Menteri PPPA Soroti Pentingnya Literasi Digital Perempuan untuk Lindungi Keluarga

Must read

EDUCARE.CO.ID – Menteri Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Arifah Choiri Fauzi menegaskan pentingnya penguatan literasi digital bagi perempuan di tengah meningkatnya tantangan dunia digital.

Pernyataan tersebut disampaikan saat membuka Rapat Kerja Nasional Aliansi Perempuan Peduli Indonesia 2026 di Jakarta, Sabtu (9/5/2026). Rakernas tahun ini mengangkat tema penguatan peran perempuan dalam membangun ketahanan keluarga dan bangsa di era digital.

Menurut Arifah, perempuan memegang peran penting dalam keluarga. Peran itu mulai dari mendidik anak hingga menjaga ketahanan ekonomi rumah tangga. Karena itu, perempuan perlu meningkatkan kemampuan digital. Langkah ini penting untuk menciptakan lingkungan aman bagi anak dan keluarga.

“Perempuan bukan kelompok minoritas. Dengan penguatan kapasitas perempuan di era digital, kita bisa menciptakan ruang bersama yang lebih ramah bagi perempuan dan anak,” ujarnya.

Literasi Digital Jadi Kebutuhan Mendesak

Arifah menilai perkembangan teknologi membawa dua sisi berbeda. Di satu sisi, teknologi membuka akses luas terhadap informasi dan pendidikan. Namun di sisi lain, dunia digital juga memunculkan ancaman baru, mulai dari paparan konten negatif hingga kekerasan berbasis digital.

Berdasarkan sumber rilis resmi Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, penguatan literasi digital menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan belajar dan ruang digital yang aman bagi perempuan dan anak.

“Keluarga dan masyarakat harus aktif menciptakan ruang digital yang sehat, aman, dan produktif, terutama untuk mencegah kekerasan seksual dan penggunaan media sosial yang tidak bijak,” ujar Arifah.

Ribuan Kasus Kekerasan Masih Terjadi

Sepanjang 2025, Indonesia mencatat 35.131 kasus kekerasan. Kasus tersebut paling banyak menimpa perempuan dan anak.

Arifah menyebut satu dari empat perempuan Indonesia pernah mengalami kekerasan dalam hidupnya, termasuk kekerasan seksual di lingkungan keluarga.

Pemerintah terus memperkuat langkah pencegahan melalui berbagai kebijakan, salah satunya lewat PP Tunas Nomor 17 Tahun 2025 yang mengatur penggunaan media sosial bagi anak di bawah umur.

Perempuan Disebut Jadi Tiang Peradaban Bangsa

Ketua Umum Aliansi Perempuan Peduli Indonesia, Atifah Hasan menilai Rakernas ALPPIND memiliki peran strategis dalam menghadapi perubahan sosial di era digital.

Ia menegaskan perempuan harus terus meningkatkan kapasitas diri. Tujuannya agar mereka mampu menghadapi tantangan sosial, ekonomi, kesehatan, dan ancaman digital.

“Perempuan merupakan tiang peradaban bangsa sehingga penguatan perannya sangat penting,” ujar Atifah.

Sementara itu, Ketua Panitia Rakernas ALPPIND, Hani Hendayani menyebut kegiatan tersebut dihadiri perwakilan pengurus daerah dari berbagai wilayah Indonesia selama 8–10 Mei 2026.

- Advertisement -spot_img

More articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img

Latest article