KolaborAKSI Keluarga Tekankan Peran Strategis Keluarga dalam Wujudkan Indonesia Emas 2045

EduNews

educare.co.id, Jakarta — Keluarga dinilai sebagai fondasi penting dalam membangun generasi emas menuju Indonesia 2045. Hal ini disampaikan oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi, dalam kegiatan “KolaborAKSI Keluarga untuk Indonesia” yang berlangsung di Kantor Kemenko PMK, Selasa (17/6). Ia menegaskan bahwa keluarga bukan hanya lingkungan awal bagi pertumbuhan anak, namun juga garda terdepan dalam mencegah kekerasan terhadap perempuan dan anak.

“Berdasarkan data Sistem Informasi Online Perlindungan Perempuan dan Anak (SIMFONI PPA) pada Januari hingga 12 Juni 2025, dilaporkan sebanyak 11.850 kasus kekerasan, dengan jenis yang paling tinggi adalah kekerasan seksual. Selain itu, data SIMFONI PPA juga menunjukkan bahwa kekerasan paling banyak terjadi dalam rumah tangga. Menurut analisis kami, penyebab terjadinya hal ini diantaranya, pola asuh dalam keluarga, penggunaan gadget yang tidak bijak, dan faktor lingkungan atau keluarga. Faktor keluarga ini mempunyai peran yang sangat penting, bagaimana anak-anak kita, keluarga-keluarga kita bisa terhindar dari kekerasan, baik di dalam rumah tangga maupun di ranah publik,” ujar Menteri PPPA, dalam siaran tertulis kemenpppa (23/6).

Ia berharap kegiatan ini bisa menjadi titik awal penguatan kolaborasi berbagai pihak dalam menciptakan keluarga yang tangguh, aman, dan mendukung perkembangan anak secara optimal.

“Saya berharap bahwa kegiatan pada hari ini bisa menjadi solusi dan jawaban terhadap persoalan-persoalan yang kita hadapi. Menjadikan keluarga Indonesia sebagai tempat terbaik untuk tumbuh, belajar, dan bermimpi. Keluarga berdaya, membangun masyarakat sejahtera, masyarakat tangguh untuk wujudkan Indonesia maju dan berkeadilan,” tambahnya.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Pratikno, turut menyampaikan pandangan serupa. Menurutnya, keluarga memainkan peran penting dalam membentuk karakter dan kualitas generasi masa depan, terutama di tengah arus perubahan teknologi yang begitu cepat.

BACA JUGA:  Meningkatkan Kualitas Pendidikan Tinggi: Kerja Sama Pendidikan Indonesia-Australia Semakin Erat

“Keluarga menjadi sutradara untuk menyiapkan anak, menulis skrip, menjadi teladan, memberikan arahan kepada anak supaya tumbuh sehat secara fisik, moral, dan mental, dan menjadi pembelajar yang baik. Jadi tentu saja ini bukan hanya pekerjaan satu keluarga, tapi pekerjaan bersama dari keluarga Indonesia,” ujar Menko PMK.

Ia juga menegaskan bahwa pemerintah bersama lembaga dan organisasi lainnya telah membangun kerja sama yang erat dalam memperkuat ketahanan keluarga.

“Ini merupakan kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, dan juga organisasi nonpemerintah, komunitas, perusahaan, maupun foundation yang concern pada isu keluarga. Ini kita garap bersama-sama. Ini pekerjaan bersama yang sangat besar. Pekerjaan bersama yang harus dilakukan secara terus menerus untuk mengawal anak-anak Indonesia melalui keluarga,” imbuhnya.

Senada dengan itu, Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN, Isyana Bagoes Oka, menegaskan bahwa ketahanan keluarga merupakan bagian integral dari upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia sebagaimana tertuang dalam Astacita ke-4 Presiden dan Wakil Presiden.

“Tanpa keluarga yang tangguh, kita tidak akan pernah memiliki bangsa yang tangguh pula. Tanpa keluarga yang sehat, kita tidak bisa berharap pada kualitas sumber daya manusia yang unggul. Maka dari itu, kami sangat mengapresiasi inisiatif ‘KolaborAKSI Keluarga untuk Indonesia’ ini. Inisiatif ini bukan hanya sekadar simbolis, tetapi harus kita jadikan sebagai platform gerakan nasional. Mari kita gerakkan kolaborasi ini, dari meja rapat menuju ruang-ruang keluarga, dari kebijakan ke praktik, dari ide ke aksi nyata,” tutur Isyana.

Sebagai bagian dari kegiatan, ditandatangani pula nota kesepahaman antara Menko PMK dan Kepala Baznas, Noor Achmad. Kesepakatan ini bertujuan memperkuat program pemberdayaan keluarga secara berkelanjutan.

Menurut Noor, dana zakat, infaq, dan sedekah yang berasal dari para muzakki memiliki dimensi spiritual yang tinggi, sehingga kolaborasi ini diharapkan mampu menghadirkan keberkahan serta manfaat nyata bagi perempuan dan anak-anak di Indonesia.

BACA JUGA:  Menteri PPPA Tinjau Persiapan Peluncuran Ruang Bersama Merah Putih di Desa Kalisongo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *