EDUCARE.CO.ID – Mahasiswa Program Studi Teknologi Rekayasa Pangan (TRP) Jurusan Teknologi Pertanian Politeknik Negeri Jember (Polije) menghadirkan inovasi pangan baru melalui produk Nutrisea Cookies. Camilan sehat ini menggunakan tepung rumput laut jenis Eucheuma spinosum sebagai bahan utama.
Inovasi tersebut lahir dari upaya mahasiswa untuk meningkatkan nilai tambah komoditas rumput laut Indonesia. Selain itu, mereka ingin mendorong pengembangan produk olahan yang mampu bersaing di pasar pangan modern.
Berawal dari Potensi Rumput Laut yang Belum Optimal
Ivan Andrean Alfariji bersama lima rekannya menggagas Nutrisea Cookies setelah melihat besarnya potensi rumput laut Indonesia yang masih banyak dipasarkan dalam bentuk bahan mentah.
Menurut Ivan, kondisi tersebut membuat nilai ekonomi rumput laut belum berkembang secara maksimal. Karena itu, tim berupaya menghadirkan produk yang mampu meningkatkan daya saing komoditas lokal.
“Kami ingin menunjukkan bahwa rumput laut lokal bisa menjadi produk pangan yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi,” ujarnya.
Mengutamakan Kebutuhan Konsumen
Tim pengembang menerapkan metode Quality Function Deployment (QFD) dan House of Quality (HOQ) selama proses riset. Melalui metode tersebut, mereka memetakan kebutuhan konsumen lalu menerapkannya dalam proses produksi.
Pendekatan itu membantu tim menghasilkan produk yang tidak hanya menarik dari segi rasa, tetapi juga memiliki manfaat kesehatan yang jelas.
Hasilnya adalah Nutrisea Cookies, camilan yang menggabungkan bahan baku lokal dengan konsep pangan fungsional.
Kaya Serat dan Antioksidan
Nutrisea Cookies menawarkan kandungan gizi yang menjadi nilai tambah utama. Rumput laut Eucheuma spinosum mengandung serat alami yang cukup tinggi. Bahan tersebut juga memiliki senyawa antioksidan yang bermanfaat bagi tubuh.
Karena itu, produk ini berpotensi menarik minat konsumen yang mulai menerapkan pola hidup sehat. Di sisi lain, penggunaan rumput laut lokal turut mendukung pemanfaatan sumber daya dalam negeri.
Dukung Hilirisasi Komoditas Lokal
Jurusan Teknologi Pertanian Polije menyambut positif hasil karya mahasiswa tersebut. Kampus menilai inovasi ini menunjukkan keberhasilan pembelajaran berbasis proyek atau Project Based Learning yang diterapkan selama perkuliahan.
Melalui pendekatan tersebut, mahasiswa tidak hanya mempelajari teori, tetapi juga menghasilkan produk yang memiliki peluang untuk dikembangkan lebih lanjut.
Pihak kampus berharap Nutrisea Cookies dapat masuk ke tahap produksi yang lebih luas sehingga memberi manfaat ekonomi yang lebih besar.
Inspirasi bagi Generasi Muda
Nutrisea Cookies menjadi bukti bahwa bahan baku lokal dapat berkembang menjadi produk bernilai tinggi jika diolah secara kreatif. Inovasi ini juga menunjukkan peran mahasiswa dalam mendorong pengembangan industri pangan berbasis sumber daya Indonesia.
Tim pengembang berharap produk tersebut dapat menginspirasi generasi muda untuk terus menciptakan inovasi dari potensi lokal yang tersedia di lingkungan sekitar.
“Semoga inovasi ini mendorong lebih banyak anak muda untuk mengembangkan bahan baku lokal menjadi produk yang bermanfaat dan bernilai ekonomi,” kata Ivan.



