EDUCARE.CO.ID – Suara tawa dan semangat belajar kembali memenuhi lingkungan SMP Insani Sorkam, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara. Setelah banjir besar pada November 2025 menghancurkan seluruh bangunan sekolah, para murid kini dapat kembali belajar di ruang kelas darurat yang baru diresmikan.
Berdasarkan sumber rilis Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), ruang kelas darurat tersebut menjadi langkah awal pemulihan pendidikan bagi anak-anak Sorkam yang sempat kehilangan tempat belajar akibat bencana.
Sekolah Hancur, Guru Tetap Dampingi Murid
Banjir yang melanda wilayah Sorkam pada akhir 2025 merusak hampir seluruh fasilitas SMP Insani Sorkam. Selain ruang kelas, dua unit papan interaktif digital (Interactive Flat Panel atau IFP) juga rusak total setelah terendam air.
Guru Agama SMP Insani Sorkam, Via Sibagariang, menceritakan bahwa para guru tetap berupaya menjaga proses belajar agar tidak terhenti.
“Waktu banjir bulan November, seluruh ruang SMP hancur. Anak-anak sempat belajar di gedung STM di depan sekolah. Sekarang ruang darurat ini sangat membantu kegiatan belajar mengajar,” ujar Via.
Menurutnya, sekolah saat ini sudah memiliki meja, kursi, dan papan tulis yang cukup memadai untuk mendukung pembelajaran.
Sekolah Sediakan Antar-Jemput untuk Murid
Selain memperbaiki ruang belajar, pihak sekolah juga menyiapkan layanan transportasi bagi murid yang rumahnya tersebar pascabencana.
“Sekolah menyediakan angkot dan becak untuk antar-jemput anak-anak dari depan gang menuju sekolah,” kata Via.
Kegiatan belajar kini berlangsung rutin mulai pukul 07.15 WIB hingga sekitar 11.30 WIB. Di salah satu ruang darurat, belasan murid kelas VII mengikuti pelajaran dengan antusias meski cuaca siang terasa cukup panas.
Menariknya, beberapa murid mengaku tetap nyaman belajar dan menyebut matematika sebagai mata pelajaran favorit mereka.
Program MBG Jadi Momen yang Paling Dinanti
Kehadiran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) juga memberi semangat tambahan bagi para murid. Setiap hari, makanan dibagikan setelah kegiatan belajar selesai.
“Lauknya berganti-ganti, ada ayam, ikan, telur, sayur, buah, sampai susu,” ujar salah satu murid kelas VII sambil tersenyum.
Para murid mengaku senang karena tidak perlu membawa bekal dari rumah dan merasa lebih bersemangat mengikuti pelajaran.
Murid Sampaikan Terima Kasih kepada Pemerintah
Rasa syukur para murid terlihat saat mereka bersama-sama menyampaikan ucapan terima kasih atas bantuan ruang kelas darurat.
“Terima kasih Bapak Prabowo, Bapak Menteri, dan Bapak Wakil Menteri atas ruang kelas daruratnya!” seru para siswa secara serempak.
Wamendikdasmen: Belajar Tidak Boleh Berhenti karena Bencana
Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Atip Latipulhayat, hadir langsung di SMP Insani Sorkam untuk melihat proses pemulihan pendidikan.
Ia menegaskan bahwa situasi darurat tidak boleh menghentikan hak anak untuk belajar.
“Bapak dan Ibu Guru perlu menyesuaikan pembelajaran dengan kondisi darurat, tetapi tujuan kita tetap sama, yaitu menghadirkan pendidikan bermutu bagi murid,” ujar Atip.
DPD RI dan Tokoh Pendidikan Dukung Pemulihan Sekolah
Anggota DPD RI asal Sumatera Utara, Muhammad Nuh, yang turut mendampingi kunjungan tersebut mengapresiasi perhatian pemerintah terhadap sekolah terdampak banjir. Ia berharap pemulihan fasilitas pendidikan terus berlanjut agar anak-anak memperoleh tempat belajar yang lebih baik.
Ketua Umum PP PERSIS, Jeje Zaenuddin, juga menekankan pentingnya pendidikan sebagai fondasi masa depan generasi muda.
“Pendidikan adalah pondasi utama untuk menyiapkan generasi penerus yang unggul,” katanya.
Harapan Baru bagi Anak-anak Sorkam
Kehadiran ruang kelas darurat memang belum sepenuhnya menggantikan bangunan sekolah yang hilang. Namun, fasilitas sementara ini berhasil menghidupkan kembali semangat belajar anak-anak Sorkam.
Dukungan pemerintah, guru, orang tua, dan masyarakat menjadi harapan baru agar pemulihan pendidikan di wilayah terdampak banjir dapat terus berjalan hingga anak-anak kembali belajar di sekolah yang lebih aman dan layak.


