EDUCARE.CO.ID – Ribuan umat Katolik memadati Paroki Maria Bunda Segala Bangsa (MBSB) Wae Sambi, Keuskupan Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, pada Selasa (4/8/2026). Mereka menyambut kedatangan Patung Maria Assumpta Nusantara yang tiba dari Paroki St. Theresa dari Kanak-Kanak Yesus Merombok.
Kedatangan patung tersebut menjadi bagian dari ziarah Patung Maria Assumpta Nusantara ke 27 paroki di Keuskupan Labuan Bajo. Selain itu, panitia menjadikan rangkaian ziarah ini sebagai persiapan menuju puncak Festival Golo Koe 2026 pada 15 Agustus 2026 yang bertepatan dengan Hari Raya Santa Perawan Maria Diangkat ke Surga.

Umat Memadati Titik Penyambutan Sejak Sore
Berdasarkan informasi panitia Festival Golo Koe 2026, umat mulai berkumpul sejak pukul 16.30 WITA di Pertigaan Kantor Kejaksaan Negeri Manggarai Barat. Wilayah IV Paroki Maria Bunda Segala Bangsa Wae Sambi membuka prosesi dengan tarian adat Manggarai dan torok curu sebagai ungkapan penghormatan kepada Bunda Maria.
Setelah itu, barisan pembawa Rosario Misioner dan panji-panji memimpin perarakan menuju gereja. Para imam, tokoh adat, kendaraan pembawa patung, serta ribuan umat berjalan bersama sambil mendaraskan doa Rosario dan melantunkan lagu-lagu Maria.
Lebih dari 1.600 Pelajar Ikut Prosesi
Sebanyak 1.635 pelajar dari tujuh sekolah turut ambil bagian dalam prosesi tersebut. Mereka berasal dari SDN Batu Cermin, SDK Wae Medu, SMP Negeri 8 Komodo, SMPK St. Ignasius Loyola, SMKS Stella Maris, SMA Negeri 1 Komodo, dan SMKN 1 Labuan Bajo.
Kehadiran para pelajar menunjukkan keterlibatan generasi muda dalam kehidupan gereja. Selain itu, partisipasi mereka turut menyemarakkan rangkaian Festival Golo Koe 2026.
Doa Rosario Iringi Perjalanan Menuju Gereja
Rombongan melanjutkan perjalanan melewati Bundaran Patung Caci hingga Perempatan Kampung Wae Sambi. Sepanjang rute, umat terus berdoa dan bernyanyi dengan suasana khidmat.
Kemudian, umat mengikuti Semilir Sabda bersama Fr. Fredos Magung. Sesudah itu, anggota THS-THM menandu Patung Maria Assumpta Nusantara menuju gereja sambil melantunkan lagu-lagu Maria.
Setibanya di halaman gereja, Tua Adat Wae Sambi, Hendrik Hadirman, memimpin torok kapu sebagai simbol penerimaan secara adat. Selanjutnya, para penari adat Manggarai mengiringi Patung Maria Assumpta Nusantara memasuki area gereja sebelum Perayaan Ekaristi dimulai.
Vikep Labuan Bajo Tekankan Pentingnya Mendengarkan
Vikaris Episkopal (Vikep) Labuan Bajo, RD. Yuvens Rugi, memimpin Perayaan Ekaristi bersama Pastor Paroki RD. Risno Maden, Pastor Vikaris RD. Erik Ratu, dan para imam konselebran.
Dalam homilinya, RD. Yuvens mengajak umat meneladani Bunda Maria sebagai pribadi yang mendengarkan Sabda Allah dengan hati terbuka. Menurutnya, banyak orang saat ini lebih sibuk berbicara daripada mendengarkan.
“Persoalan kita hari ini bukan karena terlalu banyak suara, tetapi karena semakin sedikit orang yang sungguh-sungguh mau mendengarkan,” ujar RD. Yuvens.
Ia menegaskan bahwa mendengarkan berarti menyimak dengan hati, memahami, lalu mengambil sikap yang benar. Selain itu, ia mengingatkan bahwa kasih sejati harus hadir melalui tindakan nyata, sebagaimana Maria segera mengunjungi Elisabet setelah menerima kabar sukacita dari Malaikat Gabriel.
Panitia Ajak Umat Hadiri Perarakan Agung
Ketua Panitia Penyambutan Patung Maria Assumpta Nusantara Paroki Wae Sambi, Adrianus Ojo, menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang mendukung kelancaran acara. Ia mengapresiasi para imam, biarawan-biarawati, petugas liturgi, kelompok kategorial, sekolah, pemerintah daerah, serta aparat keamanan.
Selain itu, Adrianus mengajak umat mengikuti Perarakan Agung Patung Maria Assumpta Nusantara pada 14 Agustus 2026 dan Misa Puncak Festival Golo Koe 2026 pada 15 Agustus 2026 pukul 17.00 WITA di Waterfront Labuan Bajo.
“Marilah kita hadir bersama sebagai wujud syukur, persatuan, dan devosi kepada Bunda Maria. Semoga Festival Golo Koe semakin memperkuat iman kita dan menjadikan kita saksi kasih Kristus di tengah masyarakat,” katanya.
Festival Golo Koe Perkuat Persaudaraan dan Budaya Iman
Kedatangan Patung Maria Assumpta Nusantara di Paroki Wae Sambi menjadi salah satu momentum penting dalam rangkaian ziarah yang menghubungkan seluruh paroki di Keuskupan Labuan Bajo. Lebih dari sekadar perarakan, kegiatan ini memperlihatkan kuatnya persaudaraan antara umat, pelajar, tokoh adat, pemerintah, dan berbagai kelompok pelayanan gereja.
Melalui Festival Golo Koe 2026, Keuskupan Labuan Bajo ingin menghadirkan perayaan yang memadukan liturgi, budaya, pendidikan, dan partisipasi masyarakat. Karena itu, umat di Labuan Bajo diharapkan terus menumbuhkan semangat sinodalitas dan gotong royong yang tampak dalam prosesi tersebut agar kehidupan menggereja semakin kuat.



