SMKS Stella Maris Labuan Bajo Siap Kirim Siswa ke Jepang dan Jerman

EduNews

educare.co.id, Labuan Bajo – SMKS Stella Maris Labuan Bajo terus memperkuat kemitraannya dengan SMK Mitra Industri MM2100 dalam rangka menyiapkan lulusan yang berdaya saing global. Salah satu bentuk nyata kerja sama ini adalah kunjungan tim SMK Mitra Industri MM2100 ke Labuan Bajo pada 21–25 April 2025, guna melakukan penyelarasan kurikulum dengan dunia usaha dan industri.

Tim yang hadir dalam kunjungan tersebut antara lain Abdul Munir (Wakil Kepala Sekolah bidang Kesiswaan), Aprilia Rahayu Wilujeng (perwakilan guru), dan Hidayat Atori (Wakil Kepala Sekolah bidang Hubungan Industri dan Humas).

Kegiatan selama lima hari itu mencakup supervisi di berbagai bidang, pendampingan siswa, workshop lima nilai, serta penyusunan peta kegiatan tahunan. Selain itu, siswa kelas X dari seluruh jurusan mengikuti Workshop Deep Learning yang dipandu oleh Wikan Sakarinto, mantan Dirjen Pendidikan Vokasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI.

Hidayat Atori menjelaskan bahwa kerja sama antara kedua sekolah bertujuan membentuk lulusan yang siap kerja di dalam maupun luar negeri. Salah satu program unggulan adalah magang ke Jepang yang dijalankan melalui LPK Horenso Indonesia.

“Program magang Jepang ini memberi kesempatan kepada alumni untuk bekerja di berbagai sektor industri, seperti manufaktur, perhotelan, pertanian, dan kesehatan,” jelas Hidayat. Ia menambahkan, peserta magang akan memperoleh pengalaman kerja internasional, penghasilan kompetitif, dan sertifikasi keahlian yang diakui secara global.

Melalui kemitraan dengan LPK Horenso Indonesia, para peserta dibekali pelatihan bahasa, budaya, dan keterampilan kerja sebelum berangkat ke Jepang. LPK juga mendampingi peserta dalam proses administratif hingga keberangkatan.

Dalam pertemuan dengan tim SMK Mitra Industri MM2100, Uskup Labuan Bajo Mgr. Maksimus Regus menyampaikan apresiasinya atas kerja sama yang telah terjalin.

BACA JUGA:  Guru dan Siswa Rasakan Langsung Dampak Digitalisasi Pembelajaran

“Saya ingin mengucapkan terima kasih untuk kunjungan, untuk kehadiran, dan juga untuk presentasi progres report dari kerja sama antara dua lembaga yang baru ditandatangani ini kurang lebih satu tahun. Tapi sudah ada banyak kegiatan-kegiatan signifikan yang sudah bisa dilakukan dalam kurang lebih beberapa bulan atau hampir setahun ini,” ungkapnya.

Ia juga menyoroti pentingnya output kerja sama ini bagi peserta didik dan para guru. Menurutnya, dampak jangka panjang dari kerja sama ini akan sangat besar jika terus dilakukan secara berkelanjutan.

“Tapi fokus utama kita tentu mempersiapkan peserta didik kita agar apa yang dicita-citakan itu benar-benar tercapai. Hal ini merupakan bagian dari mimpi besar kita dan akan berterima kasih karena SMK Mitra Industri MM2100 yang sudah berbagi pengalaman, berbagi pengetahuan dan juga teknologi kepada SMKS Stella Maris Labuan Bajo, sehingga SMK ini bisa bertumbuh dan berkembang dengan baik,” lanjut Mgr. Maksi.

Ia menegaskan pentingnya kedisiplinan guru dalam menunjang kualitas pendidikan. Guru-guru diharapkan memiliki kontrak mengajar yang mengatur kewajiban dan sanksi secara jelas.

“Saya pikir tidak ada aspek lain yang perlu dipenuhi selain kedisiplinan dari para guru. Kedisiplinan ini bisa dijelaskan dalam banyak aspek, disiplin ini bisa dalam soal waktu, bisa dalam soal tingkah laku (attitude), dan hal-hal yang lain,” tegasnya.

Mgr. Maksi juga mendorong peningkatan kapasitas guru secara terus-menerus melalui berbagai pelatihan, workshop, hingga magang. Ia mempertanyakan kesiapan guru-guru yang belum sempat mengikuti pelatihan serupa dengan rekan-rekannya.

Lebih lanjut, Uskup Labuan Bajo menekankan perlunya perencanaan program kerja sama secara matang, termasuk pemetaan kegiatan jangka pendek, menengah, dan panjang selama lima tahun ke depan. Evaluasi akan dilakukan untuk mengukur dampak dan keberhasilan implementasi kerja sama tersebut.

BACA JUGA:  IKN Gelar Upacara HUT RI-78

Kerja sama ini diharapkan tidak hanya berdampak pada SMKS Stella Maris, tetapi juga dapat menjadi model bagi SMA dan SMK lain di Kabupaten Manggarai Barat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *