Orang Tua Perlu Waspada: Media Sosial dan Praremaja
EDUCARE.CO.ID, Media sosial kini melekat dalam keseharian praremaja. Namun, di balik manfaatnya, penggunaannya yang berlebihan berisiko menurunkan kesehatan mental dan harga diri anak.
Fakta Penggunaan Sosmed Praremaja
Penelitian Universitas Islam Negeri Suska Riau mencatat, 21% praremaja masuk kategori adiksi sangat tinggi dan 37% kategori tinggi dalam penggunaan media sosial (UIN Suska Riau).
Sementara itu, riset lain menemukan aktivitas pasif seperti hanya melihat unggahan orang lain cenderung menurunkan harga diri remaja (JPPNI).
Dampak Buruk pada Praremaja
Penggunaan media sosial tanpa kontrol dapat memicu:
- Gangguan tidur, akibat terlalu lama menatap layar.
- Kecemasan dan depresi, karena perbandingan sosial dengan teman sebaya.
- Penurunan prestasi akademik, jika waktu belajar terganggu.
- Risiko perundungan siber (cyberbullying) yang merusak kepercayaan diri.
Peran Kunci Orang Tua
Oleh karena itu, peran orang tua menjadi sangat penting. Beberapa langkah pendampingan yang bisa dilakukan adalah:
- Tetapkan batasan waktu layar maksimal 2 jam sehari.
- Bangun komunikasi terbuka agar anak merasa aman bercerita.
- Ajarkan literasi digital untuk memilah konten sehat dan menyesatkan.
- Dorong aktivitas offline seperti olahraga atau seni.
Dengan pendampingan yang tepat, media sosial bisa menjadi sarana belajar dan berekspresi, bukan sumber tekanan bagi praremaja. ( SCP )
