Perkuat Link and Match dengan Dunia Industri, SMKS Stella Maris Labuan Bajo Jalin Kemitraan Strategis dengan SMK Mitra Industri MM2100
educare.co.id, Labuan Bajo – SMKS Stella Maris Labuan Bajo menjalin kerja sama strategis dengan SMK Mitra Industri MM2100 Cikarang dalam rangka memperkuat keterkaitan pendidikan vokasi dengan dunia usaha dan dunia industri (DUDI). Kolaborasi ini ditandai dengan kunjungan tim dari SMK Mitra Industri MM2100 ke SMKS Stella Maris pada Selasa (21/4), yang sekaligus menjadi momen pelaksanaan berbagai kegiatan pendampingan dan workshop.
Tim yang hadir dari SMK Mitra Industri MM2100 antara lain Abdul Munir (Wakasek Kesiswaan), Atori Hidayat (Wakasek Hubungan Industri dan Humas), serta guru Aprilia Rahayu Wilujeng. Kunjungan ini merupakan tindak lanjut dari penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara kedua sekolah, yang menandai dimulainya kemitraan resmi dalam pengembangan pendidikan vokasi.
Agenda kegiatan meliputi supervisi kurikulum, bidang kesiswaan, sarana-prasarana, hubungan industri dan humas, serta berbagai pendampingan, termasuk penyelarasan kurikulum, peminatan siswa, peta kegiatan tahunan sekolah, hingga tracer study. Salah satu sesi unggulan dalam workshop adalah paparan tentang Deep Learning oleh Wikan Sakarinto, mantan Dirjen Pendidikan Vokasi Kemendikbud.
Ketua Yayasan Sukma Manggarai Barat (YASUKMABAR), Romo Yohanes Fakundo Selman, Pr, menyambut positif kerja sama ini. “Ini adalah peluang luar biasa untuk membawa siswa lebih dekat dengan dunia kerja melalui kemitraan bersama SMK yang berpengalaman dan memiliki fasilitas lengkap,” ujarnya.
Kolaborasi ini diharapkan membawa banyak manfaat, baik bagi siswa maupun sekolah. Para siswa akan memperoleh pengalaman langsung melalui praktik kerja, magang, dan pembelajaran berbasis industri. Mereka juga akan mengembangkan kompetensi teknis serta soft skills seperti komunikasi, kerja tim, dan problem solving.

Bagi sekolah, kerja sama ini menjadi sarana untuk memperkuat kurikulum, metode pengajaran, serta kualitas guru. Melalui teaching factory, sekolah dapat menciptakan ekosistem belajar yang mencerminkan suasana dunia kerja sebenarnya.
Kepala SMKS Stella Maris, Romo Ignasius Azevedo Viares, Pr, menegaskan bahwa kolaborasi ini memungkinkan sekolah menyesuaikan kurikulum agar lebih relevan dengan kebutuhan industri. “Melalui magang dan pelatihan nyata, siswa akan lebih siap menghadapi tantangan dunia kerja,” jelasnya.
Abdul Munir dari SMK Mitra Industri MM2100 juga menekankan bahwa inti dari pendidikan vokasi adalah menghasilkan sumber daya manusia berkualitas yang sesuai dengan kebutuhan industri. Hal ini didukung oleh Aprilia Rahayu Wilujeng, yang dalam sesi workshop mengajak siswa memahami langsung cara kerja perusahaan, SOP, dan lingkungan kerja nyata sesuai bidang keahlian masing-masing.
Kegiatan workshop berlangsung selama lima hari, dari 21 hingga 25 April 2025, dan diikuti oleh seluruh siswa kelas X dari semua jurusan di SMKS Stella Maris Labuan Bajo. Melalui program ini, siswa diharapkan mampu menyesuaikan diri dengan dunia industri dan memiliki kesiapan mental serta pengetahuan yang memadai untuk menapaki masa depan karier mereka.
