai media untuk menumbuhkan jamur merang.
“Jadi untuk memanfaatkan itu, kita jadikan sebagai media tanam jamur merang sawit,” ujar Ikhan.
Setelah menghasilkan jamur, mahasiswa tidak berhenti pada proses budidaya. Mereka mengolah hasil panen menjadi keripik jamur merang.
Produk tersebut sekaligus menjadi bagian dari kegiatan kewirausahaan mahasiswa ITSI.
Jamur Merang Sawit Jadi Produk yang Tak Biasa
Ikhan mengatakan tim memilih jamur merang sawit karena produk tersebut masih belum banyak dikenal masyarakat.
Menurutnya, kondisi tersebut justru membuka peluang untuk memperkenalkan inovasi baru.
“Yang pertama, ini adalah hal yang baru ya,” katanya.
Tim ingin mengenalkan kepada masyarakat bahwa lingkungan perkebunan sawit memiliki potensi lain selain menghasilkan minyak sawit.
Pemanfaatan tandan kosong sebagai media tanam juga memperluas peluang pengembangan produk turunan dari lingkungan perkebunan.
Mahasiswa Siapkan Produk Sebelum Tampil di KMI Expo
Tim ITSI tidak langsung membawa produk ke KMI Expo 2026. Mereka lebih dulu menyiapkan sejumlah kebutuhan pengembangan produk.
Tahap tersebut mencakup produksi keripik, pengurusan legalitas, pembuatan kemasan, hingga pengembangan website.
Kemasan membantu tim memperkuat identitas produk. Sementara itu, website menjadi sarana untuk memperkenalkan produk sekaligus memberikan informasi kepada masyarakat.
Tim juga menggunakan website untuk memberikan edukasi mengenai kelapa sawit. Materi tersebut menyasar masyarakat yang masih belum memahami berbagai potensi pemanfaatan sawit.
Libatkan Masyarakat Sekitar Kebun
Pengembangan produk jamur merang juga membawa konsep ekonomi sirkular.
Tim ITSI melibatkan masyarakat di sekitar perkebunan dalam proses pengambilan dan pemetikan jamur.
Dengan pola tersebut, inovasi tidak hanya berfokus pada produk akhir. Mahasiswa juga mencoba melibatkan lingkungan sekitar dalam rantai kegiatan usaha.
Konsep ini membuat limbah perkebunan memiliki fungsi baru. Pada saat yang sama, masyarakat dapat ikut mengambil bagian dalam proses pengembangan produk.
KMI Expo Jadi Tempat Belajar Mahasiswa
KMI Expo 2026 tidak hanya menjadi tempat ITSI memperkenalkan produk. Mahasiswa juga memanfaatkan kegiatan tersebut untuk mempelajari inovasi dari perguruan tinggi lain.
Ikhan mengatakan tim mengamati berbagai aspek dari booth peserta lain.
Mereka melihat cara peserta mengembangkan ide, membuat kemasan, menata stan, hingga memasarkan produk.
“Yang pertama dari ide. Maksudnya, ide mereka itu out of the box,” ungkap Ikhan.
Pengalaman tersebut memberi inspirasi bagi mahasiswa ITSI untuk mengembangkan produk mereka lebih lanjut.
Pengunjung KMI Expo Tertarik dengan Inovasi Jamur
Inovasi jamur merang dari tandan kosong sawit juga menarik perhatian pengunjung booth ITSI.
Salah satunya Futi Khatur Rohmah. Ia mengaku baru mengetahui bahwa tandan kosong sawit dapat digunakan sebagai media tanam jamur.
“Menarik sih, karena tidak menyangka tandan kosong sawit bisa dimanfaatkan untuk media tanam jamur,” ucap Futi.
Menurutnya, inovasi tersebut menarik karena mahasiswa tidak hanya memanfaatkan limbah. Mereka juga mengolah hasil budidaya jamur menjadi makanan berupa keripik.
Limbah Sawit Punya Potensi Lebih Luas
Inovasi mahasiswa ITSI menunjukkan bahwa tandan kosong kelapa sawit dapat memiliki fungsi lain selain sebagai bahan pupuk.
Mahasiswa memanfaatkannya sebagai media tanam jamur merang. Mereka kemudian mengolah jamur menjadi produk pangan.
Rangkaian tersebut menghubungkan pemanfaatan limbah, budidaya, pengolahan pangan, hingga kewirausahaan mahasiswa.
Melalui KMI Expo 2026, ITSI juga memperkenalkan pendekatan tersebut kepada masyarakat dan peserta dari perguruan tinggi lain.
Inovasi jamur merang ini sekaligus menunjukkan bahwa limbah perkebunan masih memiliki peluang untuk menghasilkan produk baru. Dengan pengembangan yang tepat, potensi tersebut dapat terus berkembang menjadi bagian dari usaha berbasis ekonomi sirkular.

