Peluncuran Program PRIMA Magang PTKI Tekankan Sinergi Kompetensi, Nilai Spiritual, dan Kolaborasi Industri
educare.co.id, Jakarta — Program PRIMA Magang PTKI resmi diluncurkan sebagai langkah strategis dalam menyiapkan generasi muda yang profesional, adaptif, dan berkarakter. Tak hanya berfokus pada aspek keterampilan kerja, peluncuran program ini juga memuat pesan mendalam mengenai pentingnya nilai-nilai spiritual dan integritas dalam membangun bangsa.
Menteri Agama Republik Indonesia, Nasaruddin Umar, dalam sambutannya menekankan bahwa kemajuan sebuah negara tidak cukup hanya ditopang oleh teknologi dan pertumbuhan ekonomi, melainkan harus dibarengi dengan kekuatan moral dan kejujuran.
“Saya ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas kehadiran dan dukungan semua pihak. Tidak hanya secara fisik, tetapi juga secara moral dan spiritual,” ujar Menag, dalam siaran tertulis Pendis (23/6).
Menag juga mengajak semua pihak untuk tidak larut dalam kehidupan yang semata-mata berorientasi pada kepentingan duniawi.
“Jangan hanya hidup untuk dunia. Kita harus melepaskan ‘warung ego’ dan menjangkau wadah yang lebih luas: kebaikan bersama,” tuturnya.
Ia menyoroti bahwa agama kerap kali masih dianggap hanya sebagai simbol atau urusan kelompok tertentu, padahal spiritualitas adalah fondasi utama dalam membangun peradaban yang berkelanjutan. Karena itu, pendidikan agama menurutnya harus menjadi inti dalam setiap kebijakan dan langkah pembangunan nasional.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga memberikan apresiasi terhadap kontribusi nyata yang sering datang dari orang-orang yang bekerja secara senyap dan tanpa pamrih.
“Jangan remehkan orang-orang yang bekerja diam-diam, tanpa panggung, tanpa pamrih. Justru mereka yang sering kali memberi dampak besar bagi bangsa,” ungkapnya.
Menag turut menegaskan pentingnya nilai integritas dan kesabaran dalam membentuk karakter generasi bangsa.
“Sabar bukan berarti pasif. Ia adalah bagian dari perjuangan, ketahanan, dan keberanian untuk tetap berada di jalur yang benar,” tambahnya.
Sementara itu, Direktur Jenderal Pendidikan Islam, Amien Suyitno, menyampaikan bahwa peluncuran PRIMA Magang PTKI merupakan respons nyata terhadap tuntutan dunia kerja masa kini. Ia menyoroti kurangnya program yang fokus pada pengembangan soft skill dan keterampilan mikro di lingkungan Kementerian Agama.
“Padahal inilah bidang yang sedang tumbuh pesat, memiliki daya saing tinggi, dan mampu menghasilkan pendapatan signifikan,” ujarnya.
Amien menekankan perlunya membangun ekosistem pelatihan kerja yang dinamis dan relevan dengan kebutuhan industri. Ia juga menekankan pentingnya hubungan timbal balik antara dunia pendidikan dan dunia kerja yang saling menguatkan.
“Kita harus membuka jendela, terus mengamati, belajar, dan memberi pelatihan yang sesuai dengan kebutuhan zaman,” katanya.
Pemerintah, lanjutnya, akan terus mendukung transparansi dalam proses perekrutan serta mempercepat digitalisasi layanan ketenagakerjaan. Saat ini, lebih dari 70 perusahaan telah menyatakan komitmen untuk bergabung dalam program PRIMA, membuka peluang besar bagi mahasiswa dan pencari kerja untuk berkembang.
Dengan penuh harapan, Amien menyampaikan keyakinannya bahwa PRIMA dapat membentuk generasi yang tak hanya bergantung pada satu pekerjaan, namun juga mampu membangun penghasilan tambahan bahkan unit usaha sendiri.
“Mereka akan lebih siap menghadapi dunia kerja yang semakin kompetitif, sekaligus terlindungi secara hukum dan ekonomi,” pungkasnya.
