EDUCARE.CO.ID – Ajang talenta paling bergengsi bagi pelajar Indonesia kembali digelar. Olimpiade Sains Nasional (OSN) 2026 dan Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) 2026 resmi memasuki tahapan pelaksanaan di berbagai daerah. Diselenggarakan oleh Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas), kedua kompetisi ini berlangsung mulai Februari hingga September 2026 untuk OSN dan hingga Oktober 2026 untuk FLS3N. Ribuan peserta dari seluruh Indonesia kini bersiap menunjukkan kemampuan terbaik mereka dalam bidang sains, seni, dan sastra demi mengharumkan nama sekolah serta daerahnya.
Memasuki pertengahan tahun, perhatian kini tertuju pada seleksi tingkat provinsi (OSN-P) setelah seleksi kabupaten/kota rampung pada Juni 2026. Berdasarkan jadwal terbaru, OSN-P jenjang SD akan dilaksanakan pada 20 Juli 2026, jenjang SMP pada 23 Juli 2026, sedangkan jenjang SMA berlangsung pada 27–29 Juli 2026. Para peserta akan berkompetisi pada berbagai bidang, mulai dari Matematika dan IPA untuk SD, Matematika, IPA, dan IPS untuk SMP, hingga sembilan bidang lomba di SMA, yakni Matematika, Fisika, Kimia, Biologi, Informatika, Astronomi, Ekonomi, Kebumian, dan Geografi. Sementara itu, babak nasional dijadwalkan berlangsung pada 25–31 Agustus 2026 untuk SD dan SMP, serta 14–20 September 2026 untuk SMA.
Di bidang seni dan sastra, FLS3N 2026 kembali menjadi panggung bagi lahirnya talenta kreatif generasi muda Indonesia. Mengusung tema “Menumbuhkan Karakter Bangsa melalui Kreativitas dan Apresiasi Seni Budaya”, festival ini menghadirkan beragam cabang lomba seperti Menyanyi Solo, Tari Kreasi, Kriya, Pantomim, Gambar Bercerita, Cipta Puisi, Monolog, Fotografi, Gitarsolo, hingga Jurnalistik yang menekankan karya orisinal tanpa penggunaan kecerdasan buatan (AI). Pelaksanaan FLS3N berlangsung secara bertahap mulai tingkat daerah hingga nasional, dengan rentang waktu Maret hingga Oktober 2026 untuk SD serta 26 Maret hingga 12 Oktober 2026 bagi SMA/SMK.
OSN dan FLS3N bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi juga wadah pembentukan karakter, kreativitas, dan daya saing generasi muda Indonesia. Melalui kompetisi ini, peserta didorong untuk terus berinovasi, berpikir kritis, serta menjunjung tinggi sportivitas dan integritas. Seluruh peserta, guru pembimbing, dan satuan pendidikan diimbau untuk mengikuti setiap tahapan sesuai pedoman resmi yang diterbitkan Puspresnas dan Kementerian terkait agar proses seleksi berjalan lancar serta memberikan kesempatan terbaik bagi lahirnya calon-calon juara nasional yang siap mengukir prestasi di tingkat internasional.




