Pulau Bersejarah di Papua Jadi Panggung Gerakan Lingkungan dan Persaudaraan Nasional

Must read

EDUCARE.CO.ID – Pulau Mansinam di Kabupaten Manokwari, Papua Barat, menjadi lokasi penanaman pohon yang sarat makna menjelang pembukaan Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) XIV Tingkat Nasional. Penasihat Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Agama RI, Helmi Nasaruddin Umar, memimpin langsung kegiatan tersebut pada Sabtu (20/6/2026).

Kegiatan ini tidak sekadar menambah ruang hijau. DWP Kementerian Agama juga ingin mengajak masyarakat memperkuat kepedulian terhadap lingkungan sekaligus menumbuhkan semangat persaudaraan dan kerukunan.

Berdasarkan rilis Kementerian Agama RI, penanaman pohon tersebut menjadi bagian dari rangkaian kegiatan menjelang Pesparawi Nasional yang tahun ini berlangsung di Papua Barat.

Pulau Mansinam Miliki Nilai Sejarah yang Kuat

Masyarakat Papua mengenal Pulau Mansinam sebagai salah satu lokasi bersejarah karena menjadi pintu masuk penyebaran Injil di Tanah Papua. Oleh karena itu, panitia memilih kawasan tersebut sebagai lokasi kegiatan yang menggabungkan nilai spiritual dan kepedulian lingkungan.

Helmi menilai penanaman pohon di Pulau Mansinam membawa pesan yang lebih luas daripada sekadar penghijauan. Kegiatan ini mengingatkan masyarakat tentang pentingnya menjaga bumi sekaligus mewariskan lingkungan yang sehat kepada generasi mendatang.

“Menanam pohon berarti menanam kehidupan, menanam kesejukan, dan menanam harapan bagi generasi yang akan datang,” ujar Helmi.

Menjaga Alam Menjadi Bagian dari Pengabdian

Menurut Helmi, tema Pesparawi mengajarkan pentingnya membangun harmoni dalam berbagai aspek kehidupan. Harmoni tidak hanya terjalin antarumat manusia, tetapi juga antara manusia dan alam.

Karena itu, ia mengajak masyarakat untuk merawat lingkungan sebagai bentuk rasa syukur kepada Tuhan. Ia menegaskan bahwa kepedulian terhadap alam harus hadir dalam tindakan nyata dan bukan hanya menjadi wacana.

Selain itu, Helmi menilai keberagaman, keimanan, dan kepedulian lingkungan dapat tumbuh bersama dalam kehidupan masyarakat Indonesia.

“Keberagaman, iman, dan kepedulian terhadap lingkungan dapat berjalan beriringan. Karena itu, menjaga lingkungan merupakan bagian dari pengabdian dan wujud rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa,” katanya.

DWP Kemenag Dorong Kesadaran Lingkungan dari Keluarga

Helmi juga mengajak seluruh anggota Dharma Wanita Persatuan untuk aktif menumbuhkan budaya cinta lingkungan. Menurutnya, perubahan besar sering kali berawal dari keluarga.

Karena itu, para orang tua perlu mengenalkan nilai-nilai pelestarian lingkungan kepada anak sejak usia dini. Langkah sederhana seperti menanam pohon, mengurangi sampah, dan menjaga kebersihan lingkungan dapat menjadi kebiasaan yang berdampak besar di masa depan.

Selain menjaga lingkungan sekitar, keluarga juga berperan penting dalam membentuk generasi yang memiliki kesadaran ekologis.

Perempuan Berperan Besar dalam Pelestarian Alam

Dalam sambutannya, Helmi menyoroti peran perempuan dalam menjaga keberlanjutan lingkungan. Ia menilai perempuan memiliki posisi strategis dalam membangun budaya peduli alam di lingkungan keluarga maupun masyarakat.

Menurutnya, perempuan tidak hanya mendidik generasi penerus, tetapi juga menjadi penggerak berbagai perubahan positif yang memberi manfaat jangka panjang.

“Perempuan adalah penanam peradaban. Ketika seorang perempuan menanam pohon, sesungguhnya ia sedang menanam kehidupan, harapan, dan masa depan,” ungkapnya.

Pohon Menjadi Simbol Persaudaraan dan Harapan

Helmi berharap pohon-pohon yang tumbuh di Pulau Mansinam kelak menjadi simbol persaudaraan antarumat beragama, kepedulian terhadap lingkungan, dan warisan kebaikan bagi generasi berikutnya.

Selain memberikan manfaat ekologis, pohon-pohon tersebut juga diharapkan mengingatkan masyarakat bahwa menjaga alam merupakan tanggung jawab bersama.

Lebih jauh, ia berharap semangat yang lahir dari Pesparawi Nasional dapat terus menyebarkan pesan damai dan kebersamaan ke seluruh penjuru Indonesia.

“Semoga dari Pulau Mansinam, pesan tentang perdamaian, persaudaraan, dan cinta lingkungan terus bertumbuh dan berbuah bagi bangsa Indonesia,” tutupnya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Badan Moderasi Beragama dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BMBPSDM) Muhammad Ali Ramdhani yang mewakili Menteri Agama, Asisten Deputi I Pemerintah Provinsi Papua Barat, Staf Khusus Menteri Agama Gugun Gumilar, Direktur Jenderal Bimas Kristen Jeane Marie Tulung, serta Direktur Jenderal Bimas Katolik Suparman.

- Advertisement -spot_img

More articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img

Latest article