EDUCARE.CO.ID – Tiga mahasiswi Politeknik Negeri Subang (POLSUB) menghadirkan inovasi pangan bernama NUTRIGUMMY. Mereka mengolah nanas khas Subang menjadi permen kenyal dengan tambahan sejumlah zat gizi untuk mendukung pemenuhan nutrisi anak.
Tim pengembang terdiri atas Hany Isnaeny Fairus sebagai ketua, bersama Sazkia Putri Nurizqiati dan Risya Ardanis Fanisa. Ketiganya menempuh pendidikan pada Program Studi D3 Keperawatan POLSUB.
Mereka mengembangkan NUTRIGUMMY dengan memadukan potensi buah lokal dan gagasan camilan yang menarik bagi anak-anak. Inovasi ini juga mengangkat peluang pengolahan nanas Subang menjadi produk yang memiliki nilai tambah.
Tim memperkenalkan NUTRIGUMMY melalui Program Mahasiswa Wirausaha (PMW) yang digagas Unit Pengembangan Karier dan Kewirausahaan (UPKK) POLSUB. Selain itu, mereka memamerkan produk tersebut dalam ajang Lomba Olahraga Baris Berbaris (LOBB) Kejurda FORBASI Jawa Barat di Kampus Cibogo pada pertengahan Oktober.
Berawal dari Potensi Nanas Subang dan Kepedulian terhadap Gizi Anak
Hany menjelaskan bahwa gagasan NUTRIGUMMY muncul dari perhatian tim terhadap tantangan pemenuhan gizi anak dan pentingnya upaya pencegahan stunting. Mereka kemudian melihat peluang untuk memanfaatkan nanas dari Kabupaten Subang, terutama kawasan Jalancagak, sebagai bahan utama produk olahan.
Tim ingin menggabungkan potensi pangan lokal dengan fortifikasi zat gizi mikro. Mereka juga memilih bentuk permen kenyal agar konsumen dapat menikmati produk dalam format camilan yang praktis.
“Kami berinisiatif menggabungkan potensi bahan pangan lokal ini dengan fortifikasi zat gizi mikro. Tujuannya sederhana, kami ingin menciptakan camilan bergizi yang bentuknya mudah dikonsumsi dan rasanya pasti disukai oleh anak-anak,” ujar Hany.
Melalui gagasan tersebut, tim berupaya mengembangkan olahan nanas yang tidak hanya menawarkan cita rasa buah, tetapi juga memperhatikan komposisi nutrisi.
NUTRIGUMMY Mengandung Sejumlah Nutrisi Tambahan
Tim merancang NUTRIGUMMY dengan formulasi rendah gula dan memanfaatkan rasa manis serta segar dari nanas. Mereka juga menambahkan beberapa zat gizi yang berperan dalam mendukung fungsi tubuh.
Hany menyebut formulasi produk mencakup zat besi, zinc, kalsium, vitamin A, dan vitamin D3. Masing-masing nutrisi memiliki fungsi yang berbeda dalam menjaga kesehatan.
Zat besi membantu tubuh membentuk hemoglobin, sedangkan zinc mendukung fungsi kekebalan tubuh dan pertumbuhan. Sementara itu, kalsium berperan dalam menjaga kesehatan tulang dan gigi.
Vitamin A mendukung fungsi penglihatan, sedangkan vitamin D3 membantu tubuh menyerap kalsium. Kombinasi tersebut menjadi bagian dari konsep pengembangan NUTRIGUMMY sebagai camilan dengan tambahan nutrisi.
Meski demikian, kandungan dan manfaat produk bergantung pada formulasi akhir serta jumlah zat gizi dalam setiap sajian. Karena itu, tim perlu memastikan komposisi melalui pengujian yang sesuai sebelum menarik kesimpulan mengenai manfaatnya bagi kelompok sasaran.
Dosen Dampingi Proses Riset dan Pengembangan
Tim mengembangkan NUTRIGUMMY dengan bimbingan Yudisa Diaz Lutfi Sandi, dosen Jurusan Kesehatan POLSUB. Prosesnya mencakup studi literatur, eksperimen laboratorium sederhana, dan beberapa kali penyesuaian formulasi.
Pendampingan tersebut membantu mahasiswa menghubungkan pengetahuan akademik dengan praktik pengembangan produk. Selain memikirkan rasa dan tekstur, mereka juga perlu memperhatikan komposisi, keamanan, serta peluang penerimaan konsumen.
Diaz menilai NUTRIGUMMY memiliki potensi untuk meningkatkan nilai tambah nanas lokal melalui pengolahan pangan. Ia juga mengapresiasi upaya mahasiswa dalam mengembangkan gagasan kewirausahaan yang berkaitan dengan kebutuhan masyarakat.
Menurutnya, inovasi tersebut memperlihatkan bagaimana mahasiswa dapat mengeksplorasi bahan baku daerah untuk menghasilkan produk yang memiliki peluang ekonomi.
Namun, potensi sebagai camilan bergizi tidak otomatis membuktikan bahwa NUTRIGUMMY dapat mencegah atau mengatasi stunting. Tim masih perlu mengevaluasi kandungan gizi, keamanan pangan, dan manfaat produk melalui pengujian yang relevan.
Uji Coba Pasar Beri Masukan bagi Tim
Setelah menyusun formulasi awal, tim melakukan uji coba terbatas dan mulai menjual NUTRIGUMMY secara langsung kepada konsumen. Hany menyampaikan bahwa respons awal cukup positif, terutama terhadap tekstur dan rasa produk.
Menurutnya, sejumlah konsumen menyukai rasa manis yang tidak berlebihan. Produk tersebut juga memancing rasa ingin tahu pembeli mengenai bahan dasar dan proses pembuatannya.
Respons itu memberi tim masukan untuk memperbaiki strategi pengenalan produk. Hany menjelaskan bahwa mereka ingin memberikan informasi yang lebih jelas mengenai karakteristik NUTRIGUMMY dan bahan baku yang digunakan.
Selanjutnya, tim dapat memanfaatkan hasil uji coba untuk mengevaluasi konsistensi rasa, tekstur, dan penerimaan pasar. Mereka juga perlu memperhatikan keamanan pangan serta memastikan informasi kandungan gizi sesuai dengan hasil pengujian.
Inovasi Pangan Lokal Buka Peluang Kewirausahaan Mahasiswa
NUTRIGUMMY menunjukkan peluang bagi mahasiswa untuk mengolah potensi daerah menjadi produk yang memiliki nilai tambah. Melalui pemanfaatan nanas Subang, tim POLSUB menggabungkan kreativitas, kewirausahaan, dan perhatian terhadap kebutuhan gizi anak.
Selain membuka peluang usaha, pengembangan produk ini memberi pengalaman kepada mahasiswa dalam melakukan riset, menguji formulasi, dan memperkenalkan hasil inovasi kepada konsumen.
Di sisi lain, pencegahan stunting membutuhkan pendekatan yang menyeluruh. Pemenuhan gizi seimbang, pemantauan pertumbuhan anak, edukasi keluarga, serta akses terhadap layanan kesehatan tetap menjadi bagian penting dalam mendukung tumbuh kembang anak.
Karena itu, NUTRIGUMMY dapat menjadi contoh inovasi pangan mahasiswa yang masih memiliki peluang untuk dikembangkan. Pengujian lebih lanjut akan membantu memastikan kualitas, keamanan, dan kandungan nutrisi produk sebelum tim menyampaikan klaim manfaat kesehatan yang lebih spesifik.
Berdasarkan sumber Politeknik Negeri Subang (POLSUB), tiga mahasiswi Program Studi D3 Keperawatan mengembangkan NUTRIGUMMY, permen kenyal berbahan nanas dengan tambahan sejumlah zat gizi. Tim memperkenalkan inovasi tersebut melalui kegiatan kewirausahaan mahasiswa dan uji coba pasar terbatas sebagai bagian dari upaya mengembangkan potensi pangan lokal Subang.

